Detil Berita
 

[no: 98]

Study Banding Pemkab Kotawaringin Timur Ke MAS



Dalam rangka memfungsikan Masjid Raya dan Islamic Center untuk kegiatan Syiar Islam di Kotawaringin Timur pada tahun 2013 ini, maka Pemerintah Kabupaten Kota Waringin Timur melakukan study banding, Jumat (28 Desember 2012) lalu, ke Masjid Al Akbar Surabaya.

Rombongan terdiri dari 5 orang. Mereka ditemui di ruang Multazam (VIP) oleh direktur Imarah Ijtimaiyyah, Drs. H. M. Roziqi, MM, Kabag Kajian dan Diklat, H. M. Abd. Choliq Idris, S.Ag, Kabag Ibadah dan Da’wah, Drs. H. Moch Munief, MM, dan Kabag Humas &Protokol, Drs. H. Helmy M.Noor. Dalam kesempatan ini mereka disuguhi pemutaran video profil Masjid Al-Akbar Surabaya dan juga adanya sharing informasi dan pengalaman dalam pengelolaan Masjid.

Ketua rombongan sekaligus Kabag Kesra, Ir. Alfisah, MT mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam bidang keagamaan telah menyelesaikan pekerjaan internal work “Masjid Raya” dengan kapasitas daya tamping 5000 jamaah.

”Luas Masjid Raya adalah ±3000 m2 di atas tanah ± 3 ha, dalam 9 tahap (tahun 2004 s.d 2012). Lokasi Masjid Raya dimaksud menjadi satu kesatuan kawasan pembangunan Islamic Center (± 11 Ha), yang akan dimulai pembangunannya tahun 2013,” jelas Alfisah.

“Untuk memperjelas status kepemilikan aset daerah dan upaya menghindari pertentangan terhadap peraturan perundangan, sebagaimana Keputusan Menteri agama RI nomor 394 tahun 2004 tentang Penetapan Status Masjid Wilayah, maka untuk kesinambungan pembiayaan termasuk penyelenggaraan kagiatan masjid yang menyangkut idarat, imarat, riayah, maka Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan mengubah pengelolaan Masjid Raya dari Yayasan Masjid Raya yang didirikan berdasarkan akte notaries nomor 13 tahun 2004, menjadi Badan Pengelola Masjid Raya dan Islamic Center,” lanjut Alfisah.

Selain ke Masjid Al Akbar Surabaya, mereka juga melakukan study banding ke Masjid Jakarta Islamic Center (JIC) di Jakarta Utara, dan ke Islamic Center Samarinda Prop. Kalimantan Timur. (fitri)


[no: 97]

Pembekalan Jupen dan Jungut MAS



Untuk evaluasi kinerja Jungut (Juru Pungut) dan Jupen (Juru Penerang) MAS, Direktorat Imarah, Bagian Sosial dan Remas MAS mengadakan Pembekalan Jupen dan Jungut Ziswa (Zakat Infaq Shadaqah dan Wakaf), Sabtu (22 Desember 2012) lalu.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Abu Bakar (lantai dasar MAS) dan diikuti oleh 48 peserta, antara lain dari Remas Al Akbar, pengurus LAZ-MAS, Jungut MAS, Jupen MAS, karyawan MAS, perwakilan karang werda, forkomas, dan Forum Bekam Al Akbar. Materi yang diberikan meliputi Fiqh ZIS dan Wakaf (Prof. DR. H. Ahmad Zahro, MA, Imam Besar MAS), Character Building (Drs H Endro Siswantoro, M.Si, Direktur Utama MAS), Pemberdayaan Zakat (Drs. H. M. Roziqi, MM, Direktur Imarah MAS), dan Diskusi Interaktif (Drs. H. M. Ghufron Ichsan, M.PdI, Kabag Sosial dan Remas MAS).

“Pembekalan Jupen dan Jungut ini dalam rangka merumuskan bagaimana caranya supaya pendonatur di MAS dapat bertambah. Meningkatkan kesadaran umat dalam bershadaqah, khususnya di Masjid Al Akbar. Karena manajemen Al Akbar mampu untuk memberdayakan donasi umat. Diantaranya dengan pemberian Zakat Maal Produktif kepada pelaku usaha kecil, bantuan kepada faqir miskin, dll,” jelas Ghufron Ichsan sebagai ketua pelaksana.

Diantara cara untuk menarik para pendonatur, MAS memberi fasilitas pemberian majalah, kalender, undangan melalui SMS mengenai informasi seluruh kegiatan MAS, serta buletin Jumat yang kesemuanya diberikan secara gratis. Tahun lalu, LAZ_MAS telah mencairkan dana sebesar Rp. 24.500.000,- untuk diberikan secara cuma-cuma kepada pelaku usaha kecil (warkop, usaha kue, peracangan, dll) sebagai tambahan modal (Zakat Maal Produktif). LAZ MAS juga- setiap tahunnya- mendistribusikan paket Al-Qur’an secara gratis untuk mushola, Masjid, lembaga pendidikan, dan panti asuhan yang membutuhkan. Maka dari itu MAS mencetak 1000 mushaf Al-Qur’an untuk kepentingan Wakaf Al-Qur’an tersebut. (fitri)


[no: 96]

Sekilas Rakernas 1 DMI



Dalam rangka mensosialisasikan hasil muktamar VI Dewan Masjid Indonesia berkaitan dengan amandemen AD& ART, visi, misi dan program kerja, maka pada masa bakti DMI 2012-2017 diadakan rakernas 1 (30 Nov-1 Des 2012).

Rakernas 1 yang digelar di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat ini membahas tentang fungsi Masjid tidak hanya sebagai tempat Shalat, melainkan ada fungsi-fungsi lain yang ada di dalamnya. Seperti yang disampaikan oleh Jusuf Kalla, sebagai Ketua DMI Pusat dalam sambutannya.

“Masjid, selain sebagai fungsi ibadah dan da’wah, juga seharusnya di dalamnya terdapat fungsi pemberdayaan fisik sebagai fungsi budaya, pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan dan fungsi umum. Untuk peningkatan kualitas ibadah dan da’wah seperti adanya silabus materi khutbah Jum’at, Majlis Ta’lim, dll. Fungsi Budaya ada pada indahnya arsitektur bangunan yang khas, sedangkan fungsi pendidikan adalah adanya PAUD, serta taman baca. Fungsi ekonomi didapat dari adanya fasilitas layanan lembaga keuangan mikro umat, seperti perbankan syari’ah. Adanya Health Care umat seperti donor darah, poliklinik merupakan fungsi Kesehatan Masjid. Untuk fungsi lingkungan seperti adanya Gerakan penghijauan berbasis Masjid. Dan yang terakhir, fungsi umum, adanya advokasi hukum dan hak-hak sosial komunitas Masjid dalam kerangka hukum dan perundang-undangan,” Jelas Jusuf Kalla.

Rakernas dengan jumlah peserta 250 orang ini dihadiri oleh seluruh majelis Mustasyar dan Majelis Pakar, Seluruh Majelis Ekonomi Syariah, Seluruh Pengurus Harian, Seluruh Pengurus Departemen, Pengurus Badan Otonom, Ketua dan Sekretaris Pimpinan Wilayah, Pimpinan Masjid Raya Provinsi, Perwakilan Potensi Muslimah dari wilayah, serta Peninjau/undangan.

Dalam rakernas 1 ini, dirut MAS, Drs. H. Endro Siswantoro, M.Si menyatakan di forum, bahwa dalam rangka menanggapi akuntabilitas Masjid, seperti arahan Bendahara Umum DMI Pusat, Endro menghimbau masing-masing Masjid untuk mempunyai renstra (Rencana Strategik), visi dan Misi yang jelas, Program tahunan, dan Program 5 tahunan, “Untuk meningkatkan kepuasan jamaah, berbagai fungsi masjid dan sesuai arahan ketua DMI Pusat, hal tersebut telah diwujudkan, bahkan dengan system manajemen mutu melalui ISO 9001:2008. Dan tahun 2013 ini, MAS akan mendirikan PAUD berbasis masjid,” Kata Endro, yang disambut positif oleh peserta Rakernas.

Menurut Jusuf Kalla, 50 % Masjid-masjid di Indonesia, dalam hal sound system sangat kurang mendukung kualitasnya. Untuk itu, dalam masa kepemimpinannya, beliau akan melakukan penyempurnaan dalam hal tersebut. Dengan cara, salah satunya, memberikan bantuan ke masjid-masjid. (fitri)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]