Khutbah Jum'at
 

Prof DR H Ahmad Zahro, MA

Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.

22-04-2014 | 14:47:09

Hari ini hari libur, saudara sebangsa dan setanah air kita yang beragama Nasrani memperingatinya sebagai hari Paskah. Memperingati Nabi Isa sebagai tuhan mereka. Itu hak mereka. Kita hormati orangnya, tetapi pendapatnya harus kita revisi dalam hati kita. Umat Islam sungguh sangat berhak untuk mengagungkan Nabi Isa AS sebagai Rasulullah (utusan Allah). Nabi Isa AS adalah anak Siti Maryam. Dia menjadi Nabi sejak kecil. Seiring bertambahnya waktu, beliau diangkat sebagai Tuhan oleh kelompok tertentu 325 tahun sesudah beliau dianggap wafat. (lihat Q.S. Ali Imran 55).

Sebagai orang Islam yang meyakini kebenaran Al Qur’an, kebenaran Hadith Nabi, dan juga meyakini Nabi Isa sebagai Rasulullah, yang sejak awal Allah menyatakan diangkat oleh Allah ke langit, dan kemudian akan turun ke bumi, maka itu yang kita harapkan. Kita menunggu saat-saat kemakmuran dan keadilan itu. Karena sementara ini sehari-hari kita saksikan kehidupan di negeri ini sudah mulai kacau-balau. Jadi, Nabi Isa adalah Nabinya umat Islam yang kita yakini akan menyempurnakan kehidupan di dunia ini dengan syariat Islam.

Nabi Isa diutus di dunia ini adalah dengan aqidah tauhid, dengan agama Islam, dengan menggunakan kitab Injil. Agama Kristen bukanlah dari Isa A.S. tetapi penamaan yang diberi oleh para pengikut-pengikutnya. Dan Konsili Nicea tahun 325 para pendeta menyepakati ketuhanan Isa A.S. Namun, Pendeta Arius tidak setuju, dan walk out (keluar) dari forum itu. Karena dia berkeyakinan bahwa Nabi Isa sejak awal adalah utusan Allah, bukan anak Tuhan.

Sebagai Rasul Allah, Nabi Isa A.S. yang pasti akan turun ke bumi lagi di akhir zaman, maka, sebagai umat Islam pertama kita harus menyakini itu. kedua, kita harus menyakini, bahwa apa yang dilakukan oleh Nabi Isa A.S. bukan membuat syariat baru, bukan membuat hukum baru, tetapi mendakwahkan syariat Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, ada sebagian pendapat kontektualis, yang menyatakan, bahwa yang dimaksud Nabi Isa A.S. turun, bukanlah orangnya, bukan fisiknya, visinya. Jadi, menurut mereka, bahwa Nabi Isa A.S. sekarang ini sudah turun, terbukti sudah banyak pengikut Nabi Isa A.S. yang mulai masuk Islam (muallaf). Dan Dajjal yang dimaksud juga bukan berbentuk fisik, yang sekarang juga sudah mulai muncul, yakni kelakuan kehidupan kapitalis, materialis dan hedonistic, nanti akan berhadapan dengan kekuatan Islam.

Ketiga, Nabi Isa A.S. yang diyakini orang Kristen, bahwa beliau mati disalib, tetapi Allah SWT menegaskan dalam Al Qur’an surah An Nisa’:157-158. Mereka yang membunuh Nabi Isa pada waktu itu ragu-ragu (tidak yakin), apakah ini Isa atau bukan. Tetapi, Allah menjelaskan bahwa Isa bukan dibunuh, tetapi ada orang yang diserupakan yang kemudian diketahui namanya Yudas Iskariot yang kemudian disalib itu. Sedangkan Nabi Isa diangkat oleh Allah SWT. Maka, jangan pernah kita menyakini bahwa Nabi Isa yang disalib, karena akan mengingkari Al-Qur’an dan aqidah kita akan bermasalah.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita menghormati orang yang beda keyakinan dengan kita, tetapi keyakinan kita tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Jangan mengatasnamakan demi kerukunan, demi menghormati agama lain, lalu ayat yang menjelaskan dengan kebenaran ini harus disimpan/ disembunyikan. Tidak!.

Namun, sekarang ada kelompok-kelompok tertentu untuk memprovokasi umat Islam, untuk diadu-domba. Agar terjadi fiksi-fiksi umat Islam, kemudian mereka sedang merapatkan barisan untuk menguasai.

Memang sungguh mengherankan, ketika umat Islam yang mayoritas di negeri ini yang mempunyai toleransi yang begitu besar, masih ada kelompok tertentu yang memperbudak umat Islam dengan melarang mereka melaksanakan ajaran Islam. Masih banyak hotel, pabrik, restaurant, Rumah Sakit tertentu yang memberlakukan larangan pegawainya berjilbab. Padahal berjilbab merupakan hak asasi umat yang beragama Islam. Ini tidak bisa dibenarkan dan tidak bisa dibiarkan. Di negara barat saja, yang mayoritas non muslim, sudah membolehkan, sementara kita yang mayoritas muslim justeru ingin diacak-acak, dengan perlakuan mereka. Maka, tentu kita harus punya harga diri, bahwa umat minoritas kita lindungi, kita baik dan damai dengan mereka, asal mereka tidak mencampuri dan mengganggu agama kita.

Dengan mendekati pemilu presiden nanti, apapun yang terjadi kita harus juga sadar, bahwa di dada kita ada Iman Tauhid. Apapun partainya, apapun organisasinya, kita harus konsultasi dengan iman dan tauhid kita dalam memilih. Harus punya kebanggaan, bagaimana seorang muslim yang punya negeri tercinta ini, tetap menjadi milik kita, jangan sampai kita menjadi penonton di negeri sendiri. Umat Islam yang damai di negeri ini harus menjadi contoh kehidupan selanjutnya. Kita tunggu kehadiran Nabi Isa A.S. yang akan membawa kedamaian dan keadilan, meneruskan dakwah Nabi Muhammad SAW. Semoga kita bisa menjadi hamba-hamba Allah yang bisa mempertahankan Iman dan membela Islam ini sampai titik darah penghabisan, sehingga selamat di dunia hingga akhirat.

Taushiyah
Oleh : Syaifulloh Yusuf (Gus Ipul).

Kalau saya rasakan hari Jumat itu indah dan nikmatnya luar biasa. Sebuah hari yang digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai sebaik-baik hari. Di mana di dalam hari Jumat itu mustajab untuk berdoa. Memang tidak mudah untuk menemukan hari Jumat bagi yang tidak memperhatikan dan berusaha menemukannya. Saya selama tahun terakhir ini saya keliling ke masjid-masjid di hari Jum’at dalam rangka kepingin mencari barakahnya hari Jum’at. Bahkan ulama’-ulama’ para kiai zaman dulu mempersiapkan umat ini untuk bisa memanfaatkan hari Jum’at secara baik. Sebagian ulama’ meyakini, bahwa yang paling mustajab di hari Jum’at adalah malam Jum’at. Karena malam Jum’at itu dalam hitungan bulan Islam (Hijriyah) sudah masuk hari Jum’at. Kalau bulan Masehi pergantian tanggal pada pukul 12.OO malam. Begitu pentingnya hari Jumat ini sehingga Rasulullah SAW menyebutnya dengan hijjul fuqaaraa’ wa masaakiin ( hari Jumat adalah pengganti hajinya para fakir miskin).

Rasulullah SAW sendiri tidak merinci jam berapa tepatnya waktu yang mustajabah itu. Sehingga, kita saksikan berbagai macam-macam kegiatan yang dilakukan pada malam Jum’at. Yang tujuannya mendorong umat untuk memanfaatkan hari Jumat dengan berdoa sebanyak-banyaknya. Itulah cara para ulama’ beramar ma’ruf dan nahi munkar.

Sebagian kiai lagi meyakini, bahwa waktu mustajabah itu pada saat dua khutbah. Sehingga, bagi yang yakin maka dia sangat seirius dalam berdoa pada saat jeda antara dua khutbah tersebut. Ada sebagian lagi yang meyakini ba’da Ashr, yakni menjelang Maghrib. Tetapi, intinya mereka semua berkeyakinan bahwa hari Jum’at adalah hari yang mustajabah.

Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan hari Jumat ini sebaik-baiknya, agar mendapat berkahnya.

Jum’atan di zaman dahulu, juga dimanfaatkan sebagai bagian konsolidasi umat dan tempat sillaturahim. Tujuannya untuk mengkofirmasi keadaan tentang apa saja yang berkaitan dengan urusan agama maupun urusan bersama biasanya para kiai itu memanfaatkan hari Jum’at untuk berkumpul di masjid yang pada saat itu kalau tingkatnya kecamatan dinamakan masjid Jami’, kalau tingkat kabupaten dinamakan masjid Agung. Mereka berdiskusi, bertukar fikiran, bersilaturahim, untuk memecahkan problematika umat, atau memutuskan langkah ke depan demi kemajuan umat pada saat itu. di samping itu, juga sebagai wahana menggali informasi dari berbagai sumber, yang semuanya itu hanya demi dua hal : yakni kepentingan umat dan kepentingan negara. Karena keduanya tidak bisa dipisahkan, umat sejahtera, maka negara akan kuat, negara akan ambruk kalau umatnya tidak sejahtera. Kalau sekarang, sudah banyak alat komunikasi yang bisa dimanfaatkan untuk itu. Point yang ingin saya sampaikan, bahwa pada hari Jum’at adalah hari konsolidasi para pemimpin Islam, para ulama’, para kiai, untuk membariskan umatnya ini agar berada pada jalur yang benar. Lebih-lebih pada masa-masa kritis, seperti menghadapi Belanda, menghadapi pemberontakan-pemberontakan pada zaman dulu. Masa-masa pemilu, bagaimana memilih pemimpin. Agar umat ini tidak keliru dalam memilih pemimpin bangsa ini.

Memang sebagaimanna dalam Al-Qur’an, Allah memanggil orang-orang yang sibuk mencari dunia. Orang yang bekerja, orang yang bisnis, orang yang lagi sibuk dengan aktivitasnya untuk meninggalkan aktivitasnya sebentar saja, untuk mendengarkan khutbah, kemudian shalat. Setelah itu kembali lagi untuk bertebaran mencari nafkah yang dikaruniakan Allah SWT. (Q.S. Al-Jum’ah 10-11), yang maknanya : Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. 11. dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik pemberi rezki.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita