Detil Berita
 

[no: 101]

Study Banding Pemkot Probolinggo Ke MAS



Dalam rangka meningkatkan manajemen Masjid di kota Probolinggo, serta untuk menambah referensi dalam pengelolaan Masjid di wilayah kota Probolinggo, Pemerintah Kota Probolinggo Sekretariat Daerah Kota mengadakan kunjungan study banding ke Masjid Al Akbar Surabaya (12/1).

Rombongan terdiri dari 8 orang yang terdiri dari unsur MUI, Dewan Masjid dan Pemerintah Kota Probolinggo. Mereka ditemui di ruang Multazam (VIP) tepat pada Pk. 09.00 WIB oleh Direktur Idarah MAS, Drs. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag, Direktur Shiyanah MAS, Ir. H. Moerhanniono MD, Kabag Humas& Protokol, Drs. H. Helmy M. Noor. Dalam kesempatan ini mereka menggali informasi mengenai pengelolaan Masjid dari sisi keuangan, ketenagakerjaan, kegiatan ibadah dan da’wah, kebersihan, sumber dana pembangunan Masjid, bidang usaha, serta pengamanan Masjid.

Acara diawali dengan pemutaran video profil MAS, diskusi dan tanya jawab, pemberian kenang-kenangan dari MAS ke perwakilan rombongan Pemkot Probolinggo, serta diakhiri dengan foto bersama. Anwar Fanani, selaku ketua rombongan mengungkapkan rasa terima kasihnya karena telah diberi sambutan, jamuan dan arahan dengan baik,” Kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen Masjid Al Akbar Surabaya atas sambutan dan jamuannya. Serta berbagai informasi yang insyaallah sangat bermanfaat untuk Masjid kami di Probolinggo.Semoga tali silaturrahim ini selalu terpelihara,” kata Anwar di akhir acara. (fitri)


[no: 100]

Dzikir Akbar An Nuriyah



Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-21 Buya KH. Mas Muhammad Fathoni (Pengasuh YPPP An-Nuriyah), Yayasan Pondok Pesantren An-Nuriyah mengadakan Dzikir Akbar (13/1).

Acara yang diadakan di Masjid Nasional Al Akbar ini dihadiri oleh sekitar 10.000 peserta. Mereka diantaranya adalah santri dari Surabaya, Sidoarjo, dan wali santri dari berbagai kota dan propinsi. Acara ini dimulai Pk. 06.00 WIB, yang diawali dzikir bersama oleh KH. Bashori Alwi (Imam Besar MAS). Acara dilanjutkan dengan Team Dzikir yang dipimpin oleh KH. Abd. Rouf Latif. Selanjutnya adalah acara pelepasan kelompok umroh yang akan berangkat bulan Februari 2013 mendatang, oleh Ibu Nyai Hj. Ainur Rohmah sebagai Pengasuh Yayasan Ponpes Putri An-Nuriyah. “Acara ini merupakan acara tahunan YPPP An-Nuriyah, yaitu acara besar Ibu Nyai Hj. Ainur Rohmah diantara acara-acara lainnya dalam satu tahun. Acara ini digelar untuk memperingati Haul Buya KH. Mas Muhammad Fathoni, sebagai Pengasuh YPPP An-Nuriyah, yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, beliau mengundang seluruh santri-santrinya yang tersebar di berbagai kota untuk menghadiri Acara dzikir akbar ini,” Kata Ema sebagai Ketua Panitia Pelaksana.

Semua peserta dialokasikan oleh panitia untuk masuk ke dalam ruang utama, tidak sampai ke luar ruang utama, “Hal ini dimaksudkan supaya ilmu dan dzikir yang sedang berlaangsung menjadi khidmat, dapat merasuk dalam hati dan jiwa santri. Karena santri dapat berkonsentrasi dengan lafadz-lafadz dzikir yang dilantunkan. Ini sesuai dengan himbauan Ibu Nyai Hj. Ainur Rohmah. Ibu Nyai sewaktu mengisi pengajian di pondok juga menerapkan hal yang sama kepada santri-santrinya,” jelas Ema.

Semua lafadz dzikir sudah ada di undangan yang diberikan kepada santri. Jadi setiap santri dapat menyimak setiap lantunan dzikir yang dibaca. Acara terakhir yang ditunggu-tunggu adalah penampilan dari Evi Tamala (artis). Dalam acara ini Evi tidak membawakan lagu dangdut seperti biasanya, tetapi membawakan lantunan Asmaul Husna. Para peserta sampai ingin mendengar lagi lantuan Asmaul Husna, yang akhirnya Evi mengulang lagi lantunan Asmaul Husna-nya. Penampilan KH. Aad Ainurus Salam dari Surabaya juga membuat santri terhibur karena pembawaannya yang kocak. (fitri)


[no: 99]

Kajian Dhuha Menguak Misteri Natal



Untuk meluruskan umat mengenai pemahaman tentang Hari Natal, Forkomas bekerja sama dengan Masjid Al Akbar Surabaya mengadakan Kajian Dhuha, Ahad (30 Desember 2012) lalu, dengan tema Menguak Misteri Natal. Kajian yang dihadiri 300 peserta ini dilaksanakan di ruang Muzdalifah (lantai Dasar MAS) pada Pk. 07.00 WIB. Bertindak sebagai pembicara adalah ustadz Moch. Ali, MA, Min. Beliau adalah Dosen UNAIR. Beliau mengatakan bahwa Natal itu bukan ajaran Bible (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya.

“Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja. Bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.“ [Catholic Encyclopedia, edisi 1911]. Dan dasar lainnya adalah di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.“ [Encyclopedia Britannica tahun 1946],” Jelas Moch. Ali.

Dijelaskan pula pada kesempatan itu, bahwa Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala. Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat Masehi. Pada abad ke-lima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari." Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus.

“Kenyataannya adalah Yesus tidak pernah mengajarkan atau memberi nama "Kristen" pada misi dan tugas yang diembannya. Yesus tidak pernah memerintahkan umatnya (umat Israel) untuk sembahyang (kebaktian) di "gereja". Yesus tidak pernah menyatakan dirinya sebagai "Tuhan Pencipta Semesta Alam". Yesus tidak pernah memerintahkan umatnya (umat Israel) untuk menyembah dia. "Kristen" adalah istilah Yunani dari kata "Christos" yang merupakan terjemahan dari kata Ibrani. "Mesiah" yang berarti "yang diurapi" atau "yang ditahbiskan". Sementara Yesus adalah seorang Israel yang berbahasa Ibrani. Jadi, bagaimana mungkin Yesus mengajarkan "Kristen" yang notabene bukan istilah bahasanya? ,” lanjut Moch Ali.

Kenyataan lain yang disampaikan Moch. Ali adalah bahwa selama hidupnya di dunia, Yesus tidak pernah menyeberang ke negeri lain kecuali hanya muter-muter di negeri Israel. Bagaimana mungkin Tuhan hanya mondar-mandir di negeri Israel saja? Memangnya manusia pada waktu itu cuma ada di negeri Israel? "Kristen" menemukan identitas dirinya melalui propaganda Paulus Tarsus. Sebagaimana diketahui, Yesus, tidak pernah kenal, tidak pernah melihat, tidak pernah menyebut, dan tidak pernah berbicara dengan manusia yang bernama Paulus dari Tarsus. Yesus disunat, sedangkan umat Kristen tidak perlu disunat (sesuai ajaran Paulus). Benar, Yesus Kristus sebagai manusia seutuhnya dan sebagai orang Yahudi tetap disunat (Lukas 2 : 21). Yesus meninggal diberi kain kafan, sedangkan umat Kristen meninggal berpakaian pengantin (seperti meninggalnya Paulus). Umumnya orang-orang Kristen yang meninggal sekarang ini, mereka didandani yang laki-laki memakai jas dasi, yang perempuan memakai gaun putih seperti pengantin dan dimasukkan dalam peti (seperti Film seri 6 feet under). Dan mereka dibalsem/diformalin untuk tahan beberapa hari untuk upacara/kebaktian penghiburan bagi keluarga sebelum upacara penguburan.

“Dari pokok-pokok pikiran yang telah saya sebutkan tadi, jelaslah bahwa "Kristen" bukan saja tidak pernah diajarkan oleh Yesus, tetapi istilah "Kristen" sendiri baru muncul puluhan tahun kemudian setelah dugaan penyaliban Yesus (Kisah Para Rasul 11:26), yakni resminya setelah kanonisasi Perjanjian Baru,” jelasnya di akhir acara.(fitri)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]