Detil Berita
 

[no: 39]

Study Banding Risma-JT Ke Remas Al Akbar



Geliat Remaja MAsjid Al Akbar Surabaya (REMAS Al Akbar) mempunyai daya tarik tersendiri dalam lingkungan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), dalam hal kegiatan da’wahnya, maupun dari segi kaderisasi anak muda di Surabaya pada khususnya dan di Jawa Timur pada umumnya. Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA-JT), Ahad (16/10) lalu berkunjung ke Masjid Al Akbar Surabaya. Tujuan mereka adalah untuk Silaturrahim serta Study Banding dan menggali lebih dalam mengenai program da’wah REMAS Al Akbar dalam Syi’ar Islam.

Bertempat di Ruang Aisyah MAS, rombongan RISMA-JT yang terdiri dari 46 orang ini disambut oleh Pembina REMAS Al Akbar, Ustadz Gana Hascarya, SpdI, ketua REMAS AL Akbar, Taufiq Mirdad, S.Sos.I, serta pengurus REMAS Al Akbar lainnya. Ketua rombongan yang sekaligus ketua RISMA-JT, Ahsan Fauzi, S.Sos,I mengatakan bahwa mereka sangat berterima kasih telah disambut dan diterima dengan baik di MAS. Selain itu RISMA-JT sangat senang dapat bersilaturrahim dengan REMAS Al Akbar.

” Kami sangat berterima kasih telah diterima dengan baik di MAS. Selain itu RISMA-JT sangat senang dapat bersilaturrahim dengan REMAS Al Akbar. Berbagi informasi tentang Proker (Program Kerja) dalam syiar Islam. Semoga Tali silaturrahim ini tidak akan putus sampai kapanpun.” Ungkap Taufiq Mirdad, S.Sos.I, Ketua RISMA-JT di sela-sela sambutannya.

Acara dimulai pada Pk.08.00-10.00 WIB. Dengan perkenalan pengurus dari kedua REMAS, kemudian disusul dengan tanya-jawab antar REMAS. Keunikan dari RISMA-JT adalah dari segi proses kaderisasi yang seperti proses melamar pekerjaan. Calon pengurus diharuskan mengikuti serangkaian tes, yakni tes Tulis, tes Fisik, tes wawancara. Yang lolos dapat menjadi pengurus, sedangkan yang tidak lolos dibolehkan mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan RISMA-JT. Sedangkan Kaderisasi REMAS AL Akbar adalah selain ada seleksi administrasi, calon pengurus diharuskan mengikuti TORA (Training Orientasi Remas Al Akbar).

Ada beberapa tempat yang dituju oleh rombongan RISMA-JT ke Jawa Timur selain ke MAS, yakni ke Tuban, ke Masjid Ampel, dan ke Masjid Cheng Ho. Acara study banding ini diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama.


[no: 38]

Kajian Dhuha di PP Hidayatullah Malang



Dalam rangka milad Forkomas yang ke-8, Forkomas mengadakan kajian dhuha (25/9) di Pondok Pesantren (PP) Hidayatullah, Batu, Malang. Acara diikuti oleh 120 orang dari jamaah MAS yang terdiri dari Forkomas sendiri, Remas, Club Jantung Sehat, Karang Werda, dan juga jamaah Kajian Dhuha.

Bertolak dari MAS Pk.06.00 WIB, jamaah diangkut sebanyak 3 bus. Pk. 09.00 jamaah sampai di Jl Indragiri, Batu, yang merupakan alamat PP Hidayatullah. Acara dimulai Pk.10.00 WIB dengan Taushiyah oleh Ustad dari Pondok Pesantren. Dilanjutkan dengan acara bersalam-salaman dan pemberian infaq serta kenang-kenangan dari pihak Forkomas kepada pengurus PP Hidayatullah.

”Kajian Dhuha ini dalam rangka Milad Forkomas ke-8, sekaligus menyambung silaturrahim antara Masjid Al Akbar Surabaya dengan PP Hidayatullah Malang.” Ujar Ustad Ghufron selaku Kabag Sosial dan Remas yang mendampingi rombongan.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke pasar Songgoriti Malang sebagai wisata oleh-oleh dan juga ke Republik telo (Bakpia Telo) di Lawang, Malang.


[no: 37]

Pelatihan Bekam MAS angkatan-2



Setelah sukses dengan Pelatihan Bekam Angkatan-1, MAS kembali mengadakan Pelatihan Bekam angkatan-2 (24/9). Bertempat di Ruang Abu Bakar MAS, acara ini dimulai pk. 07.00-18.00 WIB. Peserta yang lebih banyak dari angkatan sebelumnya, yakni 42 orang, sangat antusias menyimak peragaan membekam yang di praktekkan oleh Ustadz M.Fadli (Praktisi Bekam Al Akbar).

Peserta adalah takmir-takmir Masjid yang pernah dikunjungi untuk bakti sosial oleh para peserta Pelatihan Bekam angkatan-1. Diantara Masjid yang dikunjungi adalah Masjid An- Nur, Masjid As-Syuro, Masjid Al Samsul Falah, Masjid Al Ikhlas. Masjid tersebut berada di Surabaya dan Sidoarjo. Ada juga peserta yang datang dari Malang, Kediri, dan juga Surabaya.

Sore hari, peserta berkesempatan untuk praktek sendiri dengan pasien adalah peserta lain. Peserta perempuan ditempatkan di tempat yang terpisah dari peserta laki-laiki. Mengingat peserta perempuan angkatan-2 ini lebih banyak dari pada peserta angkatan-1, maka peserta perempuan dari angkatan-1 turut andil membantu memberi arahan praktek bekam untuk para peserta perempuan. Untuk praktek, Ustad Yani dari ABI (Asosiasi Bekam Indonesia) membantu memberi arahan sekaligus arahan di kala membekam.


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]