Khutbah Jum'at
 

Prof. Dr. Ibrahim Sulaiman bin Salim Ar-Ruhaily

Pengendalian Hawa Nafsu

30-07-2010 | 11:18:07



Segala puji bagi Allah yang telah mencurahkan kebaikan kepada kita, yang memberi kebebasan memilih kepada makhlukNya. Mencurahkan segala keberkahan rizki yang halal dan baik. Mengaharamkan kepada kita yang buruk dan kotor. Melarang kepada kita kepada kedzaliman dan syub-hat. Dan menyiksa kepada mereka yang memperturutkan hawa nafsunya.

Jasad manusia tidak akan sanggup menanggung dasyatnya adzab-adzab api neraka yang disiapkan Allah lantaran kedurhakaan dan kemaksiatan. Oleh karenanya ketakwaan adalah perisai utama dari adazab-adzab Allah itu. Dan mari kita berpegang teguh kepada tali agama Islam sebagai pedoman hidup dan kita jadikan tali ikatan yang kuat bagi kehidupan di dunia. Selanjutnya istiqomahlah berpegang kepada sunah-sunnah Rasulullah saw.

Allah meniciptakan manusia di dunia ini pada hakikatnya adalah untuk beribadah kepadaNya. Oleh karena itu setiap hamba Allah hendaknya memahami dan mengetahui hakikat penciptaanya (Adz-Dzariayat: 56). Allah menjadikan manusia di muka bumi ini sebagai khalifah yang bertugas untuk memakmurkan bumi, sebagaimana rencana ini telah Allah kabarkan kepada para malaikat. Yang “disanggah” oleh Malaikat; “Apakah Allah hendak menciptakan makhluk yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah di muka bumi. Tetapi dijawab Allah: Aku lebih tahu dari apa-apa yang kamu ketahui “.(al-Baqarah: 30)

Selanjutnya Allah mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab suciNya untuk membimbing manusia kepada jalan yang benar. Allah telah menjelaskan kepada manusia mana jalan yang baik dan mana jalan yang buruk. Sebagai khalifah yang bertugas pemakmur bumi, manusia dimuliakan Allah dengan melengkapinya akal fikiran. Fenomena dalam kehidupan dunia, manuisa selain dilengkapi dengan akal juga diberi hawa nafsu (syahwat). Tetapi syahwat itu dibatasi oleh Allah sesuai dengan apa yang dibolehkan. Allah melarang hambanya mengikuti syahwat dan melanggar apa yang diharamkan oleh Allah swt. Allah tidak melarang manusia untuk memenuhi syahwatnya, selama dalam batas-batas yang telah digariskan oleh Allah dan RasulNya. Allah justru melarang manusia membunuh potensi syahwatnya. Karena syahwat adalah makhluk Allah yang juga diciptakan untuk manusia. Dengan potensi hawa nafsunya manusia meramaikan (memakmurkan) dunia. Allah tidak melarang manusia mencintai wanita, harta, tahta, anak, dan semua kesenangan yang lain (ali Imran: 14). Asal hal itu tetap dalam koridor syariat Islam. Dan dimanfaatkan semua itu semata-mata sebagai sarana untuk mengabdi atau beribadah kepada Allah. Allah menciptakan nafsu syahwat pada diri manusia agar ia mencapai kemaslahatan, jika hawa nafsunya di kendalikan dan diletakkan pada hal yang benar.

Allah menciptakan Malaikat dan melengkapinya dengan akal, tanpa syahwat. Allah menciptakan binatang dilengkapi dengan syahwat tanpa akal. Sementara Allah menciptakan manusia dibekali dengan akal dan syahwat. Oleh karena itu kata seorang mufassir Imam al-Qotadah: “Barangsiapa yang akalnya menang atas syahwatnya, maka dia berada pada barisan para malaikat, dan barang siapa yang syahwatnya menang atas akalnya, maka dia berada pada barisan binatang”. Oleh karena itu manusia janganlah memperturutkan syahwat atau hawa nafsunya.

Selanjutnya akan muncul fitnah pada zaman ini, dengan berkembangnya berbagai fasilitas dan sarana yang melingkupi kebutuhan manusia. Seperti kemudahan mengakses internet, penggunaan antene parabola, telah menjadikan manusia terjerumus dalam syahwat. Kemajuan teknologi dan informasi yang tidak terkendali, adalah tantangan atau fitnah terberat bagi kaum muslimin. Mereka (musuh-musuh) Islam menginginkan bahwa kaum muslimin mengikuti hawa nafsunya, seperti kemudahan mengakses situs porno, dan hal-hal yang menjerumuskan manusia kepada hawa nafsunya. Ketahuilah bahwa orang yang selalu mengikuti syahwatnya dampaknya adalah akan berhadapan dengan Adzab Allah yakni api neraka yang manusia tidak akan sanggup menerimanya. Sedangkan orang yang taat kepada Allah dan Rasulnya, maka dia akan diselamatkan oleh Allah swt. Sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw; bahwa neraka itu diliputi dengan syahwat, yang penuh kenikmatan, sedangkan surga diliputi oleh hal-hal yang tidak disenangi. Oleh karena itu seseorang hendaknya tidak memperturutkan syahwatnya, tetapi mengendalikan nafsu syahwatnya mengikuti tuntunan Allah swt dan RasulNya.

Orang-orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya, berdampak adzab Allah akan turun diantara mereka. Salah satu sebab utama bencana dan malapetaka yang menimpa manusia, adalah karena manusia telah mengikuti syahwat mereka, dan berpaling dari tuntunan Allah dan Rasulullah saw. Selanjutnya dampak dari manusia yang mengikuti syahwatnya, menyebabkan para wali-wali Allah akan murka kepadanya. Orang yang menjadi penyebab murkanya para wali-wali (kekasih-kekasih) Allah, maka Allah akan memerangi mereka. Syahwat yang tak terkendali, juga dapat menjerumuskan pada kekufuran dan kemaksiatan.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra: suatu ketika Rasulullah berpidato di hadapan kami: “ wahai orang-orang Muhajirin ada 5 hal apabila kalian mengerjakannya maka Allah akan menurunkan bencana, dan aku berlindung kepda Allah dari 5 perkara itu: pertama jika kejahatan telah merajalela dan engkau membiarkannya, maka Allah akan menurunkan bala’ penyakit Tho’un; kedua jika kalian mengurangai takaran dan timbangan, maka Allah kan mencabut keberkahan dan pertolongan Allah; ketiga jika kalian tidak mengeluarkan zakat, maka Allah akan menahan turunnya hujan dari langit, jika tidak karena binatang kehausan, niscaya tidak diturunkan hujan oleh Allah; keempat jika kalian mengkhianati perjanjian Allah dan Rasulnya maka Allah akan mengangkat pemjmpin yang kejam ditengah-tengan kalian; kelima jika pemimpin kalian tidak berhukum dengan kitab Allah, dan tidak memilih hukum yang diturunkan Allah dan Rasulnya, maka Allah akan menurunkan kekalutan dan bencana ditengah-tengah kalian.

Ketika Allah selesai menciptakan surga dan neraka, Allah memerintahkan kepada Jibril untuk melihat keduanya. Ketika melihat surga dan kriteria calon penghuninya, Jibril berkata: “Demi keagunganMu saya yakin semua hambamu kan berbodong-bondong masuk kedalamnya. Namun setelah Allah meliputi jalan ke surga dengan sesuatu yang tidak menyenangkan, maka Jibril berkata kepada Allah :”Demi keagungan dan kemuliaanMu, saya psimis surga akan dipenuhi oleh hambaMu. Kemudian Allah berkata kepada JIbril, sekarang pergilah lihat ke Neraka. Setelah Jibril melihat kengerian dan dasyatnya siksa neraka, Jibril berkata: ”saya yakin tak seorangpun dari hambaMu mau masuk kedalam neraka. Maka Allah melingkupi jalan ke Neraka dengan kesenangan, kemudian Allah berkata kepada jibril lihatlah sekarang keneraka. Maka setelah melihat kesenagan yang meliputi jalan ke neraka Jibril berkata: ”Demi keagungan dan kemuliaanMu; saya optimis bahwa akan banyak dari hambaMu yang akan masuk kedalam neraka”.

Maka bila kita ingin memilih jalan ke surga Allah, kuncinya adalah kita harus mempunyai sifat zuhud terhadap kenikmatan dunia dan bersabar dalam menghadapi ujian kenikmatan hawa nafsu. Tetapi bila kita ingin memilih jalan ke neraka maka kita nikmati kesenagan hawa nafsu di dunia yang sesaat, tetapi di kahirat kita akan celaka selamanya.

Oleh karena itu marilah kita jahui dari mengikuti hawa nafsu dan syahwat yang tidak terkendali seperti minuman keras, zina, melihat kepada lawan jenis yang bukan mahramnya, ghibah, dlsb adalah penyebab terbesar dari terjerumusnya seseorang ke dalam neraka. Mari kita berpegang teguh kepada tuntunan Allah dan Rasulnya. Menjaga diri dari akibat-akibat yang ditimbulkan karena mengikuti hawa nafsu dan syahwat. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kita dalam amal perbuatan kita, ucapan-capan kita, keluarga dan harta kita, juga negeri Indonesia dan penduduknya, sehingga kita mendapatkan keridhaan Allah swt.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita