Detil Berita
 

[no: 92]

Manajemen MAS Raih ISO



Pada ulang tahunnya yang ke-12, Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) mendapatkan kado istimewa. Masjid terbesar KEDUA DI Indonesia itu mendapat ISO 9001:2008. Sertifikat tersebut diberikan karena manajemen yang diterapkan selama ini oleh MAS.

Sertifikat ISO diberikan oleh Bureau Veritas Jakarta. Humas MAS Helmy M.Noor menyatakan, sertifikat itu diserahkan pada Kamis lalu (29/11). Penyerahan sertifikat dilakukan dua kali. Penyerahan pertama dilakukanGubernur Jatim Soekarwo pada perayaan Hari Korpri di Grahadi. Sertifikat kedua diserahkan Presiden Director Bureau Veritas Lontung Simamora di MAS pada hari yang sama. Helmy menyatakan, selama ini masih jarang Masjid yang mendapatkan sertifikat ISO. Yang jamak mendapat ISO adalah perusahaan, lembaga pendidikan, rumah sakit, dan lembaga lainnya. “Masjid lainnya perlu mencontoh MAS,” terangnya.

Pengelola event organizer itu menyatakan, sertifikat ISO bisa diraih berkat pelayanan dan manajemen yang selama ini diterapkan. Menurut dia, sebelum sertifikat tersebut diberikan, lembaga sertifikasi melakukan audit terhadap manajemen dan pelayanan yang diterapkan MAS.

Menurut Helmy, manajemen keuangan, administrasi peribadatan, dan perawatan fisik Masjid tidak lepas dari sorotan lembaga sertifikasi.(jp)


[no: 91]

15 Ribu Umat Islam Meriahkan 1 Muharram



Surabaya- Perayaan 1 Muharram di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) berlangsung meriah kemarin (15/11). Belasan ribu umat Islam hadir dalam acara Jalan sehat bershalawat yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Pemprov JATIM bekerja sama dengan MAS. Ada sekitar 15 ribu warga dari Surabaya dan sekitarnya yang hadir.

Umumnya, para peserta itu tertarik denga puluhan hadiah yang ditawarkan. Misalnya, 4 paket umrah untuk empat orang, 1 sepeda motor, 7 sepeda angin, 5 lemari es, 4 televisi, dan puluhan hadiah lain seperti kipas angin, dispenser, serta rice cooker.

Warga berdatangan mulai pukul. 05.00. Pada pukul 06.00 tepat, Gubernur Jawa Timur Soekarwo memberangkatkan peserta. Selain Soekarwo, hadir beberapa pejabat seperti Sekdaprov Rasiyo, Ketua MUI Jatim Abdusshomad Buchory, Ketua Kadin Jatim La Nyalla M. Mattalitti, dan pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain. “Selain untuk kesehatan, jalan sehat ini bisamemperkuat ukhuwah Islamiyah,” ujar Soekarwo sebelum memberangkatkan peserta.

Soekarwo menyatakan, 1 Muharram harus menjadi pijakan untuk melangkah ke depan dan menjadikan kehidupan lebih baik. Siapa yang lebih baik daripada hari kemarin, adalah orang yang beruntung.” Maka, hidup harus selalu ditingkatkan,” jelasnya. Indonesia dan Jawa Timur khususnya harus terus maju dan menjadi daerah yang berkembang sehingga rakyat sejahtera.

Setiap orang, kata dia, selayaknya melakukan introspeksi diri. Dengan cara seperti itu, setiap orang akan mengetahui kesalahan apa yang sudah dia lakukan dan tidak mengulanginya di masa mendatang.

Para peserta gerak jalan tersebut melewati rute jalan depan MAS, kemudian melintas di Jalan Lingkar MAS, masuk isma Bungurasih, sempat tembus ke Museum NU. Kemudian mereka melintas di jalan Menanggal dan kembali menuju MAS. Kupon undian dibagikan di tengah perjalanan agar para peserta ikut sampai finish.

Karena banyaknya peserta yang hadir, beberapa anak sempat terlepas dari orang tuanya. Mayoritas peserta memang datang bersama keluarga masing-masing. Untung, anak-anak yang sempat hilang itu bisa bertemu lagi dengan orang tua mereka setelah diumumkan di podium oleh panitia. Selain pembagian undian, sepanjang pagi para peserta dihibur qasidah modern Vieza Putri. Sedngkan untuk penceramahnya, yang didapuk adalah dai cilik Endin Jorgy. Dia merupakan juara nasional lomnba pemilihan dai cilik (pildacil).

Siswa MI Haji Hasyim, Babat Jerawat, Pakal, yang mengenakan pakaian serba hitam itu langsung maju ke panggung saat namanya dipanggil. Endin pun menjadi perhatian hadirin. Anak pasangan Ainur Rofiq dan Suliatin tersebut langsung memulai pidato. Saat mengucapkan salam, suara Endin terdengar merdu dan nadanya sangat teratur, seperti dai kondang di negeri ini. Bocah yang berulang tahun pada 30 juni itu membawakan tema peringatan 1 Muharram.

Dalam momen 1 Muharram ini, Endin mengajak generasi muda untuk lebih mengenal agama dan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, dia meminta kepada para pemimpin bangsa agar menyelamatkan anak-anak Indonesia dari krisis moral dan krisis iman.

Sekarang krisi moral sudah menjalar kepada generasi muda. Menurut dia, saat ditanya apakah mereka beriman, mereka pasti menyatakan beriman. Apakah mereka mengenal Allah, mereka juga mengaku mengenal Allah. “Tetapi, ketika ditanya shalat nggak? Enggak” katanya yang disambut riuh hadirin. (sha/lum/c7/end)


[no: 90]

Tumpengan : Memperingati Hari Jadi MAS Ke-12



Tak terasa, sudah dua belas tahun Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) berdiri. Sejak peresmiannya pada 10 November 2010, hari Sabtu, (10/11) lalu, MAS merayakan hari jadinya dengan acara tumpengan yang dihadiri oleh seluruh Direksi, staff dan karyawan MAS, undangan, club jantung sehat, forkomas, lansia, dan remas Al Akbar.

Acara yang digelar di ruang Muzdalifah (lantai dasar, depan Perpustakaan MAS) ini diawali dengan sambutan Direktur Utama MAS, Drs. H. Endro Siswantoro, M.Si. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa Dalam hari jadi MAS ke-12 ini MAS harus lebih meningkatkan pelayanan terhadap jamaah,” Dua belas tahun sudah kita melayani jamaah. Untuk itu profesionalitas harus lebih ditingkatkan. Kenyamanan jamaah dalam beribadah menjadi prioritas utama. Semoga momen ini menjadi titik awal untuk kita semua agar lebih ikhlas professional, dan amanah dalam mengelola Masjid kebanggaan kita ini, “ ujarnya.

Acara dilanjutkan pemotongan tumpeng yang diserahkan Dirut kepada Wadirut MAS, Ir. Moh. Djaelani, MM. Kemudian doa bersama oleh Drs H M Roziqi, MM, MBA sebagai Direktur Imarah Ijtimaiyyah MAS. Dan acara diakhiri dengan ramah tamah.

MAS didirikan diatas tanah seluas 11,2 hektar, memiliki luas bangunan 28.509 m2 dengan kapasitas 59 .000 jamaah, berlokasi di kawasan Pagesangan jalan Masjid Al Akbar Timur No. 1 Surabaya, tepatnya di tepi jalan tol Surabaya – Malang. Masjid ini dibangun atas gagasan Walikota Surabaya saat itu, H. Soenarto Soemoprawiro (Alm) dengan peletakkan batu pertama oleh Wakil Presiden RI H. Try Sutrisno pada bulan Agustus 1995, dan pembangunannya dimulai sejak September 1996. Pada 10 Nopember 2000 MAS diresmikan oleh Presiden RI, KH. Abdurrahman Wahid.(fitri)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]