Khutbah Jum'at
 

Drs. H Ahmad Sya’roni, M.Si

Manusia Adalah Makhluk Fitri

27-08-2014 | 14:24:34

Dalam suatu kesempatan Rasulullah SAW berdoa lebih lama dari biasanya. Diawali dengan berwudhu yang sempurna. Kemudian bertafakkur kepada Allah yang lamanya tidak seperti biasanya. Melihat gerak-gerik Rasulullah SAW seperti itu, sahabatnya yang berada di dekatnya memberanikan diri untuk bertanya : “ Ya Rasulullah, apa yang Rasul hadapi, sehingga saya perhatikan Rasul berdoa tidak seperti biasanya?”. Sahabat lain juga menimpali :” Yaa Rasulullah, jika ada ancaman dari musuh, kamilah akan menyelesaikan”. Sahabat yang lain juga bertanya : “ Ya Rasulullah, apakah Rasul mendapat isyarat dari Allah SWT, kalau Rasul sudah tidak lama lagi untuk menghadap Allah SWT?. Mendengar banyak pertanyaan dari sahabatnya, Rasulullah SAW menjawab :”Sahabatku, sebenarnya aku mau merahasiakan apa yang aku minta di hadapan Allah SWT. Saya minta di hadapan Allah tiga hal, yang dua dikabulkan dan yang satu tidak dikabulkan oleh Allah”. Para sahabat semakin penasaran, kemudian bertanya : “Ya Rasulullah, doa yang dikabulkan oleh Allah apa?”. Rasulullah SAW menjawab : “Saya memohon kepada Allah, agar umatku tidak ada yang mati dalam keadaan kelaparan, dan ini dikabulkan. Kemudian yang kedua saya minta kepada Allah, mudah-mudahan umatku tidak hancur karena doa ibu yang bodoh/tidak mengerti. Karena doa seorang ibu tidak ada jarak dirinya dengan Allah. Doa yang ketiga, yang saya ulang-ulangi adalah semoga umatku bisa bersatu. Namun, doa ini tidak dikabulkan oleh Allah SWT”.

Padahal kita ketahui bersama, bahwa persatuan adalah pangkal dari kekuatan. Dalam beberapa ayat dalam Al Qur’a banyak yang menjelaskan, bahwa kita harus bersatu. Di antaranya dalam surah Ali Imran : 103. Maknanya : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Pengalaman kita yang berada di tanah air menunjukkan, bahwa mempersatukan umat Islam seungguh sangat sulit. Jangankan santrinya, kiyainya saja sulit dipersatukan. Apalagi mempersatukan umat Islam seluruh negeri ini, yang merupakan mayoritas. Padahal kalau seluruh umat Islam bersatu, maka tidak ada satu kekuatanpun bisa menggoyahkannya. Belum lagi umat Islam di tingkat internasional. Setiap hati kita disuguhi berita-berita pembantaian umat Islam oleh tentara Zionis Israel, dan umat Islam yang lain hanya bisa menyaksikan tanpa bisa berbuat apa-apa. Padahal kita ketahui, bahwa negera Israel itu penduduknya tidak lebih banyak dari penduduk Surabaya.

Ternyata, sesuatu yang pernah dibayangkan oleh Rasulullah SAW terjadi. Umatku akan terpecah, sampai-sampai beliau bersabda :”Barang siapa yang bisa mempersatukan umatku, maka dia akan masuk surga bersamaku, .” Sepertinya untuk bersatu sangatlah sulit, padahal kita mempunyai persamaan, yakni kesamaan tauhid, Kitab suci kita sama, kiblat dan Nabi kita sama. Untuk itu, pada momen Ramadhan seperti sekarang ini, marilah kita gunakan untuk bersatu seperti bersatunya ketika kita melakukan shalat jamaah.

Terkait dengan fitrah manusia, telah dijelaskan dalam surah Ar Ruum : 30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Dalam ayat tersebut terdapat dua kata fitrah, yaitu "fitrah Allah" dan "fitrah manusia" yang keduanya merupakan ciri utama ajaran Islam. Ajaran Islam selalu selaras dengan nilai-nilai dasar kemanusiaan dan kebutuhan umat manusia. Keduanya berasal dari Allah SWT. Karena itu, tidak mungkin terdapat pertentangan antara ajaran Islam dengan nilai-nilai kemanusiaan, kapan dan di mana pun.

Ajaran Islam juga bersifat 'alamiyyah (universal), tidak terbatas oleh ruang, waktu dan kesatuan umat manusia. Allah SWT berfirman : QS as-Saba: 28. Maknanya : Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.

Selain itu, ajaran Islam pun bersifat insaniyah dan syumuliyyah (komperehensif), yaitu mencakup seluruh segl kehidupan umat manusia. Jlka diamalkan dengan penuh kesungguhan, akan melahirkan kehidupan umat manusia yang adil, sejahtera dan damai.

Ketika mentafsirkan firman Allah dalam surah ar-Rum ayat 30 itu, Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam Shafwatut-Tafasir menyatakan, hendaknya setiap manusia menghadapkan dirinya secara ikhlas pada ajaran Islam yang hak. Allah SWT menciptakan fitrah manusia sejalan dengan ajaran Islam yaug berintikan tauhid. Seperti dinyatakan dalam hadits riwayat Imam Bukhari, setiap manusia dilahirkan dalam kondisi fitrah (bertauhid). Setelah itu, tergantung pada kedua orang tuanya, apakah akan menjadikannya Yahudi, Nashrani ataukah Terjadinya penyimpangan dan penyelewengan terhadap fitrah tauhld disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain. Pertama, ketidaktahuan manusia terhadap ajaran Islam (al-jahl). Mereka menganggap bahwa ajaran Islam memberatkan kehidupan dan hanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat ritual dan pribadi saja. Tidak ada kaitan antara ajaran Islam dengan kegiatan ekonomi, sosial, politik, budaya. keluarga, hubungan intemasional, dan lain-lain. Kondisi semacam ini akan menyebabkan timbulnya sikap meminggirkan ajaran Islam dari tengah kehidupan. Akhimya logika dan hawanafsu dikedepankan, seperti yang kerap terjadi saat ini. Pada ujungnya, hal ini akan melahirkan kehancuran umat. Jauh hari, al-Our'an telah mengisyaratkan hal ini, "Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sehagian dari akibat perbuatan mereka,agar mereka kembali ke jalan yang benar,"(QS ar-Ruum: 41)

Kedua, yaitu pengingkaran terhadap pemberlakuan ajaran Islam dalam menata kehidupan akibat kesombongan (al-ma'shi yah wal kibr). Seperti halnya Iblis yang menolak perintah Allah untuk sujud hormat kepada Adam karena merasa dirinya lebih baik daripada Adam. Akibat kesombongannya itu, iblis dijadikan sebagai makhluk yang terkutuk sepanjang hayatnya di dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman, "Apakah yang inenghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktuAku munyumhmu' Menjawab Iblis: 'Saya lebih baik dahpadanya. Engkau ciptakanku daii api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Allah berfirman, '7urunlah kamu dari surga itu, karena kamu lidak sepatutnya Menyombongkan diri didalamnya, maka keluarlah. Sesungguhnya kam temiasuk orang-orang yang hina," (QS al-A'raf: 12-13). Manusia maupun bangsa yang sombong dan menolak ketentuan Allah akan mendapatkan nasib yang sama seperti yang dialami Iblis. Sebab, Allah sangat membenci dan menjauhkan hidayah-Nya terhadap orang atau bangsa yang sombong (QS al-A'raf: 146).

Ibadah-ibadah yang disyariatkan ajaran Islam seperti puasa Ramadhan, salah satu tujuan utamanya adalah mempertahankan nilai-mlai kemanusiaan dan fitrah pada setiap manusia Muslim. Dengan puasa, manusia dilatih mengekang hawa nafsu kebinatangannya, seperti serakah dan rakus. Dengan puasa, manusia juga disadarkan pada jati dirinya yang lemah, yang membutuhkan pertolongan Dzat yang menciptakannya.

Karena itu, dengan puasa yang dilakukan benar, manusia akan memiliki kerendahan hati untuk mengamalkan segala ketentuan Allah SWT dalam menata kehidupannya. Hal ini akan mendorong manusia mempelajari ajaran-Nya, sehingga praktik agama dilandasi oleh pengetahuan yang benar. Sebuah paduan ilmu dan amal yang terbingkai oleh nilai-nilai keimanan dan keikhlasan akan menyebabkan terjaganya fitrah manusia, Allah SWT berfirman : Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.

Karena itu, pasca Ramadhan seharusnya orang-orang yang berpuasa akan lebih meningkat kualitas keimanan dan ketakwaannya (QS al-Baqarah: 183). Menarik pula kaitan pasca Ramadhan ini terutama dalam Idul Fitri. Pernyataan seorang ahli hikmah berikut ini menarik untuk disimak ‘Bukanlah lebaran itu bagi orang yang semata memakai pakaian baru, tapi bagi mereka yang ketaatannyasemakin bertambah." Wallahu a'lam.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita