Detil Berita
 

[no: 71]

MAS Gelar Pelatihan Guru TPQ Metode Tilawati



Untuk melatih guru TPQ dalam mengajarkan AlQur’an kepada para santri, Bagian Kajian Diklat Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) mengadakan Pelatihan Guru TPQ Metode Tilawati (28-29/4). Pelatihan yang diadakan selama dua hari ini dibuka pada Pk. 08.00 WIB oleh Ir. H. Moh Djaelani, MM selaku Wakil Direktur Utama MAS.

“Mengajarkan AlQur’an kepada santri adalah bukan hal yang mudah. Harus hati-hati. Salah dalam penggalan ayat AlQur’an saja dapat menggubah arti. Diharapkan metode tilawati ini dapat membantu memudahkan santri dalam belajar AlQur’an,” ungkap Djaelani di sela sambutannya. Sebanyak 30 guru TPQ dari Surabaya dan Sidoarjo mengikuti pelatihan yang bertempat di Ruang Abu Bakar, Lantai Dasar MAS ini. Pemateri adalah tim dari Pesantren AlQur’an Tilawati Nurul Falah Ketintang, Surabaya. Pemimpin Lembaga Nurul Falah, Ustadz Umar Zaini, mengatakan bahwa metode ini adalah salah satu cara untuk memudahkan belajar membaca AlQur’an.

“ Saya berharap Ustadz dan Ustadzah tidak mengagung-agungkan metode ini. Metode tilawati adalah salah satu cara dalam mempelajari AlQur’an. Jika lupa lagunya, Ustadz dan Ustadzah dapat mendengarkan dari kaset yang telah tersedia. Di akhir pelatihan ini, peserta akan mendapatkan sertifikat. Oleh karena itu peserta diharapkan mengikuti rangkaian materi yang disediakan panitia secara kontinyu. Karena jika tidak, maka akan tertinggal. Perlu dicatat bahwa materi satu dengan materi selanjutnya akan berkesinambungan,” kata Umar Zaini menegaskan. (Fitri)


[no: 70]

20 Mahasiswa Lulusan Dokter Hongkong University Kunjungi MAS



Sebanyak 20 Mahasiswa Lulusan Dokter Hongkong University Kunjungi Masjid Al Akbar Surabaya (MAS), Ahad (22/4) lalu. Kunjungan mereka bertujuan untuk menjalin persaudaraan dan mempelajari kebudayaan masyarakat Indonesia.

“Kami berkunjung ke Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dengan tujuan selain menjalin persaudaraan, mempelajari kebudayaan masyarakat Indonesia, mahasiswa lulusan Hongkong University juga akan melakukan free medical service (Pengobatan Gratis) di beberapa kota di Indonesia, diantaranya Sidoarjo, Jombang, Bojonegoro,” ungkap Dr Jimmy Yong, selaku pimpinan ME (Medical Education) International, yang mengkoordinasi kedatangan mereka ke Indonesia.

Bertempat di ruang Multazam, yang sekaligus ruang VIP) MAS, mereka disambut oleh Direktur Utama MAS, Drs. H. Endro Siswantoro, M.Si, pukul 15.00 WIB, yang didampingi staff MAS lainnya. Dalam kesempatan ini dirut MAS menjelaskan tentang sejarah masjid, visi dan misi serta program ibadah dan da’wah, selain itu juga menjelaskan struktur fisik bangunan serta fasilitas-faslitas yang ada di MAS. Rombongan juga diajak untuk melihat video profil MAS dan dialog dengan Direktur Utama MAS . Acara dilanjutkan dengan foto bersama dan berkeliling masjid.

“Kami sangat senang atas kunjungan ini, semoga tali silaturrahim (persaudaraan) tetap terjaga selalu. Saya mengucapkan selamat atas kelulusan Anda semuanya dari Hongkong University, semoga ilmu yang telah dipelajari di sana bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Direktur Utama MAS mengakhiri sambutannya.(Fitri)


[no: 69]

Maulidurrasul nan Semarak dan Khidmat



Apresiasi terhadap kelahiran baginda bisa dilakukan dengan banyak kegiatan. Yang terpenting adalah bagaimana rangkaian itu dapat menumbuhkan kecintaan kepada baginda Nabi.

Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya tahun ini benar-benar penuh dengan kegiatan. Semua lapisan dan kalangan terlihat antusias menyemarakkan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang ke 1433 hijriyah ini. Seluruh kegiatan dilaksanakan menggunakan fasilitas masjid kebanggan Jawa Timur ini. Area yang luas serta fasilitas pendukung dan ditambah dengan beberapa pihak yang berkenan memberikan perhatian, acara demi acara dapat terselenggara dengan sukses. Tidak semata kegiatan keagamaan, juga sosial dan seni kebudayaan turut diselenggarakan. ”Alhamdulillah segalanya berjalan lancar,” tandas ketua panitia, Ustadz H. M. Nasikun kepada media ini.

Meriah dan Lancar

Untuk keagamaan, jenis kegiatannya yakni khataman Al Qur’an, gema shalawat nabi, kajian maulid Nabi oleh Syeikh Ali Jabir dari Madinah serta tabligh akbar bersama Prof.Dr.H.M.Din Syamsuddin, MA yang juga Ketua PP Muhammadiyah. Sedangkan kegiatan sosial dan seni budaya meliputi pemberian santunan kepada 500 dhuafa. Acara yang berlangsung 30 Maret ini menyalurkan bantuan yang diberikan oleh Gubernur Jawa Timur dan dikonsentasikan di area air mancur.

Pelayanan Keluarga Berencana juga diselenggarakan pada momentu kegiatan ini. Peserta yang berpartisipasi 110 orang dan dilajutkan pengobatan gratis dengan 200 orang peserta. Kegiatan yang cukup melelahkan ini didukung oleh tim dokter dari BAZ Prov. JATIM. Kegiatan juga dikoordinir BKKBN & BPPKB, Biro Administrasi Kesra dan BAZ Prov. Jatim. Kegiatan ini berlangsung 30 Maret di area air mancur Masjid Al Akbar Surabaya.

Fashion show (busana muslim) juga menjadi mata rangkai acara festival ini. Setidaknya acara diikuti 48 peserta berusia TK/SD se-Surabaya dan sekitarnya, dibantu oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur dan UPT Pendidikan dan Pengembangan Kesenian Sekolah Dinas Pendidikan Prov Jatim. Kegiatan berlangsung pada tanggal dan tempat yang sama. Disamping itu beberapa pelatihan dan seminar turut diselenggarakan yaitu: pelatihan perawatan jenazah, pelatihan design grafis, seminar “Pofil Keluarga Muslim”, talk show remaja tentang “Menikah Itu Indah Mengapa Sulit Melangkah”, ngaji internet Sirah Nabawi bagi pelajar, mahasiswa, dan umum.

Sebagai masjid kebanggan di Jawa Timur dan tanah air, termasuk dari mata rantai kegiatan festival, adalah Silaturrahim Masjid Raya se–Jawa, yang diikuti 21 takmir masjid raya se-Jawa termasuk Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta dan Jakarta Islamic Center (JIC). Kegiatan ini berlangsung pada 30 Maret di Ruang Multazam dan panggung utama Festival Maulid 1433 H Masjid Al Akbar Surabaya.

Belajar dari sukses penyelenggaraan pemilihan dai cilik dan antuasias perserta, panitia juga menyelenggarakan pemilihan dai cilik (pildacil) tingkat TK/SD se-Surabaya dan sekitarnya (31/3-1/4). Ada 54 peserta yang saling uji kebolehan dalam berdakwah. Kegiatan dibantu Dinas Pendidikan Prov Jawa Timur, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Surabaya. Kegiatan yang berlangsung di panggung utama ini banyak juga dihadiri para supporter yang menyemangati para dai cilik mereka.

Pada kesempatan ini juga diadakan pameran produk unggulan dan UKM yang diikuti sebanyak 48 stand yang dikoordinir Biro Perekonomian Provinsi Jatim, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi & UMKM Provinsi Jawa Timur. Ustadz Nasikun secara khusus mengemukakan bahwa pameran ini berlangsung sangat meriah dan terjadi kenaikan omset. ”Para pemilik stand cukup gembira dengan antusias pengunjung yang datang dan bertransaksi,” ujarnya. Lokasi strategis yang gampang dijangkau serta varian barang yang sesuai kebutuhan adalah diantara sebab mengapa even ini sangat menguntungkan.

Anak-anak juga diberi ruang dan kesempatan untuk turut serta meramaikan festival ini. Mereka diikutkan lomba mewarnai gambar masjid (1/4). Tak kurang 371 peserta usia TK/ RA se Surabaya dan sekitarnya tumplek bleg di area air mancur. Kegiatan didukung Dinas Pendidikan, UPT Pendidikan dan Pengembangan Kesenian Sekolah, Dinas Pendidikan Prov Jatim. Tanggal 6 April juga diselenggarakan Karnaval TK/RA. Kegiatan ini merupakan syiar keislaman yang diikuti 27 grup dari RA/TK se Surabaya dan sekitarnya. Dengan dibantu Kemenag dan Dikbudpar Kota Surabaya. kegiatan yang berlangsung di Halaman Timur Masjid Al Akbar Surabaya juga disaksikan banyak jamaah.

Di ruang As-Shofa diadakan khitanan masal gratis yang diikuti putra-putra kaum dhuafa’ sebanyak 95 anak. Mereka tidak hanya dikhitan, sekaligus menerima bingkisan berupa sarung, kopyah dan baju koko. Acara ini dapat sukses terselenggara karena dikoordinir Biro Kesra Prov. Jatim, dibantu Dinas Kesehatan prov Jatim, dan RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Kegiatan ini berlangsung 8 April.

Setidaknya ada 50 group qasidah rebana klasik, 51 Shalawat al-Banjari dan 11 grup nasyid yang berpartisipasi pada lomba kali ini. Para peserta adalah group terbaik perwakilan kabupaten/kota se-Jawa Timur. Dari tanggal 2-6/4 mereka menguji kemahiran dan keterampilan serta kekompakan untuk menjadi yang terbaik. Kegiatan ini didukung Dinas Pariwisata Jawa Timur, Kanwil Depag Prov. Jatim, dan Depag Kota Surabaya.

Yang tidak kalah meriah dan cukup menguras perhatian panitia adalah pelaksanaan Jalan Sehat Dakwah (JSD). Kegiatan yang diselenggarakan tanggal 8 April ini diikuti sekitar 12.000 orang. Penanggung jawab kegiatan adalah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dengan didukung Dispora Prov. Jatim dan Kanwil Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur. Start dan finish acara ini di halaman masjid dengan menempuh jarak + 4 Km.

Ustadz Nasikun berharap suksesnya acara ini dapat dijadikan bahan kajian dan evaluasi untuk even berikutnya. “Semoga pada peringatan keagamaan berikutnya akan lebih baik lagi,” ungkapnya. Segala sesuatu harus dipersiapakan sejak dini termasuk cuaca yang terkadang kurang bersahabat. “Hujan yang turun tanpa diduga hendaknya menjadi catatan panitia,” pesannya. Namun yang terlebih penting adalah kekompakan semua pihak. “Tanpa itu, segala rencana dapat berantakan,” tandasnya. “Tapi kalau semua telah direncanakan dan segala persiapan juga dipersiapkan dengan matang, insyaallah akan lancar,” sambungnya. Yang juga tidak boleh dilupakan adalah mengawalinya dengan bismillah. “Dan tak lupa berdoa ya?” katanya sumringah.


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]