Khutbah Jum'at
 

Prof DR H Djamaluddin Miri, M.Ag

Keteladanan Rasulullah Saw

22-04-2014 | 14:26:08

Dalam istilah ajaran Islam kita mengenal Ibadah dan Muamalah, mengenal Aqidah dan Syariah. Kalau kita menelaah seluruh muatan Al-Qur’an, mulai surah Al Fatihah hingga surah An Naas, begitu pula Hadith-Hadith Rasulullah SAW, yang terkait dengan ibadah hanya sekitar 20% saja, sementara 80% terkait dengan muamalah (interaksi dengan masyarakat). Baik sosial, ekonomi, budaya, bahkan politik berbangsa dan bernegara.

Jika kita ditanya, apakah dalam melaksanakan ibadah mengikuti cara yang diajarkan oleh Allah dan RasulNya melalui Al-Qur’an dan Al-Hadith? Tentu, kita jawab ya. Tata cara shalat, Puasa, Zakat, Haji dlsb seluruhnya mengikuti Allah dan RasulNya. Tetapi, kalau menyangkut masalah sosial, yang jelas prosentasenya lebih banyak, tidak mengikuti tata cara yang diajarkan Al-Qur’an dan Al Hadith. Parahnya, umat Islam justeru lebih mantap kalau menggunakan tata cara Barat, negara lain yang mereka tidak berTuhan, atau negara yang sama sekali tidak menghormati agama. Konsep mereka kita agung-agungkan, kita bangga-banggakan, seakan-akan tidak ada bandingnya.

Kita bersyukur menjadi penganut agama Islam, di mana riwayat hidup Nabinya terpaparkan secara terinci, bukan hanya setelah menjadi Nabi, namun jauh sebelumnya itu, bahkan sebelum beliau dilahirkan di dunia. Sehingga, seluruh riwayat hidupnya hingga akhir hayat terekam dengan baik. Perilaku kehidupan beliau sebagai seorang manusia pada umumnya terpaparkan secara detail. Oleh karena itu, kalau kita buka sejarah beliau, kita akan mendapatkan tuntunan bagaimana menjadi manusia yang paripurna, dalam berbagai aspek kehidupan, dalam berbagai profesi dan status.

Nabi yang lain, seperti Nabi Isa, yang hanya beberapa tahun didaulat menjadi nabi. Beliau tidak sempat melakoni berbagai lakon kehidupan. Tidak sempat menikah, sehingga tidak sempat mengajarkan dan memberi contoh tauladan menjadi suami yang baik. Kalau toh ada ajaran-ajaran yang dijumpai dalam agama Kristen tentang bagaimana berkeluarga, itu bukan contoh tauladan Nabi Isa, tetapi dari Paus Paulus, yang mereka nota bene manusia biasa bukan Nabi, yang tentu tidak makshum (terpelihara dari dosa), dan tentu mereka bisa salah. Nabi Muhammad SAW sempat berkeluarga, berarti sempat menjadi bapak, sempat menjadi suami, sempat mempunyai anak. Sehingga, kita bisa meneladani beliau bagaimana mendidik anak, bagaimana menjadi suami yang baik, dlsb. Beliau sempat menjadi pedagang, sehingga yang pedagang bisa meneladani beliau bagaimana berdagang yang baik. Beliau juga menjadi panglima perang, sehingga beliau menjadi teladan bagaimana menanamkan nilai-nilai militer yang Islami, yang sangat menghormati hak-hak asasi manusia.

Kehidupan Rasulullah SAW adalah pengejawantahan nilai-nilai Al-Qur’an secara sempurna. Sebagai seorang muslim, diajarkan untuk selalu mengikuti dan meneladani beliau. Namun, masih ada, bahkan banyak yang enggan untuk menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Mengapa demikian? Barangkali faktor utamanya adalah hubbud dunya wa karoohiyatul maut (terlalu cinta kepada dunia dan takut akan manti). Takut mati bukan hanya dalam arti jiwa, tetapi takut mati ekonominya, bagi ekonom dan pelaku perdagangan, mati karir politiknya, bagi politikus, mati karir jabatannya, bagi pejabat, dlsb.

Kalau kita melihat sejarah Khulafaaur Rasyiduun, yakni Sahabat Nabi yang mengikuti secara sempurna apa yang ada di dalam Al-Qur’an. Mereka adalah hidup di negara tandus, gersang, tidak dikenal oleh bangsa-bangsa lain, dan mungkin pada saat itu tidak tertera pada peta dunia. Namun, karena menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an, maka kurang dari satu abad, menjelma menjadi negara yang besar dan diperhitungkan dunia. Mampu membuat suatu imperium yang luar biasa luasnya, membentang mulai dari India sampai ke Spanyol, dengan kesejahteraan yang merata. Bahkan nyaris saat itu, sulit mendapati orang miskin, sehingga sulit mendistribusikan zakat. Hal ini mengindikasikan bagaimana kesejahteraan yang adil dan merata, padahal kekuasaan teroterial yang sangat luas pada saat itu.

Dalam kehidupan Rasulullah SAW yang merupakan penjabaran dari nilai-nilai Al Qur’an yang sempurna, terdapat tuntunan yang bisa kita jadikan pedoman, kita jadikan sumber dari segala nilai. (lihat QS Al Ahzab : 21). Namun, kalau kita mengabaikan bahkan enggan untuk melaksanakan apa yang ada dalam Al-Qur’an dan Al Hadith, maka kita termasuk orang-orang yang bohong kepada agama kita sendiri. Barangkali dari kebohongan-kebohongan ini, Allah kemudian mengingatkan kepada kita, seperti yang kita saksikan dan kita alami, musibah demi musibah, bencana demi bencana terjadi di mana-mana. Nestapa demi nestapa, derita demi derita. Sehingga, kita seharusnya intospeksi diri sejauh mana ketaatan kita kepada Allah dan Rasulullah SAW. (QS Al A’raf : 96).

Maka, marilah kita kembali kepada Al Qur’an, kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya yang terkait dengan ibadah, tetapi juga yang terkait dengan muamalah. Karena dengan berbagai segmen kehidupan, Rasulullah SAW telah memberi contoh tauladan yang sangat detail. Dengan demikian kita menjadi hamba Allah yang benar-benar beriman dan bertaqwa, sehingga kesejahteraan dan keadilan bisa kita wujudkan di negeri ini.

Taushiyah
Oleh : DR Syekh Hisyam Al Bahriyyah (Ulama’ dari Al Azhar Kairo, Mesir).

Islam adalah nikmat yang amat sangat agung, yang tidak Allah berikan kepada semua manusia. Kecuali hamba-hamba yang dipilih oleh Allah SWT. Alhamdulillah, nikmat iman dan Islam telah berada di dalam diri kita, dan berarti kita termasuk hamba yang dipilih oleh Allah SWT. Islam adalah agama yang mulia. Di dalam ajaran Islam, ada ajaran yang sangat agung yaitu tauhidullah (mengesakan Allah) dengan memurnikan segala bentuk ibadah, hanya kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam surah Az Zumar ayat 2 : yang maknanya : Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.

Islam diturunkan kepada semua para nabi, mulai dari Adam a.s. hingga Muhammad SAW. Semua nabi tersebut memerintahkan kepada satu kalimat, yakni kalimat tauhid laa ilaaha illallah (tiada Tuhan selain Allah). Inilah sebuah risalah yang besar, yang kemudian mesti diteruskan oleh umat Nabi Muhammad SAW. Sehingga, apa yang kita sampaikan kaitannya dengan risalah Islam adalah amanah yang besar yang pernah dipikul oleh Adam a.s. hingga nabi Muhammad SAW. Allah SWT telah banyak menjelaskan ayat-ayat yang dibaca oleh para Nabi dan Rasul kepada umatnya dalam satu kalimat مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ (tiada ilah yang layak untuk disembah kecuali Allah SWT). Tidak ada tuhan yang disembah, kecuali Allah SWT.

Allah menjelaskan tentang keutamaan Islam dan iman dalam surah Al Baqarah dan surah Ali Imran. Kedua surat ini sangat panjang yang di dalamnya banyak menjelaskan tentang kemurnian tauhidullah (mengesakan Allah), dan larangan membuat tandingan-tandingan untuNya. Kenapa Allah memilihkan agama Islam yang mulia ini untuk kita? Karena Agama Islam adalah agama fitrah. Seakan-akan Islam adalah makhluk yang Allah ciptakan dan diberikan kepada kita. Maka, Allah SWT berfirman dalam surah Ar Ruum : 30, yang maknanya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Maksud Fitrah Allah adalah ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama Yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, Maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantaran pengaruh lingkungan. Makna Islam adalah istiqaamah yakni amal yang senantiasa terus-menerus atau berkesinambungan.

Rasulullah SAW bersabda : Kullu mauluudin yuuladu ‘alal fithtah, illa anna abawaahu yuhaawidaanihi au yunashshiroonihi au yumajjisaanihi (Tiap-tiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka bapaknyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nashrani atau Majusi). Para ulama mengatakan bahwa makna fitrah adalah Islam. Maka, tidak hanya bisa dikatakan suci, tidak punya dosa, tetapi bertauhid dan menjadi muslim. Sehingga, jika ada seorang anak ditinggalkan hidup begitu saja, maka dia akan hidup di atas fitrahnya yakni mengucap laa ilaaha illallah, dan di menjadi seorang muslim. Ada pertanyaan yang sangat penting. Kenapa saya menjelaskan tentang Islam begitu semangat? Karena Islam adalah suatu nikmat yang sangat agung. Agama para nabi. Maka seyogyanya melakukan dua hal, pertama, memusatkan segala bentuk aktivitas kita, untuk mencari ridho Allah SWT bukan mencari ridhonya manusia. Menghadapkan wajah hanya kepada Allah SWT. Dengan keyakinan yang benar.

Menengadahkan tangan untuk meminta kepada Allah SWT. Sehingga dalam tidur kita disunnahkan untuk membaca “ “Ya Allah, aku hadapkan wajahku kepadaMu” dengan harapan tatkala menundukkan wajah kita kepada Allah SWT, jika Dia menutup akhir umur kita, masih dalam keadaan tunduk (Islam). Menghadap kepada Allah dalam keadaan ikhlas, membersihkan amal dari segala macam bentuk kesyirikan yang menyebabkan kemurkaan Allah SWT.

Kedua, Senantiasa mengikhlaskan beribadah hanya kepada Allah SWT. Atas segala aktivitas, perbuatan, perkataan maupun sikap harus diikhlaskan dan demi mencari ridha Allah SWT. Rasulullah bersabda : Sesungguhnya Allah hanya akan menerima amal yang semua amal itu diniatkan hanya karena Allah SWT.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita