Khutbah Jum'at
 

Prof DR H Imam Bawani, MA

Memberantas Kebodohan

16-07-2010 | 10:21:54

Islam hadir sebagai agama yang dari kontek kitab sucinya langsung mengarah agar umatnya tidak menjadi umat yang bodoh. Dalam kontek memerangi kebodohan, sebenarnya dimulai dari perintahnya yakni iqra bacalah. (A-Alaq :1-5). Sebenarnya kalau semua ayat tersebut diterapkan dengan benar berarti sudah tidak ada lagi kebodohan. Berarti konsep Islam itu seharusnya pintar dahulu, baru kemudian menyembah Tuhan. Pengertian Iqra' itu ada dua sisi, tektualnya adalah Al-Qur'an itu sendiri. Sebagaimana riwayat bahwa ketika Malaikat Jibril ketika datang ke Gua Hira' lima ayat tersebut disodorkan kepada Muhammad lalu mengatakan "iqra' ya Muhammad! Lalu nabi menjawab : maaf, saya tidak pandai membaca. Tetapi kalau kita melihat konteknya, yang disuruh membaca itu adalah 'alaq, dzikr, berarti berfikir, merenung, mengekplor, meneliti, mengembangkan. Maka jadilah ilmu pengetahuan dan tehnologi. Sehingga di sisi kontek kedua, membaca berarti membuat umat Islam pintar dan menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi. Sejarah telah membuktikan, kalau kita membaca buku yang berjudul, Sumbangan Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan Modern. Mulai abad delapan hingga abad empat belas, kira-kira delapan ratus tahun umat Islam di puncak kejayaan. Ketika Inggris, Prancis, Jerman, belum tahu apa-apa, mereka masih buta huruf, ketika Amerika masih hutan belantara. Kita ambil contoh, Universitas Al-Azhar Kairo, mulai muncul tahun 1000 masehi. Dua ribu bahkan empat ribu tahun sebelum masehi itulah tempat pertama kali ilmu itu dikembangkan. Kalau kita hubungkan dengan piramida zaman Fir'aun, Musa, bangunan yang hebat seperti itu, lalu kita hubungkan dengan mumi, tentu terjadinya dua ribu tahun sebelum masehi. Tetapi sekarang sayang, sekarang kalau kita membaca ilmu pengetahuan apapun selalu dirujuk dari zaman Yunani kuno. Pluto, Sokrates, Aristoleses. Ilmu politik starting pointnya dari sana. Ilmu Psikologi, ilmu Biologi dan lain sebagainya semua merujuk pada zaman Yunani kuno. Padahal Mesir jauh lebih dahulu, Balilonia Iraq Selatan ,jauh lebih dulu. India, China juga jauh lebih dulu. Kalau ditanya kenapa ilmu pengetahuan selalu rujukannya Yunani? Alqaumu 'alad diini mulukihim (masyarakat selalu tunduk kepada siapa yang berkuasa). Karena sekarang yang berkuasa orang barat, maka mau tidak mau kita tunduk pada rekasaya orang barat. Padahal kalau kita lihat, Yunani pun hanya sekedar ilmu dalam arti filsafat, bukan ilmu dalam arti pijakan untuk membangun tehnoliogi bersadarkan penelitian empirik. Kalau dasarnya penelitian empirik ya Islam. Ibnu Taimiyah yang dipandang sebagai ulama Fiqih dalam kontek memaknai ayat-ayat kauniyah. Kitab Allah ada dua,kitab yang tertulis dan kitab yang terhampar di alam jagad raya ini. Ketika memaknai ayat kauniyah, maka prinsip beliau : Alhaqiiqah fil a'yaan laa fil adhaan (realitas empirik itu kebenarannya di lapangan menurut penglihatan, observasi bukan diangan-angan dalam fikiran). Ini sudah beliau katakana jauh sebelum frensisbakend, tetapi yang dicatat sebagai ilmu empirik bukan Ibnu Taimiyah, karena yang berkuasa adalah orang barat.

Atas dasar itulah, mari memaknai "iqra' memberantas kebodohan ini bukan hanya sekedar memberantas buta huruf, tetapi lebih dari itu yakni memberantas ketidakseimbangan penguasaan putra-putri muslim, antara ilmu pengetahuan tehnologi dei satu fihak serta kekokohan iman terhadap Allah SWT pada fihak yang lain. Sebab pengalaman masa lalu banyak yang pinter di bidang iptek tetapi tidak punya keimanan yang kuat, akhirnya malah memusuhi Islam, walaupun KTPnya Islam. Sebaliknya, pinter ilmu agama tetapi tidak mengusai ilmu pengetahuan dan tehnologi, juga akan merepotkan. Dia akan menjadi lemah hidupnya, akan menjadi peminta-minta dan akan dicibir banyak orang, padahal konsep Islam tidak seperti itu. Kalau kita kembalikan kepada realitas dan idealitas Islam masa lalu, maka betul-betul kebodohan itu tidak ada dalam Islam. Karena kitab sucinya sudah mengajarkan untuk membaca. Pinterlah dahulu,baru kemudian menyembah tuhanMu, karena untuk dapat menyembah tuhan dengan baik sesuai dengan perintahNya, itupun perlu menguasai ilmu pengetahuan yakni kepintaran.

Kalau kita merujuk ke zaman keemasan Islam, yang mengandalkan semangat "Iqra", sehingga menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi. Jauh sebelum Negara lain mengerti kekuatan tehnologi, Otoman sudah menguasai, sehingga ditakuti saat itu. Waktu itu terkenal dengan Dinasti Bom, karena yang menenemukan miseu, ilmu kimia dan lainnya. Jadi kalau kita lacak seluruh ilmu penetahuan empirik yang menemukan umat Islam. Kemudian bersamaan dengan hancurnya Spanyol, waktu itu Andalus, yang pernah diperintah oleh Islam kurang lebih 600 tahun. Lalu ilmu itu mengalir ke Barat, kemudian dikembangkan di sana, kemudian berbalik menyerang kita, sehingga hasilnya seperti sekarang ini. Timur Tengah diacak-acak. Opini public sudah dikuasai mereka, sehingga kalau orang Gaza yang disiksa seperti itu kemudian berani melawan, dinamakan teroris, kalau menyerah dan mau dibunuh namanya toleran. Inilah dunia sekarang yang bisa dibolak-balikkan oleh Barat.

Untuk itu, marilah kita didik anak-anak kita agar berimbang antara agama dan ilmu pengetahuan, agar tidak menjadi umat yang lemah. Almukminu qowiy ahabbu ilallah minal mukminudh dha'iif (orang beriman yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah).( HR Bukhori Muslim). Sehingga memilihkan lembaga pendidiakan untuk anak-anak kita dimanapun silakan, dengan catatan, imbangnya antara porsi pendidikan agama dan ilmu pengetahuan umumnya. Alhamdulillah para pemimpin kita sudah memperhatikan model pendidikan Islam yang bagus, agama kuat ilmu pengetahuan lain juga kuat, itulah bentuk pendidikan ideal ke depan. Karena dulu ketika umat Islam mengusai dunia, juga seperti itu. Kita ketahui bahwa Ibnu Shina adalah seorang dokter tetapi dia adalah seorang ulama. Ibnu Rusyd, ahli matematika, psikawan, tetapi juga mengarang kitab Bidayatul Mujtahid. Jadi dahulu bisa disebut ulama' kalau mengusai ilmu pengetahuan dan menafsir Al-Qur'an yang hebat. Insyaallah kalau model pendidikan seimbang seperti itu, beberapa tahun ke depan minimal keadilan akan terwujud.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita