Khutbah Jum'at
 

Prof. Dr. H. Syafiq . A. Mughni , MA

Berdakwah Dengan Hikmah

11-10-2012 | 12:44:34

Islam pada awal periodenya telah berhasil menggentarkan kehidupan-kehidupan yang tanpa nilai serta tanpa norma yang digambarkan sebagai kehidupan jahiliyah di panggung kehidupan. Hal ini sesuai dengan risalah yang diemban oleh Rasulllah SAW, yakni menyempurnakan akhlak manusia, sehingga tercipta sebuah kehidupan yang teratur, hasil ini juga sesuai dengan fitroh manusia yang selalu mendambakan sebuah kedamaian dan ketentraman dalam menjalankan aktivitas kehidupannya.

Islam adalah agama yang menuntun kita, bukan hanya kepada kebaikan individual, namun juga kebaikan kolektif. Karena itulah, maka wajib bagi kita untuk terus menerus memperbaiki diri sendiri, tetapi juga memperbaiki kehidupan bersama, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Karena itulah maka menjadi kewajiban kita, untuk terus berdakwah, mengajak untuk masing-masing kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, meningkatkan kesejahteraan, perdamaian, dan kemaslahatan kita semua. Jika itu yang kita lakukan, maka kita akan dinilai oleh Allah, sebagai hamba yang berhak mendapatkan surga di akhirat nanti. Allah berfirman dalam surah An Nahl : 125 yang maknanya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Jika kita memiliki kekuasaan, maka hikmah itu adalah kebijakan untuk menentukan masyarakat menjadi lebih baik kehidupannya. Dengan peraturan-peraturan yang dibuat oleh sang penguasa, menggiring masyarakat agar menjadi orang yang muhsin (orang-orang yang berbuat baik). Alhikmah juga bisa diartikan sebagai ilmu pengetahuan. Maka, di antara kita yang mempunyai ilmu pengetahuan, marilah itu kita gunakan untuk berdakwah. Hikmah juga bisa diartikan kata-kata arif dalam berdakwah. Di dalam Al-Qur’an Allah SWT menyatakan suatu pedoman yang sangat penting supaya kita menjadi orang yang sukses, membawa masyarakat ini menuju kebajikan. Menjadi da’i yang selalu beramar ma’ruf nahi munkar dengan sukses. (QS Ali Imron :159) yang maknanya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Pertama, yang harus dibangun dalam berdakwah adalah lemah lembut. Artinya dalam berdakwah jika masih menemukan jalan yang terbaik yang lebih ashlah (yang membawa kedamaian), yang menyebabkan kesadaran masyarakat, maka itu harus kita lakukan. Dan salah satu hal yang sangat penting bagaimana kita menunjukkan keagungan dan kebesaran agama Allah ini, dengan sikap kita yang lemah-lembut. Tidak mungkin kita menunjukkan keagungan ajaran Allah, dengan cara yang bertentangan dengan syariah, bertentangan dengan prinsip-prinsip kedamaian ajaran Islam, karena kalau itu yang kita lakukan, maka justeru orang akan melihat bahwa ajaran Islam tidak sesuai dengan kehidupan sekarang. Maka, kita sebagai muslim, apapun kedudukannya, apapun jabatannya, mari kita gunakan untuk menunjukkan, keagungan ajaran Allah. Kita jadikan agama Allah ini sebagai kebutuhan zaman, sebagai prinsip-prinsip moral yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan peradaban masyarakat sekarang ini. Maka, kalau itu bisa kita lakukan, salah satu modal telah kita bangun dalam melakukan dakwah Islamiyah.

Kedua, mau memberikan maaf kepada orang-orang yang berbuat salah. Memberikan maaf bukan berarti melupakan kesalahan orang lain. Bukan melupakan kesalahan yang mungkin kita lakukan. Selama masih ada peluang untuk memberikan maaf, maka itulah jalan yang sangat baik. Ada sebuah contoh yang bisa kita jadikan teladan. Pada tahun sekitar 60-an ada seorang pejuang, yang dengan segala daya dan upaya akan melakukan perubahan dalam masyarakat, dari yang penuh kedhaliman, menuju masyarakat yang penuh dengan keadilan. Akan merubah sistem pemerintahan yang operesif menuju sebuah sistem pemerintahan yang menunjukkan kesejahteraan bersama. Maka, pejuang ini di penjara oleh pemerintah yang berkuasa pada saat itu. Dia di dalam tahanan selama 25 tahun, dan selama itu pula dia disiksa, dan dihinakan. Hingga pada suatu saat, dia dibebaskan dan telah terjadi demokratisasi. Dan dia akhirnya terpilih menjadi presiden. Pada suatu ketika ada seorang wartawan yang bertanya : “Wahai Bapak Presiden, engkau adalah orang yang dulu dipenjara, dan di dalam penjara itu anda dihinakan. Nah, sekarang engkau memiliki kekuasaan, apa yang engkau lakukan?” Dia menjawab :”to forgive mybe, to forget imposible” (untuk memaafkan adalah suatu yang sangat mungkin, tetapi untuk melupakan, adalah sesuatu yang mustahil). Kalau kita lupa terhadap masa lalu, lupa terhadap kesalahan kita, maka kita akan kembali menjadi umat yang bodoh yang tidak bisa mengambil pelajaran dari masa lalu. Oleh karena itulah, maka prinsif memaafkan tidak berarti kita tidak boleh belajar dari kesalahan kita masa lampau. Dan kalau ini kita lakukan, maka insyaallah, sesuai dengan kebijakan Rasulullah SAW, ketika menaklukkan kota Makkah. Sebagai seorang Nabi yang berjuang untuk menegakkan agama Islam. Ketika di Makkah, beliau di musuhi, dan dihinakan oleh kaum musyrikin, tetapi setelah dia hijrah dan berhasil menaklukkan Makkah, maka Rasulullah SAW mengatakan : “Engkau semua (penduduk Makkah) bebas, tidak ada dendam, tidak ada sakit hati, maka mari kita bangun bersama, kehidupan masyarakat mendatang dengan lebih baik, sesuai prinsip-prinsip ajaran Allah SWT.

Ketiga, hendaklah kita memintakan maaf kepada orang lain. Bagi saudara kita yang mungkin telah berbuat salah. Ketika ada hambatan psikologis, bagi seseorang untuk minta maaf, mungkin karena gengsi, mungkin karena pertimbangan-pertimbangan lain, maka kita harus menjadi mediator, untuk menjembatani agar, orang tersebut mau memberikan maaf, kepada saudaranya yang telah melakukan kesalahan. Wastaghfirlahum, bisa juga diartikan bahwa kita memintakan ampun kepada Allah SWT bagi saudara-saudara kita yang mungkin telah berbuat dosa dan kesalahan kepada Allah. Kalau hal ini kita lakukan, InsyaAllah akan tergambar kebesaran jiwa kita, sebagai orang yang mampu menegakkan kedamaian. Sebagai orang yang mampu menengahi konflik, di antara saudara-saudara kita, dan dengan itu pulalah, maka akan tergambar, jiwa besar dari kita, dan kebesaran ajaran agama yang kita anut. Dan insyaAllah orang lain akan melihat kebesaran dan keagungan agama kita.

Keempat, hendaklah bermusyawarah dalam setiap perkara. Untuk kepentingan masyarakat, untuk kepentingan kehidupan bersama, maka kita harus melakukan musyawarah. Karena seringkali, kita tidak sadar, mungkin pada suatu saat yakin akan kebenaran pendapat kita. Mungkin pada suatu saat akan merasa paling benar, maka di situlah Allah memperingatkan bahwa hendaknya dia bermusyawarah. Orang sering mengatakan : “Kita sering menjadi tawanan dari kita sendiri”. Ketika kita menjadi pedagang terjadi krisis, kita menyalahkan orang lain, yang menyebabkan krisis itu. ketika kita menjadi seorang penguasa, dan kemudian terjadi kemelut di tengah-tengah masyarakat, kita sering menyalahkan masyarakat sebagai penyebab krisis itu sendiri. Ketika kita menjadi tokoh masyarakat, mungkin akan menyalahkan orang lain, akan menyalahkan bisnisman, penguasa, dan siapa saja. Itulah sebuah contoh, bahwa kita sering menjadi tawanan dari situasi kita. Karena itulah, kita perlu mendengarkan kata orang lain, mungkin dari posisi yang berbeda, mungkin dari sudut pandang yang lain, maka akan menemukan jalan yang terbaik, sebagai hasil dari musyawarah, tentang malaha-masalah yang tentu sering kita hadapi.

Kelima, bertawakkal kepada Allah. Apabila kita memutuskan sebuah keputusan atas hasil musyawarah itu, maka kita harus bertawakkal kepada Allah SWT. Karena keputusan itu mengikat kepada semua orang dan karena itu tidak boleh ada upaya-upaya untuk mementahkan, atau menggagalkan atas hasil keputusan musyawarah itu.

Mudah-mudahan dengan sikap yang dituntunkan oleh Allah SWT ini, dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, kita menjadi orang yang sukses dalam melakukan perbaikan, dalam ber amar ma’ruf nahi mungkar. Amien.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita