Detil Berita
 

[no: 80]

Wujudkan SAMARA dengan Kursus CATIN MAS



Lemahnya Kontrol Sosial (Social Control) dalam geliat perselingkuhan suami/istri dalam sebuah keluarga menyebabkan meningkatnya angka perceraian di Jawa Timur pada umumnya, dan Surabaya pada khususnya. Untuk mencegah hal itu, salah satu upaya Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) adalah dengan mengadakan Kursus CATIN (Calon Pengantin) (8/9) di Ruang Abu Bakar MAS.

Diantara materi yang disajikan dalam kursus CATIN ini meliputi Kesehatan Reproduksi (dr. Kartika, dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya), Kewajiban dan Tanggung Jawab Suami (Drs. H. Ichsan Jusuf, H, M.Hum), Psikologi Keluarga Sakinah (dr. H. Ahmad Salim Sungkar, SpKj), Manajemen Keluarga (Drs. H. Endro Siswantoro, M.Si, Direktur Utama MAS), Peranan Pendidikan Agama dalam Mempertahankan Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah (DR. Hj. Hasniah Hasan, M.Si, Kepala Bagian Pembinaan Keluarga dan Kewanitaan MAS).

DR. Hj. Hasniah Hasan, M.Si, selaku penanggung jawab acara mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini merupakan pembekalan bagi calon pengantin untuk dapat membina kehidupan berumah tangga dengan bersandarkan pada tuntunan Islam, sehingga terwujud Keluarga SAMARA (Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah). “Alhamdulillah, animo peserta baik. Sayang sekali belum sepenuhnya didukung oleh orang tua, karena banyak peserta yang ijin detengah hari untuk cek gedung, fitting baju pengantin, dll sehingga materi tidak sepenuhnya tersampaikan kepada peserta. Mudah-mudahan kedepannya orang tua ikut mengarahkan putera puterinya dalam mengikuti kursus ini secara penuh,” kata Hasniah. (fitri)


[no: 79]

HISAMAL Peduli Dhuafa



Untuk meningkatkan kepekaan sosial para santri Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), HISAMAL (Himpunan Santri Masjid Al Akbar) mengadakan Program Bakti Sosial Ramadhan (11/8).

Kegiatan yang digelar di ruang Aisyah (Lantai Dasar) MAS ini dihadiri oleh 150 dhuafa di sekitar MAS, yaitu 50 gakin dari kelurahan Jambangan, 50 gakin dari kelurahan Kebonsari, dan 50 gakin dari kelurahan Gayungan. Sebanyak 150 paket sembako yang masing-masing senilai Rp. 100.000,- diserahkan secara simbolis oleh Ketua Hisamal Ir. H. Isnain Soebagjo.

Menurut Isnain, Ramadhan tahun ini terjadi kenaikan sebesar 50% dari tahun kemarin yang hanya membagikan sembako sebanyak 100 paket. Selain itu, Hisamal juga memberi sumbangan Rp. 5.000.000,- kepada Panti Asuhan Muslim. “ Kami juga membagikan 20 parsel lebaran kepada Ustadz/ah yang mengajar Santri MAS. Dan juga kami memnyumbang Rp. 1000.000,- kepada Bpk/ Marzuki (Muadzin MAS) yang istrinya dirawat di Rumah Sakit karena menderita kanker.” Jelasnya saat pembagian sembako, Sabtu (11/7) lalu di MAS.

Dari mana dana terkumpul? Isnain mengungkapkan, dana yang terkumpul berasal dari infaq/shadaqah para santri sebesar 26%, dan dari donatur non santri sebesar 74%, dan total dana yang terkumpul sebesar Rp. 32.565.000,-. (Fitri)


[no: 78]

Kadin Jatim Berbagi Berkah



Ramadhan merupakan bulan shadaqah. Dalam kesempatan yang baik ini, Para pengusaha yang tergabung dalam KADIN (Kamar Dagang Indonesia) JATIM menyelenggarakan acara Kadin jatim Berbagi Berkah (7/8) di Halaman Timur MAS.

Acara yang dihadiri oleh Wagub Jatim H Saifullah Yusuf ini dimeriahkan juga oleh Nada dan Da’wah bersama Dra. Hj. Uci Nurul Hidayati, MPdI (Pengisi Acara TV9) pada Pk. 15.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan Penyerahan bingkisan lebaran kepada 1000 guru diniyah, anak-anak yatim dan kaum dhuafa secara simbolis oleh Ketua Kadin Jatim H La Nyalla Mahmud Mattaliti dan Wagub Jatim H Saifullah Yusuf. Selain itu, Kadin juga menyerahkan Infaq Takjil senilai Rp. 90.000.000,- untuk 10 hari terakhir Ramadhan di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) yang diterima oleh Direktur Utama MAS Drs. H. Endro Siswantoro, M.Si.

Ketua Kadin Jatim H La Nyalla Mahmud Mattaliti menyatakan, pembagian bingkisan lebaran kepada guru diniyah sudah menjadi program social dan kemasyarakatan Kadin Jatim. Menurut dia, program itu sudah berjalan sejak 2009. “ Jadi ini tahun keempat,” Jelasnya saat pembagian bingkisan lebaran selasa (7/8) lalu di MAS.

Kenapa guru diniyah? La Nyalla mengungkapkan, perjuangan guru diniyah cukup besar dalam memberikan pendidikan agama Islam. Selama ini keberadaan mereka kurang diperhatikan, padahal pengorbanan mereka dalam mendidik anak cukup besar. Jadi selayaknya mereka diperhatikan. (Fitri)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]