Detil Berita
 

[no: 183]

Dialog Kemandirian Ekonomi Rakyat



PANITIA Daerah (Panda) Muktamar ke-33 NU kembali menggelar acara pra muktamar dengan konsep yang berbeda. Kali ini Panda mengonsep dialoginteraktif bersama Chairul Tanjung, CEOTrans Corp di halaman timur Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jum’at (3/7).

Dialog yang bertemakan Membangun Kemandirian Ekonomi Rakyat itu dihadiri oleh ratusan orang. Mereka terdiri dari para pengusaha muda, pengusaha santri dan para jama'ah Masjid Al-Akbar Surabaya. Hadir juga KH Miftachul Akyar, Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah, Mantan Menteri Pendidikan RI, Prof M Nuh, Direktur Masjid Al Akbar. Tentu Ketua dan Sekretaris Panda Muktamar ke-33 NU turut hadir.

Dalam sambutannya, Gus Ipul atas nama Ketua Panitia Daerah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Chairul Tanjung yang bersedia hadir dalam dialog interaktif ini. Gus Ipul berharap dengan adanya dialog bersama Pak CT (Chairul Tanjung) dapat memberikan motivasi kepada kita semua untuk memulai usaha. Baginya, warga NU harus pintar, cinta tanah air itu semua itu sudah ada di NU.

Namun orang kaya ini yang masih sedikit di NU, bisa dihitung angkanya. "Kalau warga NU sejahtera maka pertumbuhan ekonomi melaju cepat," terangnya. Kiai Mutawakil juga menyampaikan apresiasi kepada panitia daerah yang telah mengadakan acara dialog interaktif bersama Pak CT. "Ini langkah cerdas yang diambil oleh Panda. Karena inilah yang menjadi kebutuhan masyarakat terutama warga NU," terang Kiai Mutawakkil. Pengusaha sekaligus tokoh nasional Chairul Tanjung menyarankan Nahdlatul Ulama memberdayakan umatnya mengembangkan perekonomian untuk membantu persoalan bangsa saat ini.

"Jika NU yang sekarang memiliki 83 juta umat dan ekonominya bisa diberdayakan maka saya yakin mampu menjawab persoalan kemiskinan Indonesia," ujarnya di sela dialog interaktif Pra Muktamar ke- 33 NU bertajuk "Membangun Kemandirian Ekonomi Rakyat" di Masjid Nasional Al- Akbar Surabaya, Jumat malam. Ia berharap, ke depan para kiai dan ulama NU bisa mengkoneksikan persoalan umat dengan ayat atau hadist yang bisa membangkitkan dan membuatnya tergerak mengatasi persoalan tersebut bersamasama.

"Majelis Ulama Indonesia juga sudah membuat panduan kiai dan ulama untuk berdakwah membangkitkan ekonomi umat. Dan saya bersyukur NU kali ini benar-benar fokus untuk memberdayakan ekonomi umatnya," kata bos Trans Corp itu. Menurut dia, pejuang dalam era sekarang ini adalah bagaimana mampu membuat diri, keluarga dan masyarakat serta bangsa lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya. Namun, eks Menteri Koordinator Perekonomian itu mengaku prihatin karena dari hampir 90 persen penduduk Indonesia yang beragama Islam, baru 20 persen yang menguasai perekonomian Tanah Air.

"Para kiai dan ulama harus ikut bertanggung jawab karena dalam dakwahnya hanya fokus pada bidang ritual keagamaan, khususnya bidang akhirat, tanpa memberikan contoh di bidang perekonomian," ucap CT, sapaan akrabnya. Ke depan, lanjut dia, bersama NU akan berusaha mengembangkan warung-warung kecil di satu kelurahan untuk dipilih yang terbaik, lalu diperbaiki dan dibuat agar bisa bersaing dengan pasar swalayan kecil dengan kerja sama pemerintah.

"Lalu setelah berhasil harus bisa mengembalikan bantuan untuk diperbantukan lagi pada toko-toko yang lain. Yang pasti kami akan membantu dan siap menjadi agen perubahan. Sekarang, tinggal bagaimana NU bisa memanfaatkan saya," ujarnya. Sementara itu, Ketua Panitia Daerah Muktamar ke-33 NU Saifullah Yusuf mengatakan Muktamar tersebut akan di empat pesantren di Jombang, yakni Pesantren Tebuireng, Pesantren Denanyar, Pesantren Tambakberas, dan Pesantren Peterongan mulai 1-5 Agustus 2015 yang rencananya dibuka secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. (ant/bbs/hil)


[no: 182]

Festival Ramadhan 1436 H
Khusyu’ dan Barokah



OMZET penjualan produk UMKM dalam Festival Ramadhan 1436 Hijriah Masjid Al Akbar Surabaya tahun ini diperkirakan tembus Rp 5 miliar. Target tersebut naik hampir dua kali lipat dibandingkan hasil penjualan pada Festival Ramadhan tahun lalu yang mencapai Rp 3 miliar. Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengaku optimis target tersebut dapat terwujud. Ini menyusul tingginya animo masyarakat membeli barang dan produk UMKM asal Jatim selama gelaran festival Ramadhan. Acara bertema Khusyu’ dan Barokah ini, berlangsung 27 hari. Mulai tanggal 17 Juni sampai 13 Juli 2015. "Dengan barang yang berkualitas dan dijual dengan harga relatif murah, saya yakin target Rp 5 muliar tersebut akan terpenuhi," tegasnya, Rabu (17/6/2015), ketika membuka Festival Ramadhan 1436 Hijriah Masjid Al Akbar Surabaya.

Direktur Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) Hendro Siswantoro menambahkan, sebanyak 150 UMKM ikut meramaikan festival Ramadhan tahun ini. Jumlah tersebut naik dibandingkan tahun lalu yang cuma 100 UMKM. "150 UMKM tersebut berasal dari kabupaten/kota se-Jatim," katanya.

Nyanyian musik Timur Tengah kala itu agaknya mengundang puluhan pasang mata mencari sumber suara. Tak jarang, beberapa pengguna jalan depan Masjid Nasional al-Akbar memilih berhenti dan mengamati. Tepat di depan masjid, sebuah panggung kecil berdiri. Diatas panggung pentas itulah, terlihat dua penyanyi bergamis hitam mendendangkannya. Pandangan berbeda juga tampak pada ratusan stand yang berjajar rapat, mengitari jalanan masjid Al Akbar

Total 143 stand diantaranya, 84 stand busana dan kebutuhan ibadah, seperti mukena, songkok, tasbih, dan masih banyak lagi. Sementara 50 stand untuk ragam makanan. Tak heran, jika sejak pukul tiga sore kawasan masjid berubah jadi ramai. Hiruk-pikuk pejalan kaki, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia sengaja berkumpul untuk berburu takjil atau sekedar jalan-jalan menikmati sore sembari menunggu waktu berbuka. Untuk menarik orang datang, panitia menggelar berbagai kegiatan. Mulai Lomba Patrol, lomba Al Banjari, Lomba Tartil Anak, Lomba Hias Tumpeng, Lomba Adzan Anak- Anak, Lomba Qori' Remaja, dan Lomba Mewarnai.

Sepertinya acara ini selalu ditunggu dan dinanti warga Surabaya dan sekitarnya. Perbaikan demi perbaikan juga terus dilakukan agar acara semakin meriah, “Tahun ini lombanya tambah, tahun kemarin gak ada lomba hias tumpeng. Sekarang diadakan,” Kata Bondan panitia Festival Ramadhan Selain itu selama bulan Ramadhan kegiatan keagamaan di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) semaikin ditingkatkan seperti ngaji kitab tarjim, ngaji internet, pelatihan imam, posko dan konsultasi zakat, donor darah, buka puasa bersama, pondok Ramadan dan lain-lain. (hil/bbs)


[no: 181]

Puncak Harlah PMII di MAS
Dihadiri Presiden Jokowi dan Para Menteri



Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Puncak Harlah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke- 55 di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS), Sabtu (18/4) malam. Tampak hadir Alumnus PMII yang menjabat sebagai Menteri di Kabinet Jokowi seperti Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menpora Imam Nahrawi, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar. Selain itu hadir Gubernur Jatim Soekarwo, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Sekjen Kemenag Nur Syam, Setditjen Pendis Ishom Yusqi, Kakanwil Jatim, serta Kabag TU Pimpinan Kemenag Khairul Huda.

Sebelum menyampaikan sambutannya, Jokowi menyapa ribuan kader PMII yang hadir dari seluruh Indonesia. “Salam pergerakan,” sapa Jokowi dengan lantang. Setibanya di Masjid Al Akbar, Jokowi yang disuguhi lantunan sholawat nabi menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang besar, kaya akan pulau, beragam suku, serta budaya. Untuk itu, lanjut Jokowi, sudah sewajarnya Indonesia sejajar duduk dengan bangsa lain seperti negara AS dan Tiongkok. Di hadapan para kader PMII, Jokowi menyampaikan program kerja pemerintahannya untuk lima tahun kedepan,seperti: pengembangan SDM, strategi politik pengelolaan bahan bakar minyak, penanggulangan masalah narkoba, hingga penanggulangan bahaya paham ISIS.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak kader dan keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk ikut mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia makin berat dan kompetitif. “Persaingan ke depan bukan lagi soal sumber daya alam, tapi soal sumber daya manusia. Singapura, Jepang, dan Korea tidak punya apa-apa. Tetapi negaranya bisa maju. Nah, Indonesia punya segalanya, tetapi masih juga tertinggal,” tegasnya dalam acara puncak Hari Lahir PMII ke-55 di Masjid Al Akbar, Surabaya, tadi malam.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menyampaikan, semua pihak untuk terlibat menjaga kedaulatan NKRI dengan segenap sumber daya yang dimilikinya. Pasar bebas akan membawa beragam persoalan baik itu positif maupun negatif. “Negara sekarang sudah tanpa batas. Pasar bebas hingga ideologi baru datang bertubi-tubi. Kalau tidak berhati-hati, ini membahayakan,” kata dia. Indonesia, lanjut Jokowi, saat ini tengah dalam posisi mengkhawatirkan. Selain angka kemiskinan yang tinggi, kasus buta huruf juga masih mendominasi.

Padahal, sumber daya manusia (SDM) adalah modal besar untuk menjadi benteng semua serangan itu. Karena itu, saat ini pemerintah tengah menyusun rencana pembangunan SMA inpres/ SMK inpres di sejumlah daerah pelosok. Ini untuk mempercepat agar fasilitas pendidikan di tingkat atas bisa dilakukan. Jokowi menceritakan, tahun 70-an minyak booming di Indonesia, sementara tahun 80-an kayu menyusul. “Nah, sekarang minerba dan batu bara. Tetapi apa yang terjadi, semuanya diekspor mentahan. Padahal kalau dikunci, dimiliki sendiri, Indonesia bisa maju. Ini adalah kesalahan. Dan harus diperbaiki,” tukasnya.

Dia mengatakan bahwa misi PMII adalah mengawal Pancasila dan NKRI dengan paham Islam ahlussunnah wal jamaah. “Pancasila sebagai falsafah negara harus dipertahankan dalam situasi apapun,” bebernya. Sebelumnya, ketua PMII Aminuddin Maruf menyampaikan dalam laporannya bahwa harlah kali ini bertajuk muktamar pergerakan ‘pembela bangsa penegak agama’. Rangkaian peringatan harlah ini diakhiri dengan acara istighosah dan doa bersama untuk bangsa. Selain itu, Aminuddin Maruf juga menegaskan bahwa rangkaian peringatan harlah PMII ke 55 ini ingin memberikan pesan bahwa PMII adalah organisasi kemahasiswaan yang akan menjadi benteng NKRI dan menyebarkan nilai islam rahmatan lil alamin.

PMII, kata Amin, juga memberikan penghargaan kepada kadernya yang telah mengabdi kepada bangsa di masing-masing periode. Penghargaan diberikan sebagai wujud penghormatan kepada para pendiri dan alumni yang telah berjuang selama 55 tahun mengembangkan PMII. “Saat ini sudah terkumpul 30 ribu kader PMII dari beberapa daerah yang akan ikut bersama sama berdoa untuk kesejahteraan negara kesatuan republik indonesia,” paparnya.(*/bbs)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]