Detil Berita
 

[no: 146]

Imam Besar MAS Ikuti Konferensi Imam Masjid Se-Dunia



Imam Besar MAS, KH Abd Hamid Abdullah, SH, M.Si diundang untuk mengikuti konferensi imam masjid se-dunia pada 2 s.d 6 Desember 2013. Acara ini diikuti oleh para imam masjid di berbagai negara mewakili benua Asia, Afrika dan Eropa. Pertemuan yang bertempat di Hotel Arya Duta Jl Diponegoro 34, Pekanbaru, Riau ini mengangkat tema “Revitalisasi peran imam masjid dalam membangun umat yang berkeadaban”.

Acara dibuka oleh Wakil Menteri Agama, Nasharuddin Umar, MA, yang dilanjutkan dengan sidang oleh pemakalah secara bergantian dari masing-masing negara dan diterjemahkan dalam 3 bahasa, kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab/masukan dari peserta.

“Pertemuan ini menghasilkan 32 rekomendasi tentang peran aktif imam dan masjid”, papar KH. Abd Hamid Abdullah, M.Si.

Hasil konferensi ini disepakati terbentuknya Majlis Imam Masjid Se-Dunia yang berkedudukan di Pekanbaru. Terpilih menjadi Sekretaris Jendral dari Indonesia (Ketua Panitia Penyelenggara) Prof Dr Ir Teuku H Dahril, M.Sc. Sedangkan Ketua Dewan Organisasi terpilih dari Kuwait. Sebagai anggota Dewan dari negara: Pakistan, Afrika Selatan, Sinegal, dan Perancis.

Pertemuan semacam ini rencananya akan dilakukan setahun sekali untuk menyatukan persepsi, aksi dan visi para imam masjid di seluruh negara muslim tentang peran masjid dan imam dalam membangun umat yang berkeadaban. Pada tahun 2014 akan digelar konferensi di Kuwait.

32 Rekomendasi yang dihasilkan dari Konferensi Imam Masjid Se-Dunia

Dalam nama Allah Maha Penyayang Ringkasan Rekomendasi dari Laporan Konferensi

Segala puji bagi Allah dan kedamaian dan rahmat atas Rasulullah

Kita ingin berbagi dengan anda ringkasan dari rekomendasi laporan konferensi tentang peran aktif masjid dan imam. Rekomendasi ini dari makalah-makalah yang disajikan oleh para masyayikh. Dan usulan dari peserta dan masukan mereka yang bagus yang dapat diringkas sebagai berikut :
1. Perlu mengaktifkan kembali peran masjid dan para pemimpin guna pembangunan bangsa
2. Kebutuhan untuk mendirikan sebuah Dewan Imam secara Global
3. Kebutuhan akan diperhatikannya imam dan pengkhotbah karena kebesaran tanggung jawabnya
4. Kewajiban takmir masjid untuk melakukan solat lima waktu berjamaah
5. Kebutuhan untuk mempertahankan kelangsungan konferensi dan seminar antara para imam dan penceramah
6. Harus memperhatikan pemilihan imam yang berkualitas di Dewan Imamah
7. Kesadaran negara Islam dan Masjid Al Aqsa menghadapi serangan
8. Pembentukan kursus pelatihan untuk meningkatkan potensi Imam dan Da'i
9. Perlunya perguruan tinggi untuk imam dan khotib .
10. Perlu membangun kerjasama antara lembaga-lembaga di dunia Islam dan negara lain
11. Kebutuhan untuk memperhatikan isu-isu dari Masjid Al - Aqsa
12. Keseimbangan antara aspek batin dan fisik
13. Tidak terlibat dalam ajaran sesat dan munkarot di masjid-masjid
14. Imam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar
15. Dengan mempertimbangkan hikmah dalam amar ma’ruf nahi munkar
16. Jamaah Wanita untuk pergi ke masjid harus menjaga kehormatan diri
17. Hak para ulama dan pencari ilmu adalah mendidik umat dengan amalan sunnah nabi
18. Galakkan gerakan menghafal Alquran di masjid-masjid
19. Peran Huffadz harus menjaga jiwa spiritualnya
20. Imam harus bersatu dan jangan berpecah
21. Imam harus menyadari perbedaan madzhab hukum Islam (fiqh)
22. Melakukan reformasi kemasjidan
23. Inisiatif dan partisipasi aktif dari kegiatan masjid
24. Harus mandiri dalam urusan dunia
25. Imam harus berbuat baik dalam berurusan dengan semua golongan/tingkat kehidupan
26. Dukungan materi/ekonomi bagi imam.
27. Perlu perhatian pemerintah terhadap mata pencaharian imam
28. Imam menjadi link yang baik untuk masyarakat
29. Memberikan pelajaran dan pendidikan
30. Imam harus berdiri pada posisi moderat
31. Bahwa hendaknya ada kerja sama antara imam dan jama’ah dalam kesalehan dan ketaqwaan
32. Agar isi khutbah agar sesuai dengan kondisi jama’ah
33. Jadilah Imam mahir dan berpengaruh
34. Imam seharusnya menjadi acuan dalam hal agama
35. Imam harus memiliki keterampilan administrasi dan komunikasi
vKita memohon kepada Allah agar dipermudah apa yang kita putuskan sebagai amal baik di akhirat kelak. (fitri)


[no: 145]

Talkshow Muslimah MAS:
”Standardisasi Busana Muslimah dalam Perspektif Syar’i dan Estetika”



Perkembangan mode busana muslim semakin tahun semakin pesat. Modelnya pun semakin beragam. Banyak remaja dan ibu-ibu muslimah yang meniru dengan tidak mengedepankan aturan berbusana muslimah itu sendiri, akibatnya sebagian besar dari mereka berbusana muslimah tetapi telanjang, karena busana yang mereka kenakan ketat (press body) walaupun menutup aurat. Perkembangan mode dapat dikatakan sebagai kemajuan fashion muslimah, dapat juga mengaburkan nilai-nilai dasar berbusana muslimah.

Berdasarkan fakta berbusana para remaja putri dan ibu-ibu muslimah yang kian memprihatinkan, Direktorat Imarah-Ijtimaiyyah MAS, bagian Pembinaan Keluarga dan Kewanitaan mengadakan acara Talkshow Muslimah (21/12/2013).

Talkshow yang mengangkat tema Standardisasi Busana Muslimah dalam Perspektif Syar’i dan Estetika. Diantara pembicara yang mengisi talkshow ini adalah Hawari AKA (Direktur Islamic Family Conseling Jawa Tengah dan Pengarang Buku “Anakku Surgaku”), dan Inne Nova Ayu (Ketua Hijabers Mom Community Surabaya).

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 500 peserta yang memadati Gedung Ash Shofa MAS. Selain itu, acara talkshow dimeriahkan oleh Bazar busana muslim, peragaan busana muslimah Syar’i, dan juga demo berjilbab.

”Alhamdulillah, diharapkan dengan adanya talkshow ini remaja putri dan ibu-ibu muslimah menjadi semakin sadar dan mengubah pola berpakaiannya sehingga tetap syar’i berbusana muslim,” tegas Dr Hj Hasniah Hasan, selaku Kabag Pembinaan Keluarga dan Kewanitaan sekaligus ketua panitia Talkshow. (fitri)


[no: 144]

MAS Peduli Korban Banjir di Kabupaten Gresik



Sebanyak 15 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur terendam banjir akibat meluapnya Kali Lamong.

Dari rincian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Dari 15 desa itu, masing-masing 5 desa di Kecamatan Cerme, 7 Desa di Kecamatan Benjeng, dan 3 desa di Kecamatan Balongpanggang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Abu Hasan mengatakan, air yang menggenangi Gresik kali ini merupakan banjir kiriman. Setiap hujan deras terus menerus di wilayah Selatan Gresik, yaitu Mojokerto dan sekitarnya maka dipastikan Gresik akan banjir.

"Akibat banjir Kali Lamong ini maka air yang menggenangi Gresik cukup tinggi. Mulanya banjir menggenangi wilayah kecamatan Balongpanggang. Di wilayah ini banjir menggenangi setidaknya 3 desa. Saat ini di Balongpanggang sudah surut. Namun, ketinggian air di Desa Morowudi, Cerme masih tinggi berkisar antara 30 – 50 centimeter," katanya, Minggu (15/12/2013).

Untuk itu, sebagai perwujudan kepedulian terhadap korban banjir di Kabupaten Gresik, MAS mendistribusikan bantuan barupa paket sembako senilai 3 juta kepada 100 kepala keluarga di 5 desa. Bantuan ini diterima langsung oleh Perangkat Desa, Takmir masjid dan tokoh masyarakat desa Morowudi, Cerme (16/12/2013).

”Alhamdulillah respon masyarakat sangat baik terhadap niat baik kami. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat untuk masyarakat di sini. Sembako ini juga merupakan bantuan dari jamaah MAS yang dikumpulkan melalui Masjid Al Akbar. Alhamdulillah, tahun 2010 lalu juga kami datang ke desa Morowudi dalam rangka mendistribusikan bantuan untuk korban Banjir,” pungkas Drs H M Ghufron Ihsan, M. PdI selaku Kabag Sosial dan Remas MAS yang sekaligus ketua rombongan bakti sosial MAS.(fitri)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]