Detil Berita
 

[no: 42]

Warga Kanada Kunjungi Masjid Al Akbar



Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) kembali dikunjungi oleh warga asing, kali ini adalah warga Kanada, Amerika (2/10). Ditemui oleh jajaran pengurus MAS di ruang VIP Masjid Al Akbar Surabaya (Ruang Multazam), mereka memperkenalkan diri yang diwakili oleh Christiane Beaupre yang merupakan ketua rombongan. Mereka tergabung dalam Friendship Force Indonesia (FFI).

Dalam kesempatan ini, beberapa pengurus dari FFI dari Indonesia, salah satunya adalah Adi Putranto, yang mendampingi rombongan warga Kanada selama mereka di Indonesia, juga ikut menjelaskan maksud dan tujuan mereka bertandang ke MAS. Salah satunya adalah untuk mengetahui dan merasakan wisata religi yang disediakan MAS. Disamping untuk saling mengenal budaya antar Negara.

“Masjid Al Akbar tidak memihak salah satu aliran agama Islam tertentu. Masjid ini bersifat nasional, sehingga semua aliran agama Islam manapun bisa beribadah di sini dengan aman dan nyaman,” Kata Ir. H. Moerhanniono, M,MD sebagai Direktur Shiyanah MAS di sela-sela sambutannya.

Setelah dari ruang Multazam, mereka berkeliling Masjid yang didampingi oleh Direktur Shiyanah MAS, serta beberapa pengurus MAS. Mulai dari Ruang Ash Shofa, Al Marwah, Area Air Mancur, dan berakhir di Menara. Seluruh rombongan naik menara untuk dapat melihat view of Surabaya from the top (pemandangan Surabaya dari ketinggian). Acara kemudian di akhiri dengan berfoto bersama pengurus MAS.

Friendship Force adalah organisasi non profit yang berkantor pusat di Atlanta. Sejak berdiri pada tahun tahun 1977 disponsori oleh Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter, Friendship Force terus eksis. Kini lebih dari 65 negara bergabung didalamnya, Jerman, Belgia, Perancis, Belanda, New Zealand, United Kingdom, Australia, Hongkong, Vancouver, Macau, San Fransisco, USA, termasuk Indonesia. Misinya yakni membangun dan memupuk persahabatan dunia melalui pertukaran warga dan budaya. Karena itu, dalam periode waktu tertentu, warga dari negara yang satu saling mengunjungi warga di negara lain yang tergabung dalam Friendship Force. Anggota Friendship Force dari berbagai negara saling mengunjungi pada setiap tahun. Karena itulah budaya antar negara bisa saling terkomunikasi dengan sangat efektif.


[no: 41]

Warga Kanada Kunjungi Masjid Al Akbar



Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) kembali dikunjungi oleh warga asing, kali ini adalah warga Kanada, Amerika (2/10). Ditemui oleh jajaran pengurus MAS di ruang VIP Masjid Al Akbar Surabaya (Ruang Multazam), mereka memperkenalkan diri yang diwakili oleh Christiane Beaupre yang merupakan ketua rombongan. Mereka tergabung dalam Friendship Force Indonesia (FFI).

Dalam kesempatan ini, beberapa pengurus dari FFI dari Indonesia, salah satunya adalah Adi Putranto, yang mendampingi rombongan warga Kanada selama mereka di Indonesia, juga ikut menjelaskan maksud dan tujuan mereka bertandang ke MAS. Salah satunya adalah untuk mengetahui dan merasakan wisata religi yang disediakan MAS. Disamping untuk saling mengenal budaya antar Negara.

“Masjid Al Akbar tidak memihak salah satu aliran agama Islam tertentu. Masjid ini bersifat nasional, sehingga semua aliran agama Islam manapun bisa beribadah di sini dengan aman dan nyaman,” Kata Ir. H. Moerhanniono, M,MD sebagai Direktur Shiyanah MAS di sela-sela sambutannya.

Setelah dari ruang Multazam, mereka berkeliling Masjid yang didampingi oleh Direktur Shiyanah MAS, serta beberapa pengurus MAS. Mulai dari Ruang Ash Shofa, Al Marwah, Area Air Mancur, dan berakhir di Menara. Seluruh rombongan naik menara untuk dapat melihat view of Surabaya from the top (pemandangan Surabaya dari ketinggian). Acara kemudian di akhiri dengan berfoto bersama pengurus MAS.

Friendship Force adalah organisasi non profit yang berkantor pusat di Atlanta. Sejak berdiri pada tahun tahun 1977 disponsori oleh Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter, Friendship Force terus eksis. Kini lebih dari 65 negara bergabung didalamnya, Jerman, Belgia, Perancis, Belanda, New Zealand, United Kingdom, Australia, Hongkong, Vancouver, Macau, San Fransisco, USA, termasuk Indonesia. Misinya yakni membangun dan memupuk persahabatan dunia melalui pertukaran warga dan budaya. Karena itu, dalam periode waktu tertentu, warga dari negara yang satu saling mengunjungi warga di negara lain yang tergabung dalam Friendship Force. Anggota Friendship Force dari berbagai negara saling mengunjungi pada setiap tahun. Karena itulah budaya antar negara bisa saling terkomunikasi dengan sangat efektif.


[no: 40]

Sakinah Bersama Kursus Catin MAS



Dalam rangka memberi bekal pengetahuan dan pengalaman kepada calon pengantin (CATIN), Masjid Ansional Al Akbar Surabaya (MAS) megadakan kursus CATIN (15-16/10). Kursus ini diikuti oleh 23 pasangan dari berbagai daerah, diantaranya Solo, Ponorogo, dan Surabaya. Hanya saja, mereka melangsungkan pernikahan di Surabaya. Di MAS tepatnya.

Bertempat di ruang Abu Bakar lantai Dasar MAS, kursus dibuka oleh Direktur Utama MAS, Drs H Endro Siswantoro, M.Si, kemudian dilanjutkan dengan materi-materi. Diantara materi yang disuguhkan dalam kursus CATIN ini adalah Manajemen Rumah Tangga Pendukung Keluarga Sakinah, Anak Sebagai Sumber Kebahagiaan Keluarga, Mencegah Konflik Rumah Tangga dengan Memenuhi Hak dan Kewajiban Suami-Istri, Kesehatan Reproduksi Penunjang Keluarga Sakinah, Psikologi Perkawinan Menentramkan Keluarga, Pembiasaan Akhlakul Karimah dan Kenikmatan Beribadah bersama Anggota Keluarga.

Acara ini dimulai Pk.08.00-14.30 WIB. Fasilitas yang diberikan kepada peserta diantaranya adalah modul materi kursus, makan siang, sertifikat, ruang ber-AC, serta pemateri yang kompeten. Diantara pemateri dalam kursus CATIN ini adalah Drs. H. Endro Siswantoro, M.Si, Drs. H. Ichsan Jusuf, SH. M.Hum, dr. Kartika SR, dr. H. A. Salim Sungkar, SpKj, DR. Hj. Hasniah Hasan, M.Si.

”Kepedulian orang tua dalam mendorong putra putrinya untuk mendukung program ini sangat diperlukan. Hal ini dalam rangka menjaga mawaddah wa rahmah dalam keluarga yang akan dibentuk oleh putra putri tercinta. Supaya mereka dapat mengantisipasi permasalahan keluarga dengan baik sehingga tidak berimplikasi pada pernikahan.” Ujar Kepala Bagian Pembinaan Keluarga dan Kewanitaan, DR. Hj. Hasniah Hasan, M.Si di sela-sela atahannya terhadap peserta CATIN.

Kursus CATIN ini merupakan program untuk CATIN yang melangsungkan pernikahan di MAS. Program ini merupakan fasilitas CATIN yang telah membooking tempat di MAS untuk akad nikah mereka. Mereka dalam hal ini digratiskan untuk mengikuti kursus ini. Sedangkan CATIN yang melangsungkan akad nikah di luar MAS juga boleh mengikuti kursus ini dengan membayar infaq.


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]