Detil Berita
 

[no: 155]

MAS Peduli Banjir : BAKSOS ke Kecamatan Rengel Tuban



Banjir luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Tuban merendam 4 Kecamatan di Kabupaten Tuban. Akibatnya lahan pertanian siap panen, rumah warga maupun jalan desa masih tergenang. Dampak banjir di kawasan Kec. Widang di Desa Patihan merendam 100 rumah, 3 KM jalan desa, serta 51 hektar lahan pertanian. Akibatnya tanaman padi dan jagung siap panen terendam dan terancam puso.

Di Desa Ngadipuro sebanyak 20 rumah terendam, 40 hektar sawah dan 1 KM jalan desa terendam setinggi 60 CM sampai 80 CM. Sedangkan di Desa Tegalrejo merendam 5 rumah saja. Di Desa Widang merendam 135 rumah, menggenangi 2,1 KM jalan desa, setinggi 1 meter dan 43 hektar sawah dan kebun. Banjir di Desa Kedungharjo merendam 8 rumah, 10 hektar sawah dan kebun. Sedangkan di Desa Simorejo banjir merendam 37 rumah.

Sementara di Kecamatan Soko, banjir merendam 9 Desa setinggi 30 CM antara lain Desa Menilo, Desa Sandingrowo, Desa Glagahsari, Desa Kenongosari. Desa Pandanwangi, Desa Mojoagung, Desa Simo, Desa Rahayu dan Desa Kendalrejo. Dengan menggenangi persawahan seluas 152,5 hektar, 105 rumah, 6 KM jalan desa, 2 sekolah dan 1 mushola.

Banjir Di Kecamatan Rengel merendam 8 Desa, setinggi 30 CM. Yakni Desa Banjararum, Desa Campurejo, Desa Sumberejo, Desa Ngadirejo, Desa Sawahan, Desa Karangtinoto, Desa Kanorejo dan Desa Tambakrejo. Menggenangi persawahan seluas 992 hektar, Ladang 95 hektar, Pekarangan 95.5 hektar. Sedangkan jalan poros desa 9,4 KM, 139 rumah, dan 7 sekolah.

Untuk itu, tim Baksos MAS dipimpin oleh Drs H M Ghufron Ihsan, M.PdI (Kabag Sosial dan Remas) yang terdiri dari 13 orang berangkat ke Kecamatan Rengel, Selasa (7/01/2014) untuk mendistribusikan bantuan berupa 100 paket sembako. Ditemui oleh H Ahmad Rudi, tokoh masyarakat Kecamatan Rengel, Ghufron Ihsan mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bantuan dari jamaah MAS yang disalurkan melalui Masjid Al Akbar,“ semoga paket sembako ini dapat – setidaknya- membantu meringankan beban masyarakat Kec. Rengel, Tuban,” kata Ghufron Ihsan. (muhaimin‬ lensa Indonesia, fitri MAS)


[no: 154]

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di MAS



Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAS diisi dengan pengajian Akbar oleh KH Syukron Jazilan, 13 Januari 2014 lalu. Tema yang diangkat dalam pengajian akbar ini adalah Meneladani Kehidupan Rasulullah Saw.

Bertempat di Ruang Utama MAS, jamaah yang hadir mencapai 600 orang lebih. Acara dimeriahkan oleh grup shalawat Al Fatah dari Ponpes Mahasiswa Darul Arqom, UIN Sunan Ampel Surabaya. Pada kesempatan ini MAS juga memberikan santunan berupa sejumlah uang kepada 50 anak yatim dari Panti Asuhan Bani Ya’kub Menanggal, Putri Aisyiyah 2 Kebonsari, Al Muttaqin Jemursari, dan Annafilah Pagesangan.

“Akhlaq Rasulullah adalah Alqur’an. Rasulullah laksana Alqur’an berjalan. Begitu kata Aisyah ra. Sudah saatnya kita kembali kepada sunnah. Kembali kepada Alqur’an. Begitu penting akhlaq sehingga Rasulullah diutus ke dunia hanya untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Dengan begitu, jika semua manusia menerapkan akhlaq karimah, tidak ada yang namanya korupsi, tidak ada yang namanya illegal logging, tidak ada yang namanya kasus Hambalang,” Tegas KH Syukron Jazilan. (fitri)


[no: 153]

Siswa SMA Maarif NU Pandaan Study Excursie ke MAS



Dalam rangka Study Excursie, SMA Ma’arif NU Pandaan kunjungi MAS, 3 Januari 2014 lalu. Rombongan siswa yang berjumlah 100 orang ini didampingi oleh 5 guru dan 2 pendamping siswa. Mereka ditemui di ruang Muzdalifah MAS oleh Kabag Kajian dan Diklat H M Abd Choliq Idris, S. Ag.

Selain mengunjungi MAS, mereka juga mengunjungi Pabrik Gula di Tulangan, Taman Wisata Mangrove Surabaya, dan tempat lain yang telah dijadwalkan sebelumnya. Di MAS, mereka tak hanya datang dan melakukan dialog mengenai pengelolaan masjid, tetapi juga mereka mengunjungi perpustakaan MAS, radio SAS FM (Suara Akbar Surabaya), dan juga wisata Menara Asmaul Husna 99 meter. Mereka dibebaskan untuk ‘menjelajah’ segala fasilitas yang disediakan MAS untuk keperluan belajar di luar sekolah.

M. Riyanto, selaku guru sejarah yang sekaligus ketua rombongan, mengatakan bahwa dengan study Excursie ini diharapkan dapat membuka cakrawala siswa dalam mempelajari dan memahami segala bentuk pengelolaan masjid, pabrik, dan tempat wisata lainnya demi menambah ilmu di luar bangku sekolah, ”kami mengucapkan terima kasih atas pendampingan oleh Manajemen Masjid Al Akbar atas siswa kami. Kami mohon maaf jika tindak tanduk kami kurang berkenan,” ujar Riyanto di akhir acara. (fitri)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]