Detil Berita
 

[no: 149]

Masjid Al Akbar Rancang Laboratorium Botani



Surabaya--Untuk mencegah polusi udara yang disebabkan zat polutan dari knalpot mobil dan kebisingan karena akses jalan tol, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya bersama Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur serta Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melaksanakan penanaman pohon di lahan kosong kawasan sisi tol Masjid Al Akbar, Senin, 16 Desember 2013.

Seperti diketahui, luas Masjid Al Akbar adalah 8, 2 hektar, sedangkan luas bangunan adalah 1, 2 hektar. Sisa luasan bangunan saat ini digunakan untuk area parkir dan tanaman.

Hadir dalam acara tersebut, Dirut MAS H Endro Siswantoro, Ketua DMI Jatim HM Roziqi, Kabid Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Dinas Kehutanan Jawa Timur, Rektor UWK H Sri Harmadji dan para takmir masjid di Surabaya dan sekitarnya.

Program penanaman pohon juga bagian dari implementasi kesepakatan antara Menteri Kehutanan dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat dalam rangka mensukseskan gerakan penanaman satu milyar pohon di Indonesia.

Saat ini, Masjid Al Akbar memiliki 850 pohon yang ditanam sejak tahun 2000. Sedangkan Dinas Kehutanan memberikan bantuan tambahan berupa 1018 bibit, antara lain bibit glodok, tanjung, trembesi, sirsat dan matoa. Selain itu, Masjid Al Akbar juga mendapat bantuan pupuk kompos 30 ton dari PT Perkebunan Nusantara X untuk merawat beragam jenis tanaman.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan kesepakatan kerjasama antara Masjid Al Akbar Surabaya (Direktur Utama Drs H Endro Siswantoro, M.Si) dengan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (Rektor Prof H Sri Harmadji, dr, SP.THT-KL) dalam program penataan lingkungan/tanaman di sekitar Masjid Al Akbar Surabaya.

Ke depan, selain berfungsi untuk taman kota, Masjid Al Akbar akan menyediakan stok plasma nutfah untuk bahan penelitian dan pengembangan biologi dan pertanian serta laboratorium botani bagi pelajar dan mahasiswa.

Selain dengan UWK, Masjid Al Akbar juga sudah menjalin kerjasama dengan institusi lain dalam program yang berbeda, antara lain dengan LPIQ (2007), Disperindag Jatim (2007), Disnakertrans Jatim (2007), Konsorsium Pendidikan Indonesia (2007), SAS FM (2008), Gajah Duduk (2013), dan Universitas Darul Ulum Jombang (2013). (helmy)


[no: 148]

Ustadz Ahmad Al Habsyi : “Ada Surga di Rumahmu”



MAS kedatangan tamu dari Jakarta, Ustadz Ahmad Al Habsyi. Beliau memberi taushiyah kepada seluruh Jamaah Shalat Jum’at di MAS pada 13 Desember 2013 lalu.

Bertempat di ruang Utama MAS, Al Habsyi mengangkat tema ”Ada Surga di Rumahmu”. Beliau mengatakan bahwa ada orang bisa menghormati surga di luar, tetapi tidak pandai memuliakan surganya yang di dalam. Orang lain di luar dihormati, orang tua yang di dalam dikurang ajari. Di luar selalu berucap “siap laksanakan”, tetapi di dalam rumah, kepada orang tua selalu ada pembangkangan

” Ada orang yang bisa mendatangi surga yang jauh, tetapi tidak pernah ada waktu mengunjungi surga yang dekat. Ada seorang pengusaha dari Kalimantan, dia termasuk terkaya di daerah itu. Tiap tahun dia membiayai orang untuk Umroh gratis 600 orang menggunakan uang pribadi. Dia bisa pergi haji plus setiap tahun. Punya waktu pergi umroh berkali-kali. Setelah saya tanya tentang motivasi dia melakukan itu semua, dia menjawab dengan santai dan bangga dia mengatakan aku ingin masuk surga. Inilah bodohnya masa lalu saya dan anda. Surga yang jauh sibuk kita datangi, surga yang dekat tidak sempat diurusi dan dikunjungi. Siapa surga yang dekat itu? surga yang dekat itu adalah ayah dan ibu,” tegas Al Habsyi.

Al Habsyi juga menegaskan bahwa banyak orang yang bisa membahagiakan surganya di luar, tetapi tidak bisa membangun surganya di dalam. Orang luar bisa dia bikin tersenyum, tetapi ayah ibunya dibikin meneteskan air mata. Orang-orang di luar bisa dia bikin bahagia, kenapa ayah dan ibunya dia bikin menderita. Itu namanya mengejar surga yang jauh, lupa yang dekat.

“Maka dari itu, marilah kita membahagiakan ayah ibu kita. Karena peran doa ayah ibu kita. Kalau kita hitung jasa orang tua kita, tidak bisa membayarnya dengan apapun yang kita miliki, bahkan nyawa sekalipun. Betapa banyak orang tua yang bisa membahagiakan tujuh anaknya, tetapi betapa banyak anak tujuh yang tidak bisa membahagiakan satu orang tua,” pungkas Al Habsyi. (fitri)


[no: 147]

MAS Dukung Fatwa MUI Tentang Larangan Penyalahgunaan Formalin



Semakin maraknya penyalahgunaan formalin dalam pengolahan ikan, yang sangat merugikan bagi masyarakat yang tak lain adalah konsumen kita, maka MUI mengeliarkan Fatwa MUI No 43/2012 Tentang Penyalahgunaan Formalin Dan Bahan Berbahaya Lainnya Dalam Penanganan Dan Pengolahan Ikan.

Hal ini disampaikan oleh Drs H Moh Munief, MM, selaku kepala Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup Dan Sumber Daya Alam (LPLH-SDA) MUI Kota Surabaya sekaligus Kabag Ibadah dan Dakwah Masjid Nasional Al Akbar, kepada 50 nelayan Greges Kecamatan Asemrowo Surabaya, dalam pertemuan yang digelar pada tanggal 17 Desember 2013 lalu di Balai Pertemuan Sontoh Laut.

Fatwa ini di susun dan di bahas untuk merespon semakin memprihatinkan kondisi para nelayan, pengolah, dan pemasaran hasil perikanan di Indonesia, dalam hal ini disebabkan :

1. Kurang sadarnya masyarakat perikanan maupun masyarakat pada umumnya akan bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan formalin dan bahan berbahaya lain nya pada pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

(Formalin adalah senyawa Formaldehyde dengan rumus kimia HCOH atau HC₂O). Formalin banyak digunakan :

- Bahan campuran obat pembasmi lalat, Serangga, Perekat kayu lapis, zat pewarna dan bahan peledak.

- Dalam dunia kedokteraan biasanya digunakan sebagai bahan pengawet mayat atau hewan untuk keperluan penelitian.

2. Masih banyak nya pertanyaan dari masyarakat mengenai hukum penggunaan formalin dalam produk perikanan.

3. Potensi perairan wilayah ndonesia meliputi 70% dari total luas Indonesia dan merupakan posisi strategis sebagai poros utama lalu lintas perdagangan internasional. (Sumber daya laut dengan potensi ekonomi USD 800 M = Rp 7.200 T/ tahun = 6 x APBN tahun 2011 menurut M Busro Muqoddas pimpinan KPK)

4. DALAM FATWA MUI NO 43/2012 ANTARA LAIN :

- “Dan dialah, Allah yang menundukan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripada daging yang segar (ikan)” (QS.An-Nahl : 14)

- “Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal dari) laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang orang yang dalam perjalanan” (QS. Al-Maidah : 96)

- “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah langkah syaitan, karena sesungguh nya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah :168)

- “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rizki yang telah Allah berikan kepadamu, syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya menyembah” (QS. An-Nahl (16) :114)

- Dari Abi Hurairah ra i berkata : Rasulullah saw bersabda mengenai air laut : “ia suci airnya halal bangkai (hewan) nya” (HR al-Arba’ah dan Ibn Abi Syaibah, dishahihkan oleh Imam Ibn Khuzaumah dan al-Turmudzi)

Dari hadist ini di pahami bahwa pada prinsip nya, seluruh binatang air, baik tawar maupun asin adalah halal dikonsumsi.

KAIDAH FIQIH

- “Segala mudharat (bahaya) harus dihindarkan sedapat mungkin”.
- “Bahaya itu tidak boleh dihilangkan dengan mendatangkan bahaya yang lain”.
- “Dharar yang bersifat khusus harus ditanggung untuk menghindarkan dharar bersifat umu (lebih luas).
- “Apabila terdapat dua kerusakan atau bahaya yang saling bertentangan, maka kerusakan atau bahaya yang lebih besar dihindari dengan jalan melakukan perbuatan yang resiko bahaya nya lebih kecil”.
- Segala jalan yang menuju kepada sesuatu yang haram , maka hukum nya haram.

Oleh karena itu LEMBAGA PEMULIAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN SUMBER DAYA ALAM (LPLH-SDA) MUI KOTA SURABAYA kerjasama dengan dinas Pertanian, Perikanan, dan kelautan kota Surabaya dan kementrian kelautan dan perikanan mengharapkan:
- Agar setiap muslim dan pihak pihak yang memerlukan dapat mengetahui nya menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan Fatwa No 43/2012 tentang penyalahgunaan formalin dan bahaan berbahaya lain nya dalam penanganan dan pengolahan ikan.
- Bagi masyarakat perikanan baik para Nelayan, Pengolah dan permasaran tidak menggunakan Formalin dan bahan berbahaya lain nya.
- Bahwa dalam Islam salah satu tujuan pokok dari Syariat adalah menjaga jiwa (Hifz Al-Hats) maka Islam menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan mencegah setiap penggunaan bahan yang membahayakan. (fitri)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]