Detil Berita
 

[no: 164]

Taushiyah Remaja bersama Remas Al Akbar



Wanita dari masa ke masa selalu menjadi topik hangat setiap waktu. Dari ujung rambut hingga ujung kaki tak habis dibahas. Bertepatan dengan hari Hartini, Remas Al Akbar menggelar Taushiyah Remaja (20/4) dengan tema “Cewek di Masa Lalu, Masa Kini dan Nanti”.

Bertempat di ruang Muzdalifah MAS, kegiatan ini diikuti oleh 156 peserta. Menghadirkan pembicara dati tim trainer ON Jamil Azzaini, Ustadz M. Zubairi, beliau mengatakan bahwa untuk remaja muslim, ada tiga hal yang harus dilakukan,” Segerakan keyakinan, segerakan tindakan, dan seimbang antara dunia dan akhirat,” jelasnya.

Diantara materi yang disampaikan meliputi Bagaimana perempuan remaja bersikap, bagaimana realisasi gaya hidup lewat pembelajaran dari muslimah sebelumnya, misalnya Aisyah istri Rasul SAW, Khadijah, Fatimah anak Rasul SAW, dan juga ibu Kartini. Materi lainnya adalah bagaimana cara perempuan remaja bersikap terhadap lawan jenis.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengambil ibroh dari peringatan hari Kartini, untuk memberi bekal kepada remaja muslim dalam menghadapi kehidupannya, supaya tidak salah langkah dan tetap terarah kepada Islam,” ujar Lukman Ardian selaku ketua Panitia. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin Remas yang dilaksanakan setiap minggu ke-3 setiap bulannya dengan tema bervariasi. (fitri)


[no: 163]

Kajian Dhuha :Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyah, Basyariyah



UMAT Islam khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, pada saat ini cukup memprihatinkan, karena banyak musibah yang menimpa. Di sisi lain sering terjadi keretakan-keretakan yang terkait dengan ukhuwah (persaudaraan), baik ukhuwah Islamiyah, wathoniyah, maupun basyariyah. Terjadinya keretakan ukhuwah ini sebenarnya berawal dari merasa gengsinya seseorang untuk meminta maaf kepada orang lain. Atau tidak mau mengakui bahwa dirinya bersalah. Berangkat dari situlah, MAS mengadakan Kajian Dhuha (27/4) yang bertema Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah. Bertempat di ruang Muzdalifah MAS, kajian ini diikuti oleh 500 jamaah. Sebagai pemateri Dr. H. Zainuddin MZ, Lc, MA. Beliau mengatakan bahwa jika kita sadar apa yang diajarkan Rasulullah SAW, maka kita melakukan hal utama ahli dunia dan akhirat, “Pertama, engkau mengadakan sillaturrahim kepada yang enggan menjalin hubungan denganmu. Kedua, memberikan kepada seseorang yang enggan memberikan sesuatu kepadamu. Ketiga, engkau memaafkan orang yang mendholimimu,” ujar Zainuddin. Dijelaskan pula bahwa berawal dari rasa gengsi, tidak mau minta maaf kepada orang lain inilah yang kemudian menimbulkan keretakan-keretakan antara satu dengan yang lain. Dalam Al-Qur’an katakata akhun (persaudaraan) disebut sebanyak 52 kali, ikhwatun sebanyak 7 kali. Di antaranya adalah surah al Hujurat ; 10 yang maknanya : Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. Sebab itu, damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. “Konsekuensi ukhuwah, adalah pertama, atta’aawun (saling menolong). Saling membantu jika mereka membutuhkan sedangkan kita mampu dan bisa. Kedua, at tanaashur (saling mendukung). Di saat mereka terkena musibah, mereka saling mendukung, siapapun mereka. Ketiga, at tasaamuh (saling toleransi). Tentu toleransi di sini dalam hal-hal seremonial, tidak dalam hal ritual. Karena dalam aqidah tidak boleh untuk dicampur adukkan. Karena iman harus murni, tidak tercampur dengan yang lain. Keempat, at taraahum (saling mengasihi). Saling menyayangi antara satu dengan yang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila umat ini menjalankan lima hal, maka mereka akan mendapatkan musibah, baik berupa angin merah (pagebluk, jenis penyakit), atau saling memusuhi, satu sama lain. Yaitu pertama, durhaka kepada kedua orang tua. Kedua, merebaknya perbuatan zina. Ketiga, banyaknya orang yang minum khomr. Keempat, pemimpin negara perempuan. Keempat, laki-laki menjadi penurut terhadap isterinya),” jelas Zainuddin. (fitri)


[no: 162]

Taushiyah Remaja bersama Remas Al Akbar



BERTEPATAN dengan hari Hartini, Remas Al Akbar menggelar Taushiyah Remaja (20/4) dengan tema “Cewek di Masa Lalu, Masa Kini dan Nanti”. Bertempat di ruang Muzdalifah MAS, kegiatan ini diikuti oleh 156 peserta. Menghadirkan pembicara dati tim trainer ON Jamil Azzaini, Ustadz M. Zubairi, beliau mengatakan bahwa untuk remaja muslim, ada tiga hal yang harus dilakukan,” Segerakan keyakinan, segerakan tindakan, dan seimbang antara dunia dan akhirat,” jelasnya. Diantara materi yang disampaikan meliputi etika perempuan remaja bersikap, bagaimana realisasi gaya hidup lewat pembelajaran dari muslimah sebelumnya, misalnya Aisyah istri Rasul SAW, Khadijah, Fatimah anak Rasul SAW, dan juga ibu Kartini. Materi lainnya adalah bagaimana cara perempuan remaja bersikap terhadap lawan jenis. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengambil ibroh dari peringatan hari Kartini, untuk memberi bekal kepada remaja muslim dalam menghadapi kehidupannya, supaya tidak salah langkah dan tetap terarah kepada Islam,” ujar Lukman Ardian selaku ketua Panitia. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin Remas yang dilaksanakan setiap minggu ke-3 setiap bulannya dengan tema bervariasi. (fitri)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]