Detil Berita
 

[no: 65]

Taushiyah Maulid 1433 H bersama Syeikh Ali Shaleh bin Ali Jaber



Festival Maulid Nabi 1433 H di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) diawali oleh Taushiyah Maulid (13/2) bersama Syeikh Ali Shaleh bin Ali Jaber, seorang Muballigh kelahiran Madinah sekaligus Guru Tahfidz di Islamic Center Lombok, NTB. Taushiyah ini bertemakan keberkahan Rasul SAW sebelum kelahiran beliau di kota suci Makkah.

Taushiyah yang dimulai ba’da Maghrib ini bertempat di ruang Utama MAS, sekitar 2000 jamaah menghadiri taushiyah ini. Syeikh Ali Shaleh bin Ali Jaber mengatakan bahwa Rasulullah sebelum dilahirkan mendatangkan berkah. Diantara keberkahan menjelang rasulullah lahir adalah Allah SWT mendatangkan sekelompok burung ababil untuk mencegah pasukan gajah pimpinan Abrahah yang berniat untuk menghancurkan Ka’bah.

Burung Ababil membawa 3 batu dari neraka jahannam. Dua di kakinya, dan satu batu di paruhnya. Uniknya adalah setiap batu akan mengenai orang yang dimaksud sesuai perintah Allah. Batu seperti punya nama tentara yang menyerang. Jadi tidak akan keliru batu dilemparkan.

Maka yang terjadi adalah batu mengenai tentara gajah, masuk melalui kepala, keluar melalui dubur. Batu pertama menghanguskan kulit, batu kedua merontokkan daging, batu ketiga menghancurkan tulang. Pelajarannya adalah orang Qurays bukan Islam, mereka menyembah patung. Bagaimana Allah menolong kaum Qurays? Allah mempersiapkan kelahiran Muhammad. Maka seharusnya Qurays yang sakit hati dengan abrahah lebih mencintai rasul karena rasul mengagungkan kabah sama seperti mereka Qurays mengagungkan kabah.(Fitri)


[no: 64]

Pelatihan Merawat Jenazah di MAS



Dalam rangka melatih keterampilan dalam menangani jenazah, memandikan dan mengkafani jenazah, bagian Kajian Diklat Direktorat Imarah masjid Al Akbar Surabaya (MAS) mengadakan Pelatihan Merawat Jenazah (3/2).

Bertempat di ruang Aisyah, Lantai Dasar MAS, pelatihan yang dihadiri oleh 51 peserta ini dibuka oleh Direktur Imarah MAS, Ustadz Drs. H. M. Roziqi, MM. Kemudian dilanjutkan dengan materi Fiqh Jenazah yang disampaikan oleh Prof. DR. H. Ahmad Zahro, MA. Selanjutnya adalah praktek memandikan dan mengkafani jenazah oleh Ustadz Maschan, seorang Mudin di Pegirian Surabaya sekaligus guru agama di SMUN 17 Surabaya.

Peserta dikelompokkan masing-masing untuk putra dan putra untuk dapat mempraktekkan cara-cara memandikan jenazah secara benar dan mengkafani jenazah laki-laki maupun jenazah perempuan. Sambil dibimbing oleh ustadz Maschan, peserta bisa dengan gamblang menanyakan hal-hal yang kurang jelas pada saat praktek dan hal-hal yang perlu dilakukan dan yang sebaiknya tidak dilakukan pada saat memandikan dan mengkafani jenazah di daerah masing-masing.


[no: 63]

Kunjungan MAS ke Masjid Bersertifikat ISO



Untuk mempererat tali silaturrahim antar pengurus masjid, serta study banding dalam hal manajemen masjid dan pelayanan jamaah, MAS melakukan kunjungan ke Masjid Al Ikhlash Jatipadang, Jakarta (22/2). Dalam hal ini MAS diwakili oleh Direktur Utama MAS, Drs H Endro Siswantoro, M.Si, Direktur Idarah MAS, Drs H Kasno Sudaryanto, M.Ag, serta Kaur TU, Bapak Agoes Suroso.

Perlu diketahui bahwa Masjid Al Ikhlash Jatipadang adalah masjid pertama di Asia Tenggara bahkan boleh jadi di dunia yang berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2008. Oleh karena itu MAS ingin mempelajari dan menimba ilmu untuk perbaikan manajemen yang berstandard Internasional.

“Pelajaran menarik yang digarisbawahi oleh MAS dari sejarah perkembangan Masjid al-Ikhlash Jatipadang—bermula dari musholla kecil dan sederhana plus minim fasilitas, hingga menjadi masjid bersertifikat ISO 9001:2008—adalah bahwa kemajuan suatu masjid dan/atau lembaga dakwah Islam bukanlah semata-mata ditentukan oleh fasilitas dan dukungan dana atau fisik yang besar, melainkan sangat ditentukan oleh visi, misi yang didukung oleh kemampuan ilmu dan manajerial yang baik (bekerja sesuai dengan sunnatullah dan sunnah Rasulullah saw). Pengalaman Masjid al-Ikhlash Jatipadang akan sangat relevan diterapkan oleh kebanyakan masjid masyarakat dimanapun, yang profil tumbuh dan perkembangan masjid-masjid tersebut pada umumnya sangat tipikal, seperti halnya profil Masjid Al-Ikhlash Jatipadang,” Ujar Endro Siswantoro.


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]