Detil Berita
 

[no: 8]

Tingkatkan Pelayanan, MAS Buka Klinik Bekam



Masjid Nasional Al Akbar terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap jamaahnya. Salah satunya dengan membuka klinik Islami, terapi al Hijamah (Bekam), ruqyah, dan Pengobatan Herbal (Madu, Habbah Sauda’, jinten hitam, Zaitun, dll).

Ditemui di kantornya (14/11), terapis Bekam MAS M. Fadli mengatakan bahwa bekam merupakan pengobatan yang diterapkan di zaman Rasulullah. Metode ini termasuk salah satu dari tiga jenis pengobatan yang disunnahkan oleh Nabi. Pengobatan bisa diperoleh dengan tiga cara, pertama, meminum madu, kedua, bekam (Al Hijamah), dan ketiga, dengan besi panas. Hanya saja pilihan ketiga tidak diperbolehkan Rasulullah (HR Bukhori).

Klinik Bekam ini mulai dibuka sejak 10 Januari 2011. Masyarakat dan jamaah sekitar Al Akbar dan Jawa Timur bisa langsung datang ke Poliklinik MAS, lantai dasar MAS, Jl. MAS Timur No.1 Surabaya. Klinik ini terbuka untuk umum. Jadi siapapun dengan penyakit apapun bisa konsultasi maupun melakukan pengobatan bekam dan herbal di sana.

Bekam bermanfaat untuk membersihkan kulit tubuh, saluran darah, membuka sumbatan pembuluh darah, mengeluarkan darah kotor bersama zat-zat yang berbahaya bagi tubuh yang diakibatkan oleh makanan, minuman, dan obat-obatan yang dikonsumsi. Karena semua zat yang dikonsumsi tersebut tidak hanya membawa manfaat tetapi juga mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh.

Selain tidak menimbulkan efek samping juga pihaknya sudah mengantongi izin untuk membuka praktek dari dinas kesehatan. Rekomendasi dinas kesehatan itu berupa STTP (Surat Terdaftar Pengobatan Tradisional) dengan Nomor: 503.448/020/617/STTP/436.6.3/1/2011.

Berbekam secara teratur dapat mencegah timbulnya penyakit yang lebih berat atau lebih parah. KArena zat-zat yang berbahaya bagi tubuh manusia, seperti kolesterol, asam urat, dan sebagainya dapat dikeluarkan melalui cara berbekam.(fit)


[no: 7]

Kajian Ba’da Dhuhur Bersama Ulama dari Yaman



Dalam menjawab tantangan zaman yang semakin komplek, MAS mengadakan dialog interaktif di ruang utama (13/1) bersama ulama dari Hadramarut, Yaman, Sheikh Al Habib Salim bin Abdullah Assyatiri. Kegiatan yang digelar siang ba’da dhuhur itu mendapat respon positif, terbukti ruang utama MAS hampir dipenuhi jamaah. Didukung giant screen yang dipasang di sisi kanan dan kiri mihrab sehingga jamaah dapat melihat sosok ulama secara jelas dan tentunya mendengarkan ceramahnya dengan terang. Penerjemah yang mendampingi Al Habib senantiasa mentranslete ke dalam bahasa Indonesia sehingga mudah difahami oleh jamaah.

MAS sering kedatangan tamu, ulama, imam besar dari luar negeri, untuk berda’wah maupun studi banding. Kedatangan Al Habib kali ini selain untuk dialog interaktif juga termasuk dalam agenda rihlah da’wah Al Habib yang dimulai tanggal 7 Januari 2011 sampai 24 Januari 2011 di Jawa Timur. Diantara kota-kota yang dikunjungi Al Habib dan rombongan adalah Solo, Malang, Surabaya, Gresik, sampai ke Pasuruan.

Dalam ceramahnya, Al Habib mengetengahkan sebuah Hadits Nabi tentang ciri orang mukmin adalah meninggalkan yang sia-sia dan juga mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri. Berinteraksi dengan umat beragama lain dengan baik juga telah dicontohkan rasulullah. “Hormati tetangga, dan hindari permusuhan karena muslim satu dengan muslim lainnya merupakan satu saudara,” Kata Al Habib melalui penerjemahnya.

Ceramah agama Al Habib dilanjutkan dengan diskusi/dialog interaktif dengan jamaah MAS yang berlangsung sampai menjelang Ashar. Pukul 15.30, acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh Al Habib.(fit)


[no: 6]

Masjid Al Akbar Gelar Rakor Festifal Maulid 1432 H



Untuk menyukseskan Festival Maulid Nabi 1432 H, MAS (Masjid Al Akbar Surabaya) menggelar rakor (rapat koordinasi) dan sosialisasi program di ruang Raudha (11/1) komplek Masjid Al Akbar Surabaya. Tema yang diangkat pada Festival Maulid 1432 H adalah Teladani Rasulullah, Jalin Ukhuwah Menuju Baldatun Thoyibatun wa Rabbun Ghofur. Dari hasil rakor, pembukaan festival akan dilaksanakan pada 20 Maret mendatang.

Direktur Utama MAS, Drs. H. Endro Siswantoro, M.Si, selaku pemimpin rakor menyatakan bahwa tema yang diangkat pada Festival Maulid 1432 H adalah dalam rangka meneladani dan mentaati, serta melaksanakan ajaran yang dibawa Rasulullah dalam kehidupan masyarakat Jawa Timur pada khususnya, serta meningkatkan jalinan persaudaraan untuk membangun ekonomi Jawa Timur lebih baik. Endro menambahkan, sebelum draf kepanitiaan ditandatangi oleh ketua PHBI Provinsi Jatim, Saifullah Yusuf, maka perlu dimatangkan dalam rakor ini. “Supaya nantinya kegiatan festival Maulid 1432 H ini dapat berjalan dengan lancar,” Ujarnya.

Kegiatan festival Maulid merupatan acara yang tiap tahun digelar di MAS, yang semakin tahun semakin semarak dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Pada tahun ini rencananya akan dimeriahkan oleh 19 kegiatan sosial, diantaranya adalah pemasangan KB susuk, khitanan massal, pengobatan gratis sampai pembagian sembako secara gratis.

Kegiatan sosial ini dalam rangka membantu sesama muslim yang kurang mampu di Jawa Timur pada khususnya dan juga sekaligus sebagai wujud dari visi MAS, terdepan dalam dakwah dan syiar Islam, pengembangan pendidikan dan sosial budaya, ditopang oleh manajemen yang handal guna menuju masyarakat yang berakhlak mulia.(fit)


halaman [0][1][2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23][24][25][26][27][28][29][30][31][32][33][34][35][36][37][38][39][40][41][42][43][44][45][46][47][48][49][50][51][52][53][54][55][56][57][58][59][60][61][62][63][64][65][66][67][68][69][70][71][72][73][74][75][76][77]