Khutbah Jum'at
 

Prof. Dr. H. Syafiq . A. Mughni , MA

Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam

22-04-2014 | 14:18:22

Setiap umat manusia mempunyai warna-warni kebiasaan, adat istiadat, bahasa, kebangsaan dlsb, Semua itu merupakan bagian dari karunia Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita jadikan keanekaragaman budaya itu dikelola, sehingga menjadi kekuatan umat Islam, bukan malah menjadi faktor timbulnya perpecahan. Dengan semangat ukhuwah, maka seluruh potensi umat Islam harus dimanfaatkan dalam rangka menjunjung tinggi kalimat Allah, dan mendapatkan ridhoNya.

Dalam berukhuwah, kita harus saling menghormati. (lihat Q.S. Al Hujurat : 13). Kita mengenal simbol-simbol, adat istiadat, budaya dlsb. yang kalau kita cermati, ada kelebihan yang perlu kita hargai untuk menambah kekuatan persatuan umat Islam. Namun, setelah kita mengenal, selanjutnya adalah bertafaahum (saling memamahami). Dan pada akhirnya adalah ber ta’aawun (saling menolong) dalam kebaikan. (lihat Q.S. Al Maaidah : 2).

Dalam persoalan dunia seperti bahasa, budaya, adat istiadat dlsb, kita mengenalnya dengan istilah mu’aamalah duniawiyah (perbuatan antar manusia yang berhubungan dengan dunia). Menyikapi muamalah ini, maka kita memilih yang ada manfaatnya, karena itulah yang baik, dan yang menimbulkan mafsadah (kerusakan) kita tinggalkan. Inilah yang disebut azas manfaat dalam bermuamalah. Namun, dalam masalah ubudiyah (ibadah) dan i’tiqadiyah (keyakinan), maka harus mengikuti ajaran Rasulullah SAW. Mengikuti pelaksanaan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Apalagi dalam persoalan i’tiqadiyah (keyakinan), maka mutlak harus ada landasan dari kitab suci Al-Qur’an al Kariim dan Sunnah Rasulullah SAW.

Sehingga, kalau kita membahas tentang kearifan lokal, kebijaksanaan yang dimiliki oleh masyarakat komunitas tertentu, maka ukurannya adalah jika persoalan muamalah duniawiyah, prinsipnya azas manfaat dan mashlahah, sebagai fondasi hukumnya. Namun, jika menyangkut persoalan ibadah dan keyakinan, maka kita harus merujuk kepada Al-Qur’an dan As Sunnah.

Rasulullah SAW memberi pesan kearifan yang harus dijunjung tinggi, di antaranya adalah Pertama, Afsus salaam (menyebarkan salam). Jika kita ketemu dengan saudara-saudara kita, mengucapkan salam (assalaamualaikum wr.wb.) Kita selasai melaksanakan shalat, menoleh ke kanan dan ke kiri, mengucapkan salam. Salam ini adalah merupakan pernyataan lisan, bahwa kita adalah orang yang menjadi sumber perdamaian, sumber kemaslahatan di antara saudara-saudara kita. Kalau tidak dilaksanakan, maka sesungguhnya Islam belum merasuk dalam diri kita. Tetapi, tidak hanya berhenti dalam pernyataan lisan, dalam perbuatan nyata kita pun harus menunjukkan landasan Islam, tentang perdamaian itu.

Alkisah, ada salah seorang yang menjadi muslim, lalu mendalami Islam. Kemudian dia menjadi guru besar di negara Amerika Serikat. Namanya setelah memeluk Islam diganti dengan nama Islam, yakni Hamid Algar. Pada suatu ketika, beliau naik taksi, yang sopirnya keturunan India. Ketika Hamid Algar masuk ke dalam taksi, sopir itu mengatakan : “ Don’t worry I am not a muslim (jangan takut saya bukan orang Islam)”. Ini menunjukkan, bahwa yang ada dalam fikiran sopir ini, bahwa Islam adalah agama yang cenderung kepada kekerasan. Dikiranya, Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk melakukan kekerasan. Sehingga, orang Islam dikecam sebagai teroris. Itulah gambaran buruk, yang ada dalam fikiran orang non muslim terhadap orang Islam. Mendapat pernyataan dari sopir tersebut, lalu Hamid Algar menjawab dengan jawaban yang sangat bagus : “Don’t worry I am a muslim (jangan takut saya adalah seorang muslim)”. Maka, sepanjangan perjalanan di atas taksi itu, terjadi dialog di antara keduanya tentang ajaran Islam yang sebenarnya, yakni bahwa Islam mengajarkan kedamaian. Kalau toh ada kekerasan yang dilakukan oleh sebagian kecil umat Islam, tidak digeneralisir bahwa seperti itulah ajaran Islam. Dan itu pun juga harus ditelusuri akar permasalahan yang terjadi, tidak lantas memvonis tanpa mengetahui detil permasalahannya. Karena kekerasan bisa terjadi karena kedhaliman yang merajalela di mana-mana. Karena tidak mungkin ada kedamaian tanpa adanya keadilan. Karena itu, kedamaian dan keadilan harus berjalan bersama-sama. Kedua, wa ath’imuth tha’aam (hendaklah engkau semua memberi makanan) kepada orang-orang yang membutuhkan. Dalam kontek yang lebih luas, berarti kita harus menolong kepada sesama. Kita harus membantu ketika saudara kita menderita kesusahan dan kesulitan. Kita melihat, bahwa di dunia ini banyak terjadi kekerasan karena ulah manusia, tetapi ada juga yang karena sunnatullah (proses alam), seperti gunung meletus, angin putting beliung dlsb. Maka, ketika ini terjadi, kita harus ingat kebesaran Allah, menyikapi peristiwa ini merupakan ujian, dan menjadikan kita orang-orang yang insyaf, menjadi orang sadar atas kesalahan. Dan yang harus kita lakukan adalah menolong orang yang terkena musibah tersebut, sebagai perwujudan kepedulian kepada sesama. Dengan peristiwa ini juga merupakan ujian bagi kita yang tidak terkena dampak musibah itu. Apakah ada kepedulian sesama muslim dan sesama makhluk Allah.

Ketiga, waashilul arhaam (menjalin silaturahim). Hendaknya kita tidak memutus tali silaturahim. Komunikasi terus dijalin di antara saudara kita. Sehingga, persatuan dan kesatuan sesama muslim kuat.

Taushiyah
Disampaikan oleh : Syeikh DR Mahir Hasan Munajit.(Ulama dari Syiria).

Sudah menjadi fitrah manusia yang menginginkan kebaikan kepada diri kita sendiri, kepada orang dekat yang kita cintai, keluarga kita, saudara kita, dlsb. Sebaliknya, tidak ada seorang pun di antara manusia menginginkan keburukan dalam lingkungannya, termasuk orang-orang di sekelilingnya. Lalu, jalan yang terbaik apa untuk memberi petunjuk terbaik untuk mereka semua? Petunjuk Allah untuk kebaikan keluarga dan keturunannya adalah sebagaimana dalam surah An Nisa’: 9. Suatu ketika Rasulullah SAW berdoa dan meminta tiga perkara, yang dua perkara dikabulkan Allah dan yang satu ditunda. Permintaan pertama yang dikabulkan oleh Allah adalah beliau meminta agar umatnya terhindar dari derita kelaparan, kekeringan dan musibah yang menyebabkan mereka kesulitan dalam hidupnya. Permintaan kedua dan juga dikabulkan adalah agar umatnya tidak dibumihanguskan, tidak dikikis habis oleh musuh-musuhnya dari orang kafir. Permintaan ketiga agar umatnya tidak saling berperang, saling bermusuhan, saling membunuh di antara satu dengan yang lain, dan ini tidak dikabulkan. Maka, inilah yang terjadi diberbagai negara, di mana permasalahan terbesar di antara umat Islam adalah peperangan antara umat Islam. Dan juga permusuhan antara satu kelompok dengan kelompok yang lain.

Ketika Rasulullah SAW beerdoa untuk umatnya agar terhindar dari derita kekeringan dan kelaparan, maka ini merupakan salah satu rahmat dan kasih sayang beliau kepada umatnya. Allah berfirman dalam surah at Taubah : 128, maknanya : Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Jadi, yang merasa menderita, sengsara bukan kita sendiri, akan tetapi Rasulullah SAW yang belum menjumpai kita, itu juga merasakan kesedihan jika kita dalam kesulitan dan penderitaan. Allah SWT ketika menjawab permintaan Rasulullah SAW ketiga agar umatnya tidak saling berperang, saling bermusuhan, saling membunuh di antara satu dengan yang lain, dan ini tidak dikabulkan, hal ini disebabkan karena hukuman Allah akan turun kepada mereka yang mendholimi satu dengan yang lain. Hukuman yang selain dirasakan nanti di akhirat, tetapi juga di dunia. Sehingga, kedholiman apapun, baik yang menyangkut harta benda maupun jiwa, mengambil hak orang lain, menyakiti antara satu sengan yang lain, maka hukum Allah akan turun, yakni dia tidak akan mendapatkan kedamaian dan ketenteraman dalam hidupnya.

Rasulullah SAW berkhutbah pada saat haji Wada’ di hadapan lebih dari 114 ribu muslim pada waktu itu, beliau bersabda :

Wahai manusia! Dengarkanlah nasihatku baik-baik, karena barangkali aku tidak dapat lagi bertemu muka dengan kamu semua di tempat ini. Tahukah kamu semua, hari apakah ini? (Beliau menjawab sendiri) Inilah Hari Nahr, hari kurban yang suci.Tahukah kamu bulan apakah ini? Inilah bulan suci. Tahukah kalian tempat apakah ini? Inilah kota yang suci. Karena itu, aku permaklumkan kepada kalian semua bahwa darah dan nyawa kalian, harts bends kalian dan kehormatan yang satu terhadap yang lainnya haram atas kalian sampai kalian bertemu dengan Tuhanmu kelak. Semua harus kalian sucikan sebagaimana sucinya hari ini, sebagaimana sucinya bulan ini, dan sebagaimana sucinya kota ini. Hendaklah berita ini disampaikan kepada orang-orang yang tidak hadir di tempat ini oleh kamu sekalian!

Salah satu bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah SAW dengan meneladani sifat kasih sayangnya beliau kepada umatnya. Beliau sangat sayang kepada umatnya. Jangankan mendholimi, Rasulullah SAW tidak rela umatnya dalam keadaan kesulitan dan dalam keadaan sempit. Kalau kita mengaku pecinta Rasulullah SAW kita juga meneladani sikap beliau yang tidak mendholimi siapapun juga. Janganlah kita membebani diri kita dengan dosa-dosa kedhaliman yang kita lakukan terhadap orang lain. Karena itulah, sebelum kita meninggalkan dunia ini, marilah kita melakukan perbaikan diri dengan mengambalikan hak-hak orang lain. Atau memohon maaf dan dihalalkan kepada orang yang telah kita dhalimi. Dengan begitu, kita akan meninggalkan dunia ini dalam keadaan ringan tanpa beban dosa kedhaliman.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita