Detil Berita
 

[no: 228]

SHALAT TAHAJJUD MALAM TAHUN BARU DI MASJID AL AKBAR SURABAYA



Masjid Nasional Al Akbar juga mengadakan kegiatan pergantian tahun baru. Serangkaian kegiatan Shalat tahajjud, istighotsah, dan Shubuh berjamaah mewarnai detik-detik pergantian tahun 2016 menjadi 2017. Kondisi ini berkebalikan dengan keadaan pada umumnya yang menyambut datangnya tahun dengan berpesta kembang api, parade petasan, hura-hura, serta kegiatan-kegiatan lain yang tidak bermanfaat lainnya.

Kegiatan dimulai pukul 01.30 dini hari, yakni Shalat tahajjud berjamaah (1/1/2017) yang dipimpin oleh imam KH. Abd Hamid Abdullah, S. H, M.Si (Imam Besar MAS). Kemudian dilanjutkan istighotsah dan doa bersama menyongsong tahun 2017. Tak kurang dari 2000 jama'ah memenuhi ruang utama MAS. Mereka dengan khidmat melakukan ibadah dan lantunan doa sesuai arahan imam. Selesai shalat Tahajjud, kegiatan dilanjutkan dengan shalat Shubuh berjama'ah, kemudian taushiyah b oleh Dr H Imam Mawardi, M.Ag. Adapun tema taushiyah ini adalah tentang larangan berlebih-lebihan dalam menyambut tahun Baru.

"Umat Islam hendaknya tidak menyambut tahun baru dengan berpesta pora, parade kembang api, pesta petasan silih berganti, mabuk-mabukan, dan sederet hal-hal tidak bermanfaat lainnya. Kegiatan tersebut menjadi haram karena berlebih-lebihan. Seperti halnya berwudhu, basuhan yang ke-4 adalah haram karena berlebih-lebihan," tegas Imam Mawardi.

Menurut Imam Mawardi, seorang pemimpin Yahudi konon pernah menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan umat Islam dengan jumlahnya yang besar. “Kecuali pada satu hal yaitu bila jama’ah shalat shubuh mencapai jama’ah shalat Jum’at," pungkas Imam Mawardi. (fit)

Kesan Jamaah yang mengikuti Shalat Shubuh Berjamaah Di MAS

Bpk H. Herawan, Jl. Griya Kebraon barat I – blok BA 16, Surabaya
"Kesan kami sekeluarga jadi memang sudah seharusnya umat Islam menggelorakan Shalat Shubuh berjamaah dengan harapan kalau ini kontinyu di lakukan, nanti secara ekonomi berdampak luar biasa, artinya kalau seluruh Indonesia umat Islamnya melakukan Shalat Shubuh berjamaah, paling tidak kegiatan ekonomi umat Islam itu sudah bisa dimulai setengah lima atau jam lima dan ini merupakan dampak yang sangat luar biasa bagi umat Islam itu sendiri. Yaa memang sekarang ini masih belum terbiasa tapi kalau jadi lama lama paling tidak berjamaah setiap masjid ada yang seribu, dua ribu orang paling tidak usaha ekonomi produktif untuk memenuhi kebutuhan orang Shalat saja sudah luar biasa dahsyat dan ini merupakan aktivitas ekonomi sebagai dampak kegiatan keagamaan yang dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi umat Islam yang sangat sangat luar biasa.

Dan saya pikir ini awal yang sangat bagus di MAS, kami sekeluarga berdoa agar Shalat Shubuh berjamaah bisa kontinyu tidak hanya di awal bulan tapi bisa setiap Shubuh seperti ini sungguh luar biasa. Memang mengulang ulang proses yg baru memang tidakmudah tapi kami yakin gerakan Shalat Shubuh berjamaah ini Inshaallah menjadi kebangkitan umat Islam suatu keniscayaan dan sulit di bendung kembali.

Untuk konsumsi yang sdh di sediakan untuk kami sekeluarga sudah lebih dari cukup, karena bagaimanapun juga kami datang kesini tidak semata-mata ada konsumsi. Tapi semata-mata ingin Shalat Shubuh berjamaah, namun karena pihak takmir MAS menyediakan konsumsi, saya lihat lebih dari cukup yang disediakan, dan saya lihat para jamaah dengan lahap menikmati hidangan yg disediakan, saya pikir ini merupakan hal hal yangg sangat luar biasa yang dilakukan oleh takmir MAS.

Ibu Nur Endah, Pagesangan, Pembina Tahfidh anak-anak Harapan saya Shalat Shubuh seperti Shalat Jumat di MAS. Kita harus menunjukkan kepada publik bahwa orang Islam itu mempunyai semangat beraktivitas sejak pagi, bahkan sejak Shubuh. Terkait konsumsi yang disediakan MAS, sangat memudahkan/membantu para jamaah untuk mendapatkan asupan jasmani setelah mendapatkan asupan rohani, guna melanjutkan aktivitasnya setelah mengikuti Shalat Shubuh berjamaah Shubuh.


[no: 227]

MI MAS: Study Tour ke Pabrik Es Krim Campina



Setelah masa liburan semester I berakhir, tanggal 3 Januari 2017 anak-anak diwajibkan untuk kembali belajar di sekolah. Hari pertama disekolah anak-anak MI MAS tidak langsung belajar, tetapi mereka berkunjung ke pabrik Es Krim Campina untuk belajar tentang bagaimana es krim itu dibuat. Setelah sampai di pabrik, anak-anak diwajibkan untuk melihat film tentang asal mula pabrik Es Krim Campina didirikan. Setelah itu anak-anak diajak untuk makan es krim bersama, mereka bebas memilih es krim yang mereka senangi. Sebelum masuk ke dalam ruang pembuatan es krim, anak-anak diwajibkan untuk mencuci tangan serta memakai headcap. Disana anak-anak pun melihat bagaimana es krim diolah, dan tak lupa pula anak-anak mengunjungi ruang freezer, tempat dimana es krim didinginkan. Allhamdulillah pukul 12.30 anak-anak MI MAS telah selamat kembali ke sekolah. (Ustadzah Qois)


[no: 226]

KB MAS : BERKUNJUNG KE KEBUN SAYUR



Pada tema tanaman kemarin, anak-anak Kelompok Bermain (KB) Masjid Al-Akbar Surabaya berkunjung ke Kebun Sayur Organik Surabaya di Jl. Raya Ketintang Selatan No.47, Karah, Jambangan. Sebelum anak-anak berkeliling kebun, kakak pendamping menjelaskan bagaimana cara menanam sayur organik. Menanam sayur organik ternyata tidak memerlukan tanah, tetapi biji sayur ditanam di rockwool. Anak-anak mencoba menanam biji sayur di atas rockwool. Setelah mengetahui cara menanam sayur organik. Anak-anak berkeliling kebun, mereka melihat tanaman sayuran dari yang masih berumur 3 hari sampai tanaman sayur yang siap dikonsumsi. Anak-anak jadi tahu macam-macam sayuran seperti sawi merah dan bayam merah. Wuaah, semua senang saat melihat tanaman sayuran. (Desty Dina Daniar, Guru KB MAS).


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]