Detil Berita
 

[no: 158]

Pelajar Doa Bersama Lulus UN



WAKIL Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf mengajak semua siswa dan guru untuk melaksanakan ujian nasional secara jujur. “Yang penting itu lakukan ujian dengan jujur, karena tidak ada artinya lulus 100 persen tapitidak jujur. Target Jatim itu menjadi yang terbaik secara nasional, itu saja,” katanyasetelah menghadiri Doa Bersama Untuk Sukses UN 2014 di Masjid Al Akbar Surabaya, beberapa waktu lalu. “Doa Bersama Untuk Sukses UN 2014” yang digelar PW Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jatim bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jatim itu diikuti 4.000-an pelajar MTs/SMP dan MA/SMA dari berbagai sekolah, terutama Surabaya dan Sidoarjo. Dalam pesannya, Wagub Jatim meminta pelajar tidak mempercayai dukun menjelang ujian nasional (UN), karena hal itu justru menjauhkan pelajar dari Tuhan, padahal dorongan spiritual itu menjadi penting pada saat seseorang menghadapi ujian. “Ada dua pesan penting untuk menghadapi ujian yakni lakukan ikhtiar yang maksimal dengan belajar, tapi jangan tegang, karena kalau tidak lulus juga masih ada ulangan atau mengikuti Kejar Paket C,” katanya. Pesan yang juga penting adalah bertakwa kepada Tuhan setelah berusaha. “Karena itu, pemerintah mendukung kegiatan ini (doa bersama), karena kegiatan ini justru mendekatkan diri kepada Tuhan. Kalau percaya dukun justru menjauhkan diri dari Tuhan dan menghilangkan konsentrasi belajar,” katanya. Dalam acara yang juga dihadiri Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Mahfudh Shodar, dan Kepala Bidang SMA/SMK/ Perguruan Tinggi pada Dinas Pendidikan Jatim Hudiyono itu, Wagub Jatim menilai doa bersama yang diadakan IPNU Jatim itu justru memantapkan mental pelajar dalam menghadapi UN. “Saya doakan anak-anak sukses semuanya, sehingga Indonesia ke depan akan dipimpin oleh pemimpin yang tidak lupa agama. Tapi, sukses itu ditentukan ilmu yang cukup dan hubungan yang baik dengan Tuhan. Kalau ilmunya pas-pasan ya akan ketinggalan,” katanya. Senada dengan itu, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah menyatakan kecerdasan intelektual itu tidak cukup, namun perlu kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. “Ketiga kecerdasan itulah yang harus menjadi pedoman kalian di IPNU,” katanya. Doa bersama itu juga disemarakkan dengan penyerahan tropi kepada sepuluh pelajar SMP/MTs dan sepuluh pelajar SMA/MA/SMK di Jatim yang menjadi peserta “try out” UN yang diselenggarakan pengurus IPNU pada 38 kabupaten/kota se-Jatim selama kurun Februari 2014. Tropi diserahkan oleh Wagub Jatim H Saifullah Yusuf dengan didampingi Ketua PW IPNU Jatim, Imam Fadlli. Rencananya, UN SMA pada 14-16 April mendatang diikuti lebih kurang 230.000 pelajar SMA/MA serta 187.000 pelajar SMK se-Jatim, sedangkan UN SMP/MTs dilaksanakan pada 5-8 Mei dengan diikuti sekitar 840.000 pelajar MTs/SMP se-Jatim.(ant)


[no: 157]

Istighotsah dan Do’a Keselamatan Bangsa



Gubernur Jatim Soekarwo mengajak seluruh lapisan masyarakat Jatim untuk mengurangi kemaksiatan. Ini merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah musibah yang terjadi di Indonesia pada umumnya dan Jatim pada khususnya. "Jika musibah sedang terjadi, pemimpin suatu daerah akan ditanya oleh Allah SWT, apa yang sudah pemimpin itu perbuat? Apabila semua usaha sudah dilakukan dan tidak ada yang bisa menolong, maka hanya ada satu cara mencegahnya yaitu kurangi kemaksiatan," tegasnya saat menghadiri Istighotsah dan Doa Keselamatan Bangsa dari berbagai Musibah di Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya, Sabtu (15/2/2014) malam. Upaya Pemprov Jatim dalam mengurangi kemaksiatan cukup serius, terang Pakde Karwo, sapaan akrabnya, bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim beberapa tempat lokalisasi yang tersebar di Jatim telah berhasil ditutup. Berbagai upaya dilakukan yakni memberikan pelatihan keterampilan bagi PSK dan bantuan modal usaha agar beralih profesi dengan dilakukan pendampingan sampai mandiri secara ekonomi. Di hadapan ribuan para jamaah istighotsah, Pakde Karwo mengatakan, musibah yang saat ini terjadi merupakan ujian yang diberikan Tuhan YME untuk meningkatkan derajat masyarakat Jatim. Melalui istighotsah dan upaya pengurangan kemaksiatan yang dilakukan pemerintah, diharapkan musibah yang terjadi di Jatim bisa berkurang. Doa dan upaya ini telah dikabulkan oleh Allah SWT, ini terbukti wilayah Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik di 2014 tidak banjir seperti tahun-tahun sebelumnya. Dia berharap, semoga tidak terjadi letusan gunung susulan di wilayah timur Jatim yang banyak terdapat gunung berapi antara lain Gunung Bromo, Ijen, Semeru dan lainnya. Dan efek letusan Gunung Kelud yang sudah terjadi bisa member manfaat bagi semua masyarakat di sekitarnya. Semua jamaah istighotsah supaya selalu berdoa untuk keselamatan Jatim dalam semua aktifitas sehari-hari baik di rumah, kantor, atau lainnya. "Berkat kuatnya doa seluruh masyarakat Jatim terhadap Tuhan YME, semoga musibah-musibah lainnya tidak akan terjadi dan gunung-gunung berapi menjadi dingin," imbuhnya. Pakde Karwo mengimbau, semua warga yang berada di pengungsian, baik bencana longsor maupun letusan gunung Kelud, supaya selalu sabar dan menuruti imbauan dari pemerintah serta Polri/TNI. Karena bahaya masih mengancam warga, baik masalah kesehatan, kebersihan dan pemenuhan kebutuhan sandang pangan. Istighotsah ini diikuti oleh PNS di lingkup Pempov Jatim, Forpimda, TNI, dan semua masyarakat yang tergabung di Majelis Dzikir Jatim. Pada kesempatan tersebut, pengurus Masjid Nasional Al- Akbar menyerahkan bantuan sebesar Rp 50 juta kepada korban letusan Gunung Kelud melalui Pemprov Jatim (*)


[no: 156]

Dubes Amerika Serikat Kagumi Al Akbar



Duta Besar AS untuk Indonesia Robert O. Blake Jr. mengapresiasi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) yang lokasinya berdekatan dengan Gereja Katolik Sakramen Maha Kudus Pagesangan, Surabaya. Ia menilai, kedekatan kedua rumah ibadah jelas menunjukkan toleransi tinggi di Tanah Air. Hal itu terungkap saat berkunjung ke Masji Al Akbar , Senin (10/2). Didampingi Direktur Utama (Dirut) Masjid Al Akbar Surabaya H Endro Siswantoro dan Konsul Jenderal AS di Surabaya Joaquin F. Monserrate, ia menyatakan sangat berterima kasih atas keramahan pengurus masjid terbesar kedua di Indonesia itu yang membuatnya bisa melihat ruang utama masjid (dari lantai 2) dan menaiki menara masjid setinggi 99 meter itu. Ketika mendampingi Dubes AS meninjau beberapa ruangan masjid, Dirut Masjid Al Akbar Surabaya H Endro Siswantoro menjelaskan masjid dengan luas bangunan 2,3 hektare dan luas tanah 11 hektare itu diresmikan almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 10 November 2000, lalu Gus Dur meresmikan gereja katolik itu. "Ruang utama memiliki sebuah kubah (bangunan berbentuk separuh bola) dan lima mihrab (tempat imam memimpin ibadah) yang melambangkan Pancasila dengan lima sila. Kalau Idulfitri, ruangan itu penuh hingga lantai atas dan halaman luar masjid, karena jamaah yang shalat mencapai 100 ribu orang lebih," katanya. Selain itu, tiang bendera di depan pintu timur masjid memiliki ketinggian 17 meter yang melambangkan tanggal 17, lalu ornamen masjid memiliki segi delapan (8) yang melambangkan bulan Agustus) dan pintu utama yang ada berjumlah 45 buah yang melambangkan tahun 1945, sehingga semuanya melambangkan 17-8-1945 yang merupakan waktu proklamasi kemerdekaan RI. "Sementara menara masjid berketinggian 99 meter yang melambangkan 99 nama mulia Tuhan atau Asmaul Husna, lalu mihrab masjid yang berjumlah lima buah juga melambangkan rukun Islam. Di dekat pintu timur juga ada air mancur yang melambangkan air zamzam di Masjidilharam Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah," katanya. Ia menambahkan masjid yang didirikan untuk mereprentasikan jumlah umat Islam di Jatim yang mencapai 95 persen dari 39 juta lebih penduduk itu merupakan masjid terbesar kedua di Indonesia dengan lokasi berdekatan dengan gereja katolik di sisi utara masjid. "Masjid ini sudah tiga kali dikunjungi diplomat AS dalam lima tahun terakhir. Untuk Dubes AS, ya Mister Robert Blake yang pertama. Sebelumnya ada mantan Konsul Jenderal AS di Surabaya Kristen F Bauer dan rombongan senator dari sejumlah negara bagian di AS juga sempat mengelilingi masjid ini," katanya kepada Dubes AS sambil berjalan ke lokasi menara masjid. Dalam kesempatan itu, Dubes AS Robert Blake sempat menerima kenang-kenangan berupa pin Masjid Al Akbar Surabaya yang langsung disematkan oleh Direktur Masjid Al Akbar Surabaya H Endro Siswantoro serta sebuah plakat masjid.(ant)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]