Detil Berita
 

[no: 86]

Idul Adha dengan Pak Try dan Gus Ipul di MAS



Dengan penuh ketakwaan kepada Allah SWT, ribuan umat muslim untuk menunaikan Sholat Idul Adha 1433 H di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) yang berlangsung hari Jum at 26 Oktober 2012. Tampak diantara jamaah Ketua Dewan Pembina MAS H Try Sutrisno (Mantan Wapres RI), Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Sekdaprov Rasiyo dan unsur pimpinan daerah Jatim, serta jajaran direksi MAS.

Sejak sholat shubuh jamaah sudah mengalir, mereka datang dengan jalan kaki dan berkendara. Untuk jamaah yang menggunakan kursi roda ada akses dan tempat wudlu khusus yang dipandu petugas. Selain itu pengurus juga menyiapkan 4 ambulance serta dokter dan petugas kesehatan yang standby dan keliling area ibadah. Jamaah yang hadir diperkirakan 60 ribu, mereka menempati ruang utama, selasar masjid, halaman luar berpaving dan lantai 2 Masjid Al Akbar. Karena banyaknya jamaah yang membawa kendaraan bermotor, polisi lalu lintas tampak sibuk mengatur kendaraan, agar tidak terjadi kemacetan. Tepat pukul 06.07 WIB, sholat pun dimulai dan dilanjutkan khutbah Idul Adha.

Pembantu Rektor III IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof Dr H Abdul Haris MA sebagai khotib membawakan khutbah Idul Adha 1433 H dengan judul 'Hikmah di Balik Ibadah Haji dan Kurban'. "Idul adha disebut juga dengan hari raya kurban dan hari raya haji," katanya saat membuka ceramah. Selanjutnya dia menyampaikan, kata korban berasal dari bahasa arab qorubayaqrabu- qurban-qurbanan yang berarti mendekati atau menghampiri. Dengan demikian secara filosofi kita dapat memahami ada kaitan antara kurban yang berarti memberikan apa yang kita senangi kepada orang lain untuk kebaikan dan manfaat kepada orang lain yang lebih memerlukan agar kita bisa dekat dengan Allah SWT.

Usai mengikuti sholat hari raya Idul Adha, Gus Ipul menyerahkan hewan kurban Gubernur Jatim Soekarwo kepada pengurus MAS yang diterima Drs. H. Endro Siswantoro, M.Si Direktur Utama MAS. Hewan kurban yang diserahkan berupa sapi limosin merah yang beratnya mencapai 1,150 ton dan menjadi sapi kurban terberat di Jatim. Pakde Karwo tahun ini tidak sholat berjamaah Idul Adha di MAS karena sedang menunaikan haji. Sedangkan hewan kurban Gus Ipul diserahkan pada PWNU (abi juan)


[no: 85]

KAJIAN MUSLIMAH : HIKMAH BERQURBAN



Menjelang Idul Adha 1433 H, momen yang tepat bagi umat Islam untuk berqurban. Untuk membuka cakrawala mengenai hikmah qurban, bagian Pembinaan Keluarga dan Kewanitaan direktorat Imarah MAS mengadakan Kajian Muslimah (20/10) di ruang Umar MAS.

Kajian yang diikuti oleh 89 muslimah dari majelis taklim Surabaya dan sekitarnya ini menghadirkan pembicara Prof. DR. KH. Ahmad Faishol Haq, MA. Beliau menyebutkan bahwa diantara hikmah berqurban antara lain adanya kebaikan bagi setiap bulu hewan. “Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya? ”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.”[HR. Ahmad dan ibn Majah],” papar Ust. Faishol dalam taushiyahnya.

“Diantara keutamaan qurban lainnya adalah berkurban adalah ciri keislaman seseorang, ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah, berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa. Berkurban adalah ibadah yang paling utama, seperti QS. Al Kautsar : 2 yang artinya Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” Kata Ust Faishol. (fitri)


[no: 84]

KAJIAN AREK ISLAM: WASPADA MEDIA PENGHANCUR UMAT



Di tengah perkembangan media dan teknologi yang semakin maju, banyak media yang tidak sesuai dan bahkan menghancurkan nilai-nilai ajaran Islam. Oleh karena itu, REMAS Al Akbar menggelar KAJIAN AREK ISLAM (KAI) bertema Membedah Konspirasi Media Anti Islam (14/10).

Bertempat di ruang Muzdalifah (depan perpustakaan) Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Kajian ini dihadiri oleh 148 peserta dari kalangan remaja dan umum. Bertindak sebagai pembicara adalah Ust. Bangun Samodra, seorang tokoh media sekaligus mantan pastur. Beliau mengatakan bahwa media digunakan sebagai sarana penghancur umat, sebagai generasi muda Islam harus selektif dan hati-hati dalam memilah dan memilih tayangan berkualitas dan tayangan menyesatkan.

“Misalnya ketika tahajjud, media menayangkan acara pertandingan sepak bola, yang melenakan kita dari bermesra-mesraan dengan Allah SWT. Atau menjelang maghrib, banyak stasiun TV malah menayangkan acara sinetron dan film-film menarik. Waktu sahur Ramadhan juga dicekoki dengan acara komedi sehingga melupakan munajat dan menangisi dosa-dosa kita kepada Allah SWT. Semua stasiun TV swasta, lokal, dan nasional adalah didanai oleh yahudi, kecuali TVRI dan TV9,” jelas Ust. Bangun. Sulaeman Faruk sebagai Penanggung Jawab acara menyebutkan bahwa tujuan diadakannya KAI ini untuk memberi pemahaman kepada anak-anak muda khususnya dan masyarakat pada umumnya akan pengaruh negatif media terhadap keislaman. “Sekaligus mengingatkan generasi muda dan masyarakat agar lebih berhati-hati dan selektif memilih tayangan, baik terhadap dirinya sendiri maupun kepada putra putri mereka,” papar Faruk. (fitri)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]