Detil Berita
 

[no: 52]

MAS Gelar Pelatihan MC dan Protokol



Dalam rangka meningkatkan Public Speaking dalam memandu acara, Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) mengadakan pelatihan MC (Master of Ceremony) dan Protokol (26-27/11). Pelatihan yang diadakan oleh Direktorat Imarah Bagian Kajian dan Diklat ini diikuti oleh 45 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari guru, mahasiswa, dosen, sampai karyawan.

Bertempat di ruang Abu Bakar (Lantai Dasar MAS), pelatihan ini diisi oleh pemateri yang berkompeten, seperti Dra Luluk Fikri Zuhriyah, M.Ag (dosen IAIN), dan Drs Soekaryono, M.Si (Dosen Widya Swara). Peserta terlihat sagat antusias mengikuti pelatihan yang berdurasi 16 jam ini (dua hari). Di samping itu, peserta mendapatkan makalah yang berisi materi-materi selama pelatihan, diantaranya adalah Teori MC keagamaan dan PHBI (Peringatan Hari Besar Islam), Public Speaking, Teori MC umum, Protokol, Praktek MC keagamaan dan PHBI, dan Praktek MC umum. Mereka diberi kesempatan untuk mempraktekkan teori yang telah diajarkan untuk memperoleh arahan dan petunjuk untuk memyempurnakan performa dalam menjadi MC di sebuah acara.


[no: 51]

DIKLAT EKONOMI SYARIAH ALA REMAS AL AKBAR Menuju Kemakmuran Indonesia



Sabtu malam terlihat beberapa anggota Remas Al Akbar nampak sibuk menata ruangan, sesekali terdengar alunan suara merdu diiringi alunan musik nan syahdu. Usut punya usut ternyata mereka tengah sibuk mempersiapkan sebuah acara diklat tentang ekonomi syariah di esok harinya Ahad, 4 Desember 2011. Dengan tema “Menuju Kemakmuran Indonesia Dengan Ekonomi Syariah“, diklat ini diharapkan mampu menstimulus para pemuda/i islam untuk mendapatkan wawasan pengetahuan perekonomian dengan konsep syariah. “Kegiatan diklat ini merupakan kerjasama Remas Al Akbar Surabaya dengan Jurusan Ekonomi Islam Universitas Airlangga dan Bank Indonesia”, ujar Wimbo Hardiyatmoko salah satu panitia kegiatan.

Kegiatan tersebut disambut baik oleh beberapa pihak terutama oleh peserta, yang terbukti sejak awal publikasi, antusias dan respon peserta sangat baik sehingga panitia harus menambah kuota pada hari-H sebanyak 15 kursi karena melampaui target awal yakni 100 orang.

Bertempat di ruang Aisyah lantai dasar MAS, acara berlangsung dari pukul 08.00-15.00 WIB. Sebelumnya acara dibuka dan dimeriahkan oleh penampilan Remas Voice (Revo) dibawah koordinator Sulaiman Faruk yang juga sebagai ketua panitia. Tepat pukul 08.30 acara dibuka secara resmi oleh salah satu pembina remas Ust. Abdul Choliq Idris, S.Ag.

Acara terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama disampaikan oleh Bapak Suherman Rusyidi Dosen Jurusan Ekonomi Islam Universitas Airlangga yang membahas tentang ruang lingkup ekonomi syariah. Dan sesi kedua oleh Bapak Hans Aulia Hasan seorang pakar ekonomi dari Bank Indonesia yang membahas tentang mewujudkan tatanan masyarakat adil dan sejahtera dengan ekonomi syariah.

Peserta memperhatikan secara seksama materi-materi yang disampaikan pembicara, tak sedikit peserta yang berlomba-lomba mengajukan pertanyaan saat moderator Maziyatul Muslimah membuka sesi tanya jawab. Dikarenakan waktu yang terbatas, maka hanya beberapa peserta yang mendapat kesempatan untuk bertanya.

Sesuai jadwal, diklat ditutup menjelang shalat ashar, dipandu oleh kedua mc yakni Yuliono dan Reni Fuji Rahayu. Kemudian tiap peserta dibagikan sertifikat kegiatan sebagai bukti atas partisipasinya pada kegiatan tersebut.


[no: 50]

Mengenal Makanan Halal dan Haram bersama Kajian Rutin Muslimah



Dalam rangka mencegah masuknya makanan haram ke tengah-tengan keluarga tercinta kita, dan bagaimana mengantisipasinya, Kajian Rutin Muslimah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (19/11) mengangkat topik “Mengenal Makanan Halal-Haram” bersama Prof DR H Soegianto, seorang ahli makanan halal-haram dan sekaligus dosen UNAIR.

Acara yang berlangsung di Ruang Aisyah Lantai Dasar Masjid Nasional Al Akbar ini dihadiri oleh 85 muslimah dari 12 majlis taklim yang tergabung dalam Pengamal (Pengajian Muslimah Masjid Al Akbar) di daerah Surabaya dan sekitarnya. Diantara majlis taklim yang mengikuti acara ini berasal dari Gayungan, Pagesangan, Wisma Bungurasih, Rumah susun, Karah, Jambangan, dan Ketintang. “Begitu banyak produk makanan yang beredar di pasaran memungkinkan keabsahan halal dan haramnya semakin lama semakin tidak jelas. Perlu adanya ketelitian konsumen dalam menyeleksi mana saja produk makanan halal dan haram,” Jelas Prof Soegianto.

Kajian ini membahas beberapa kasus produk makanan yang marak terjadi, seperti kasus sistein, kasus gelatin, kasus keju yang nota bene enzim yang digunakan untuk koagulasi susu terbuat dari enzim rennet yang ada pada sapi/babi, kasus stunning (pemingsanan), kasus sapi glonggong, kasus ayam tiren (mati kemarin), kasus rambak sapid an cecek sayur, kasus impor kulit kepaa manusia untuk bahan makanan tertentu, dll. Kajian ini juga membahas bagaimana memilih makanan yang halalan toyyiba (halal dan baik untuk dikonsumsi).

“Intinya memilih makanan halal adalah wajib, maka diperlukan sertifikasi dan lebelisasi halal sebagai indikasi bahwa makanan tersebut layak dikonsumsi atau tidak,” Pungkas Prof Soegianto mengakhiri arahannya.


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]