Khutbah Jum'at
 

KH Misbakhul Munir

Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah

19-05-2015 | 16:12:23

Ada beberapa kalimat yang hampir mirip dengan makna hidayah. Seperti, isyarah (isyarat), secara umum berarti lambang atau rambu. Misalnya saat kita berkendara, kemudian di perempatan ada panah kiri atau kanan yang menunjukkan kota atau tempat tertentu, maka itulah isyarat, petunjuk, kepada kita untuk mengarahkan kepada tempat yang akan dituju. Dalam bahasa Arab isyarat ini juga dimaknai petunjuk, hampir sama dengan hidayah. Bedanya kalau hidayah datangnya lebih halus dan dengan cara yang ramah.

Ada juga kalimat yang berarti petunjuk adalah al irsyad. Sehingga seseorang yang mengikuti jamiyah thariqat, dia dipimpin oleh seorang guru, maka guru thariqat tersebut di sebut mursyid (orang yang memberi petunjuk) kepada arah yang harus dilalui. Misalnya, suatu ketika dalam perjalanan kita sampai ke sebuah terminal bus, kemudian ada seseorang yang kelihatannya kebingungan, kemudian kita tanya akan menuju ke mana, dia menjawab akan ke Masjid Al Akbar, tetapi dia tidak tahu tempatnya. Kalau kita memberikan petunjuk jalan menuju ke masjid Al Akbar. Atau kita mengatakan, Bapak keluar dari terminal ini dan menuju ke pangkalan taksi, Bapak naik taksi saja dan bilang mau ke masjid Al Akbar, nanti Bapak akan diantar menuju ke tempat yang Bapak tuju itu. Apa yang kita lakukan terhadap seseorang tadi disebut petunjuk, tetapi bukan hidayah.

Hidayah adalah sebuah proses yang menunjukkan seseorang sampai ke tempat yang dituju dengan cara yang sangat halus dan sangat ramah. Suatu contoh ketika orang bertanya di mana masjid Al Akbar karena dia akan berkunjung ke sana. Kemudian kita bilang, kalau Bapak mau ke masjid Al Akbar, mari ikut di mobil saya, karena saya juga mau ke sana, lalu dia mengikuti kita, kita antar sampai masjid Al Akbar, di pintu gerbang kita bilang inilah masjid Al Akbar yang Bapak ingin kunjungi itu. Itulah gambaran petunjuk yang disebut dengan hidayah. Jadi, hidayah itu petunjuk Allah yang mengantarkan seseorang menuju sesuatu yang akan mendapatkan ridha Allah SWT.

Banyak orang yang setiap saat dan setiap melakukan shalat selalu minta hidayah kepada Allah yang tertuang dalam surah Al Fatihah ayat 6. Bahkan dalam forum-forum tertentu selalu dipanjatkan kepada Allah. Namun apakah semua orang bisa mendapat hidayah? Memang, Allah SWT memberi informasi, bahwa walaupun hidayah itu datang dari Allah, dan kita juga diminta untuk selalu berdoa, tetapi Allah juga memberi penjelasan juga, bahwa tidak semua orang bisa menerima hidayah, karena memang ada beberapa orang yang sengaja tidak diberi hidayah oleh Allah SWT. Di antara orang yang tidak bisa menerima hidayah itu adalah :

Pertama, qaumadz dzoolimiin (orang yang dhalim). Dhalim adalah seseorang yang berbuat sesuatu baik berupa ucapan, perbuatan, tindakan yang berakibat merugikan baik kepada dirinya sendiri, maupun kepada orang lain. (Q.S. Al Baqarah [2] 258). Yang maknanya : .......... ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan".Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah Dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Seorang pemalas, suka mabuk-mabukan, mengkonsumsi narkoba, minuman keras dlsb. Walaupun kelihatannya tidak berdampak mengganggu orang lain, tetapi perbuatan orang ini termasuk perbuatan dhalim, karena mendhalimi dirinya sendiri. Dan akan merugikan diri sendiri. Dan orang yang berbuat dhalim akan dijauhkan dari hidayah Allah SWT.

Ada juga dhalim yang berdampak kepada orang lain, misalnya menyakiti orang lain, merampas hak orang lain, mencuri, mengambil barang yang bukan haknya. Walaupun kadang secara kasat mata tidak kelihatan. Zaman sekarang banyak orang yang seakan-akan perjuangan atas nama umat, tetapi sebenarnya merampas haknya umat. Perbuatan ini termasuk berbuatan dhalim, yang menjauhkan dia dari hidayah Allah.

Kedua, qaumal kaafiriin (orang kafir). (Q.S. Al Baqarah [2] : 264. Maknanya : “............... Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”.

Orang kafir adalah orang yang ingkar terhadap nikmat Allah dan mengingkari kebenaran. Abu Jahal dan Abu Lahab, kedua paman Rasulullah ini, ketika tidak menerima ajaran Rasulullah SAW bukan berarti dia berdua tidak mengerti dan faham bahwa ajaran yang di bawa Rasulullah SAW itu adalah ajaran yang baik dan benar. Dia tahu persis, bahwa yang disampaikan Muhammad keponakan mereka sendiri itu merupakan sesuatu yang benar, tetapi dia menutupi kebenaran itu, dan orang lain diprovokasi agar tidak mengikuti ajaran Muhammad. Maka dia berdua dijauhkan dari hidayah Allah SWT. Ada sekitar 24 ayat yang menjelaskan tentang orang kafir yang tidak akan mendapat hidayah Allah.

Ketiga, al faasiqiin (orang-orang yang fasiq). Orang fasiq adalah orang yang mengerti dan memahami akan aturan-aturan Allah, tetapi dengan sengaja dan sadar melanggar aturan-aturan Allah itu. Ada sekitar lima ayat yang menjelaskan bahwa Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang fasiq. Dalam Q.S. Al Maaidah [5] 108. Yang maknanya : “................dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. Dia sadar dan tahu kalau yang diperbuat itu merupakan pelanggaran terhadap ketentuan Allah, tetapi dia berusaha agar orang lain melihat bahwa perbuatan itu adalah salah. Biasanya perbuatan ini justeru dilakukan oleh orang yang pandai. Orang semakin pintar justeru mereka juga sangat canggih dalam mencari legitimasi seakan-akan pelanggaran yang dilakukan itu tidak melanggar ketentuan. Inilah orang fasiq yang akan dijauhkan dari hidayah Allah.

Keempat, kaidal khaainiin (orang yang khianat). (Q.S. Yusuf [12] : 52). Maknanya : “(Yusuf berkata): "Yang demikian itu agar Dia (Al Aziz) mengetahui bahwa Sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat”.

Khianat adalah kepercayaan yang diberikan kepada seseorang dengan tujuan tertentu, tetapi orang yang dipercaya kemudian menyalah gunakan kepercayaan itu, sehingga tidak sesuai tujuan amanah itu diberikan kepada dia. Khianat ini bisa berlaku kepada siapa saja yang mendapat amanat kepercayaan, bisa kepercayaan umat, bisa juga kepercayaan Allah. Manusia yang mendapat amanah beberapa kenikmatan, maka dia harus menjaga kenikmatan itu untuk tidak disalah gunakan, namun kemudian disalah gunakan. Seorang yang diberi amanah menjadi pejabat, penguasa, perwakilan rakyat, takmir masjid, kepala sekolah, ketua RT dlsb, adalah jabatan yang diamanatkan orang yang dipercaya dia mampu mengurus persoalan itu tetapi dalam melakukan kebijakan tidak sesuai dengan yang diinginkan orang memberikan amanat, maka itulah yang disebut khianat. Dan Allah tidak akan memberi hidayah kepada mereka yang khianat itu.

Kelima, kadibun kafffar (orang yang suka bohong). ( Q.S. Az Zumar [39] : 3, maknanya :.................Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. Bohong menurut rata-rata orang merupakan pelangaran ringan. Dan dianggap dosanya kecil. Sehingga dalam kehidupan masyarakat melakukan kebohongan labih mudah. Karena dalam perasaannya bohong merupakan perbuatan biasa dan banyak dilakukan orang. Dan itulah tipu daya syetan untuk menumpuk dosa-dosanya manusia dengan dalih bahwa bohong itu adalah dosa kecil. Padahal Rasulullah menjelaskan bahwa bohong itu akan mengantarkan seseorang menjadi munafiq. Dan seorang pendusta akan dijauhkan dari hidayah Allah.

Keenam, musrifun kadzzab (orang yang suka berfoya-foya). (Q.S. Ghofir [40] 28. Maknannya : “........... Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta”. Semua yang diciptakan oleh Allah berupa materi di dunia ini diperuntukkan manusia. Sehingga jika manusia sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya, dan pemanfaatannya tidak melakukan pelanggaran dan tidak berlebihan, maka Allah masih memberikan toleransi. Di era sekarang orientasi manusia semakin konsumtif, ingin memenuhi semua yang diinginkan. Sehingga kadang-kadang apapun dibeli, ingin apapun dituruti. Lupa kalau di kanan-kirinya yang hanya memenuhi kebutuhannya saja kesulitan. Masuk di restoran saja, pesan makanan dengan menu yang bermacam-macam dan banyak, tetapi setelah dimakan, karena perut terbatas isinya, tidak termakan semuanya. Sehingga, sisa yang ada akan mubadzir yang merupakan perbuatan syetan.

Itulah beberapa catatan orang yang jauh dari hidayah Allah, sehingga kalau seorang yang ingin mendapat hidayah dari Allah, maka usahakan kelompok-kelompok tersebut di atas tidak terjadi pada diri kita.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita