Detil Berita
 

[no: 177]

Sego Bungkus untuk Dhuafa



Ahad (29/3), para anggota Remaja Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya mengadakan kegiatan bagi-bagi sego bungkus, sebanyak 50 paket nasi dan minuman kemasan dibagikan kepada para dhuafa di sekitar kecamatan kebonsari, kecamatan pagesangan, dan kecamatan menanggal. Targetnya dikhususkan kepada tukang becak, penjaga palang pintu kereta api, petugas kebersihan, pemulung, pengemis, tujuannya agar kita mampu berbagi rejeki serta memperkenalkan Remaja Masjid Al-Akbar kepada masyarakat sekitar

Dimulai pukul 08.00-09.00 WIB para “Sebung Hunters” (sebutan bagi pembagi nasi bungkus) bersemangat dengan membawa kresek penuh bermuatan paket nasi. Satu paket nasi dinominalkan sepuluh ribu rupiah dan syukur alhamdulillah semuanya bisa dibagikan merata kepada para dhuafa.

Kegiatan ini dimotori oleh divisi humas Remaja Masjid Al-Akbar Surabaya, Audi Permana selaku koodinator pelaksana Sebung mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata menyambung silaturrahmi antara masjid dan masyarakat sekitar masjid. “kita harus bisa mesra dengan masyarakat sekitar, agar mereka bisa merasakan dampak dari adanya masjid lebih dari shalat dan mengaji, tetapi juga kegiatan sosial.” Ujarnya.

Rencananya kegiatan ini akan diadakan secara berkala selama sebulan sekali, dengan berbagai kemasan yang pastinya akan semakin berkembang. Tidak hanya berhenti di nasi bungkus, kemungkinan bila dananya mencukupi, Remaja Masjid Nasional Al-Akbar juga akan berbagi sembako, dan kebutuhan masyarakat lainnya. Dan bisa jadi beberapa komunitas remaja muslim juga akan diundang untuk turut serta dalam kegiatan ini.

Salam Sebung..!!!


[no: 176]

Diklat Guru Alqur’an Metode Tilawati MAS



Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan Alqur’an, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) mengadakan Diklat Guru Alqur’an Metode Tilawati Sabtu-Ahad, 28 Februari – 1 Maret 2015 lalu.

Bertempat di Ruang Sunan Kalijaga (Lantai dasar MAS), diklat ini dihadiri oleh 50 orang peserta dari Jombang, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerjo. Acara yang digawangi oleh direktorat Imarah Bagian Kajian dan Diklat ini dibuka oleh direktur Imarah MAS, H. M. Roziqi, MM pada pukul 07.30 WIB, yang dilanjutkan oleh Drs. H. Umar Zaini, selaku direktur Yayasan Nurul Falah, Ketintang.

Diantara materi yang diajarkan meliputi lagu dan Pokok Bahasa Tilawati 1-5, Ghorib dan Musykilat, Munaqosyah, Micro Teaching, Tilawati PAUD. Semua pengajar adalah ustadz dari Pesantren Alqur’an Nurul Falah Surabaya, Jl Ketintang Timur PTT VB Surabaya.

“Alhamdulillah…animo peserta baik. Dari remaja sampai usia senja juga ada yang menjadi peserta diklat ini. Peserta diantaranya ada mengajar di langgar dekat rumah mereka, dan di Taman Pendidikan Alqur’an, serta di Masjid-masjid terdekat. Metode tilawati ini mudah dan lagunya gampang diingat. Peserta nantinya, pada hari kedua, akan diuji (munaqosyah) oleh tim penguji dari Nurul Falah Surabaya. Bagi peserta yang tidak lulus, akan mengikuti RTL (Rencana Tindak Lanjut), mereka akan dibina sampai bisa,” jelas M. Jakfar selaku panitia pelaksana.

Diantara 50 peserta, yang berhasil lulus seleksi sejumlah 25 orang. Kriteria lulus yang diujikan meliputi penguasaan tajwid, metodologi pengajaran dan praktek mengajar. Diklat Guru Alqur’an ini merupakan program tahunan MAS. (fitri)


[no: 175]

Grup Qasidah MAS “Miftahul Jannah” Masuk Dapur Rekaman



Dalam rangka memperluas jangkauan pemasaran dan promosi, grup Qasidah MAS yang bernama “Miftahul Jannah” masuk dapur rekaman (25/2).

Bertempat di studio Cita Entertainment Pagesangan Surabaya, Grup ini menuntaskan 8 lagu. Personel yang terdiri dari 15 orang ini merupakan ibu-ibu Muslimah yang tergabung dalam Pengamal (Pengajian Muslimah MAS) pimpinan ustadz Udin. Miftahul Jannah sering mengisi acara –acara Masjid, seperti halal bihalal keluarga besar MAS, Milad MAS, dan juga acara pengajian di temnpat lain. Dengan keu

“Rekaman ini nantinya akan dibuat DVD untuk portofolio kami, sehingga klien mengetahui performa kami. Diharapkan dengan media promosi ini kami dapat membantu acara-acara islami jama’ah dan menambah nilai ibadah bagi kami,” jelas bu Ibrahim, salah satu anggota qasidah. (fitri)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]