Khutbah Jum'at
 

Ust. Drs. H. Ikhsan Yusuf, SH, M. Hum

Nikah, Hakikat dan Urgensinya

6-08-2010 | 11:22:24

Dalam al-Qura’an surat an- Nisa’ ayat 3:

maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja dan surat an-Nur ayat 32 dinyatakan:

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui

Dalam hadits juga Rasul menyatakan: yaa ma`syarosy-syabaab man isthathoo`a minkum al-baa`ata fal yatazawwaj. (wahai para pemuda kalau kalian sudah mampu menikah maka menikalah.

Dari ayat-ayat dan Hadits tersebut, menyatakan bahwa nikah adalah perintah Allah dan Rasul , maka para ulama sepakat menjalankan pernikahan adalah dinilai sebagai ibadah. Bahkan dalan hadits ditegaskan orang yang melaksanakan nikah dianggap telah menunaikan separoh dari agamanya; man tazawwaja faqod istakmala nisfaddiin, falyattaqillaaha fi nish-fil baaqi (barang siapa yang melaksanakan pernikahan maka dia telah menyempurnakan separuh dari agamanya, maka bertakwalah kepada Allah untuk menyempurnakan yang separuhnya lagi). Sehingga melaksanakan pernikahan adalah bagian dari takwallah. Karena nikah adalah perintah Allah sedangkan takwa menurut al-Ghazali adalah melaksanakan perintah dan menjahui larangan Allah swt.

Tujuan perkawinan: ada dua hal yang paling penting; pertama agar manusia bahagia (litaskunuu ilaihaa) dan mendapat ketenangan hidup, saling cinta mencintai dan sayang menyanyangi antara suami istri (mengapai mawaddah wa rahmah). Sehingga diharapkan setelah kawin, mereka tenang. Pandangannya tidak jelalatan lagi, (aghoddhu lilbashori). Kedua agar manusia itu menurunkan generasinya, agar generasi manusia tidak punah. Karena dengan menikah akan melahirkan generasi baru. Bagaimanapun manusia nanti suatu saat akan pergi meninggalkan dunia ini dan diganti dengan generasi dari anak dan cucu-cucunya. Sehingga bumi ini tetap ramai dan tetap makmur. Negarawan menyatakan bahwa keluarga yang dibangun dari perkawinan ini adalah komponen terkecil dari sebuah negara. Ada tiga unsur pokok yang harus ada dalam sebuah negara. Pertama adanya pemerintahan yang berdaulat, adanya wilayah, dan adanya penduduk atau rakyat dari negara tersebut. Rakyat atau penduduk itu tumbuh dan berkembang dari sebuah keluarga. Walaupun ada pemerintahan yang kuat, ada wilayah yang luas, tetapi tidak ada rakyatnya maka tidak dapat disebut negara. Oleh karena itu betapa pentingnya pernikahan dan betapa pentingnya berkeluarga yang bertujuan melahirkan generasi penerus agar negara itu tetap eksis.

Dalam perkembangannya, pernikahan yang merupakan akad suci (mithaqon gholidho), dewasa ini telah terjadi penyimpangan. Dalam al-Quran dan al-Hadits maupun dalam UU perkawinan yang disebut perkawinan yang bertujuan untuk melanjutkan keturunan tentu perkawinan antara laki-laki dan perempuan. Namun sekarang sudah berkembang dinegara-negara tertentu yang melegalkan perkawinan sejenis. Mereka berargumen hak asasi manusia dan kesetaraan gender. Baru baru ini sekitar taggal 25 juli 2010 dinegara Argentina mengesahkan UU perrkawinan sejenis. Menyusul negara-negara yang lain seperti Kanada, Belanda, Belgia, Spanyol dan negara Inggris, semua negara itu membolehkan kawin sejenis (lelaki dengan lelaki/wanita dengan wanita).

Sebagai contoh seorang musisi kelas dunia yang sangat terkenal; Elthon John dengan David furries. Keduanya menggelar perkawinannya 6 hari 6 malam, masuk dalam 10 besar pesta perkawinan termewah dan termahal abad ini. Selanjutnya Thomas Bety kawin dengan Nancy. Di Indonesiapun ada yang mencoba meniru perkawinan sejenis: dr Mamoto kawin dengan Drs. Hendy seorang sarjana komputer. Keudanya tidak boleh kawin di Indonesia , akhirnya lari ke Belanda.

Dalam UU perkawinan No. 1/1974 pasal 1 dinyatakan : bahwa perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluaga bahagia kekal berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa. Maka atas dasar pasal 1 UU no.1/1974 ini, maka perkawinan sejenis tidak dapat diselenggarakan di Indonesia. Para ulama fikih (fuqoha’) menetapkan rukun nikah antara lain, ada mempelai pria, mempelai wanita, Wali nikah, 2 orang saksi, mas kawin, dan ijab Qobul. Sehingga kalau rukun ini tidak terpenuhi, maka nikah tersebut tidak sah, baik secara agama maupun UU.

Akibat manusia melanggar fitrah dari perkwinan, dengan melaksnakan perkawinan sejenis, maka di negara-negara yang membolehkan, timbul berbagai masalah. Seperti di Negara Inggris, menurut Prof. Jill Kirby seorang Direktur Study kebijakan Pemerintah, mengatakan bahwa sangat disayangkan generasi Inggris menurun gairah perkawinannya, karena berakibat pertumbuhan kependudukan negara Inggris menurun. Menurut lembag Statistik Inggris pada tahun 2006, keinginan pria lajang di inggris yang mau menikah adalah 1000:20. Jadi bila ada pemuda 1000 orang yang minat kawin hanya 20 orang. Bahkan saat ini semakin menurun gairah untuk menikah. Ini adalah problem kependudukan yang serius. Karena lama-lama generasi penerus Inggris akan punah seperti yang terjadi di negara Prancis. Karena di negara Prancis juga menerapkan kawin bebas tanpa aturan seperti itu. Maka yang terjadi adalah mereka kekurangan generasi. Sehingga mereka memanggil negara-negara koloni untuk migrasi ke negaranya. Maka masuklah orang-orang dari bekas jajahannya seperti Afrika, Mesir, Al-jazair. Akibat migasi besar-besaran dari negara-negara koloninya, yang terjadi adalah generasi penduduk asli Prancis hilang, sedangkan generasi urban muslim, semakin bertambah bahkan diperkirakan 2015 masyarakat muslim akan mencapai diatas 10 juta, karena saat ini sudah mencapai 4-6 juta. Angka perkiraan itu bisa semakin besar, karena banyak masyarakat muslim di Prancis yang perkwinannya tidak dicatatkan atau nikah sirri dalam istilah di Indonesia. Inilah yang juga menjadi sorotan oleh masyarakat Prancis bagi warga urban Muslim di Prancis. Maka di Indonesia seharusnya perkawinan itu dicatatkan, karena perundang-undangan No 1 /1974 pasal 2 ayat 2 memerintahkan untuk mencatatkan perkawinan, sehingga perkwinan itu dilindungi oleh hukum. Perkawinan yang tidak tercatat alias kawin sirri, maka tidak ada jaminan hukum apabila kelak ada masalah-masalah yang timbul, seperti perceraian, hak mut`ah, jaminan untuk anak, kewarisan dsb.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita