Detil Berita
 

[no: 231]

PRESIDEN RI KE 6 SUSILO BAMBANG YUDHONO RAMAH TAMAH SEBELUM SHOLAT JUMAT DI MASJID AL AKBAR 16 JUNI 2017





[no: 230]

-H-LA-NYALLA-M-MATTALITTI-MEMBERIKAN-INFAQ-TAKJIL 100 JUTA





[no: 229]

Perjalanan UMROH Karyawan MAS; Dari Masjid Al Akbar Menuju Masjid Nabawi



Umrah adalah haji kecil karena tidak ada ibadah wukuf di Arafah dan bermalam di Mina. Haji itu adalah wukuf di Arafah. Umrah dapat dilaksanakan sepanjang waktu kecuali pada bulan-bulan Haji (Dzulhijjah).

Tahun ini, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya kembali memberangkatkan dua karyawannya yang berprestasi untuk menjalankan ibadah Umroh. Bapak Karmin (Kasi Bengkel) merupakan karyawan teladan dalam pengabdiannya di MAS selama lebih dari 15 tahun. disiplin waktu dan loyalitas bekerja menjadi point utama penilaian karyawan teladan di MAS. Selain itu, Bapak Langgeng (Unit Mekanik dan Plumbing) adalah seorang karyawan yang berprestasi, dalam hal ini beliau juara 1 dalam lomba Volley antar karyawan MAS.

Hari ini, Selasa (10/1/2017) beliau bersama rombongan bertolak menuju bandara Juanda Surabaya untuk melakukan perjalanan religi ke kota suci Mekkah dan Madinah. Direncanakan tanggal 20 Januari 2017 mereka tiba di Indonesia.(Fit)

Masjid Nabawi Kami tiba di Madinah tengah malam. Pemandu memberitahu kami bahwa kami sudah sampai. Beliau juga memberitahukan di tengah kegelapan malam itu bahwa di sisi kanan kami adalah Masjid Nabawi. Kami yang tengah terkantuk-kantuk itu melek seketika karena penasaran seperti apakah Masjid Nabi Muhammad yang sering kami dengar itu. Rupanya, hotel tempat kami singgah cukup dekat dari Masjid Nabawi. Kami tinggal berjalan kaki ke sana.

Setelah check in, pukul 2 malam kami siap-siap menuju Masjid Nabawi. Begitu mulai memasuki halaman masjid, kami membaca doa khusus masuk Masjid Nabawi. Dalam suasana yang hening serta kilauan lampu, kami melihat megahnya Masjid Nabawi. Tak pelak suasana haru merasuki kalbu. Mata berkaca-kaca seketika. Subhanallah...

Memasuki masjid Nabawi berdecaklah kekaguman kami, sunggguh indah interior di dalamnya, sungguh sejuk udara di dalamnya, karpetnya berupa permadani yang tebal dan indah, lampu-lampu yang bergelantungan di atas sangat artistik. Interior di dalam masjid mengingatkan kami pada interior di dalam masjid Cordoba di Spanyol.

Di dalam Masjid kami lanjutkan dengan ritual sholat tahajjud, taubat, hajat, dzikir, berdoa, tilawah hingga subuh tiba yang rupanya adalah pukul 5.45 waktu Arab Saudi. Baru kami tahu rupanya di sana adzan shubuh dua kali dan selalu ada Shalat Ghaib setelah sholat wajib berjama’ah. Shalat Ghaib ini merupakan shalat untuk shahabat-shahabat Nabi Muhammad SAW yang gugur dalam perang.

Raudhah

Pukul 6.30 kami pulang ke hotel. Lalu sejam kemudian kami melanjutkan acara dari pemandu yaitu ke Raudhah. Raudhah adalah tempat mustajab untuk berdoa di dalam Masjid Nabawi yang letaknya di dekat makam Rosulullah. Tempat tersebut ditandai dengan karpet warna hijau. Namun kami harus mengantri dan berdesak-desakan dengan jamaah seluruh dunia yang hendak berdoa juga di sana. Ketika sampai giliran kami, begitu menginjak karpet hijau aku langsung sholat mutlaq dua rakaat dan berdoa. Tak kuasa kami menangis sambil bersujud dan berdoa. Dan ketika kami bangkit, rupanya teman-teman yang lain juga sama bermata merah sepertiku.

Masjid Kuba

Tempat lain yang kukunjungi selama di Madinah adalah Masjid Kuba, masjid pertama yang dibangun Rosulullah, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud. Lalu hari ketiga berangkat ke Mekkah untuk menunaikan rukun umroh. Pertama kami niat ihram dari Masjid Bir Ali lalu berangkat ke Mekkah dengan bus. Perjalanan sekitar 6 jam menuju hotel. Pukul 11.00 malam kami jalan kaki menuju Masjidil Haram.

Masjidil Haram

Di sana ramai sekali orang dengan pakaian ihram yang sama-sama menunaikan rukun umroh. Ketika memasuki Masjidil Haram, tampaklah batu besar berwarna hitam berbentuk segi empat yang tak lain adalah ka’bah. Ketika kami terus memandangnya, entah mengapa tiba-tiba ada perasaaan haru dan mata jadi berkaca-kaca. Kami thawaf mengelingi ka’bah dengan membaca talbiyah, tak kuasa air mata kembali mengalir deras. Semoga doa kami, teman-teman kami semuanya dikabulkan Allah Swt. Dan kelak, kami dapat kembali ke sini untuk melakukan ibadah Haji. Amin, kemudian kami berhenti sejenak minum air zam zam lalu Sa’i 7 putaran dari bukit Shafa ke Marwah diakhiri dengan tahallul (menggunting rambut 3 helai).

Multazam

Keesokan harinya ketika acara bebas, kami kembali ke Masjidil Haram. Kami berniat untuk berdoa ke Multazam, setengah lingkaran di samping ka’bah yang merupakan tempat mustajab untuk berdoa. Setelah tawaf 7 putaran kami antre masuk ke dalam. Lalu sholat mutlaq 2 rakaat, minum air zam zam dan berdoa. Kami proposalkan semua keinginan kami di depan ka’bah. Setelah selesai, kami keluar dan mencium ka’bah sambil berdoa. Kali ini kami menangis, lagi, untuk ke sekian kalinya. (Langgeng &Karmin)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]