Khutbah Jum'at
 

H. Ahmad Muzakky, S.Th.I, Alhafidz

Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes

19-05-2015 | 16:21:45

Allah SWT menciptakan kehidupan ini dengan tatanan yang sangat mulia lagi sempurna. Oleh karena itu, Allah menciptakan kehidupan ini dengan berbagai macam dan warna. Dan salah satu bukti kebesaran Allah adalah menciptakan manusia dengan penciptaan yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Dan kalau Allah menciptakan manusia dengan penciptaan yang sama, justeru menunjukkan, bahwa Allah tidak Maha Kuasa. Karena itu, Kemahakuasaan Allah itu jika menciptakan manusia yang berbeda. Baik berbeda secara fisik, maupun beda nasib. Tidak ada di antara manusia yang hidup di dunia ini yang mempunyai fisik sama. Jangankan orang lain, satu keluarga saja antara anggota keluaganya mempunyai fisik dan nasib yang berbeda. Namun, tidak ada satupun pemberian Allah SWT dalam nasib kehidupan itu, kecuali itulah yang terbaik.

Allah menciptakan pemimpin, lalu di saat yang sama, Allah ciptakan rakyat yang dipimpinnya. Allah menciptakan suami, di saat yang sama juga menciptakan isteri. Allah menciptakan tuan, di saat yang sama Allah menciptakan pekerja untuk membantu pekerjaan sang tuan. Inilah ciptaan Allah yang sempurna dan ideal. Dan kalau tatanan Allah ini berjalan beriringan, maka tatanan dalam hidup ini akan mencapai sebuah tatanan yang membahagiakan.

Tidak ada ciptaan Allah yang tidak penting. Kalau ada seseorang yang menganggap orang lain tidak penting, maka sama halnya dia menganggap Allah tidak penting. ( Q.S. Ali Imran [3]:191. Maknanya : ....... "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.

Biasanya orang yang menganggap orang lain tidak penting adalah seorang yang mempunyai nasib yang lebih baik. Seorang pemimpin menganggap rakyat tidak penting, seorang tuan yang menganggap pekerjanya tidak penting. Dari sikap menganggap tidak penting itulah kemudian timbul perbuatan yang semena-mena, dan timbullah kedhaliman.

Bukti bahwa Allah menciptakan semua manusia ini penting. Seorang suami diciptakan oleh Allah, dan di saat yang sama Allah menciptakan isteri. Suami mempunyai hak dan kewajiban, begitu juga isteri juga mempunyai hak dan kewajiban. Rakyat dengan pemimpin juga sama-sama mempunyai hak dan kewajibannya masing-masing. Begitu pula tuan dan para pekerjanya, mereka sama-sama mempunyai hak dan kewajiban.

Jadi, kebutuhan antara satu dengan lainnya adalah saling melengkapi, karenanya yang patut kita kerjakan bagaimana menunaikan kewajibannya, sesuai dengan maqam (kedudukan) yang Allah berikan kepada kita. Ketika masing-masing kewajiban telah ditunaikan, maka haknya akan diberikan oleh Allah SWT. Kenapa ada konflik rumah tangga terjadi? Karena salah satu kewajiban belum ditunaikan. Kenapa ada konflik antara pemimpin dan yang dipimpin di suatu daerah? Pasti, salah satu dari kewajiban belum ditunaikan. Begitu juga di sebuah perusahan, antara pekerja dengan tuannya, maka pasti ada salah satu kewajiban yang belum ditunaikan.

Memang di hadapan Allah, adalah sama. Dalam khutbah yang inspiratif, yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW saat haji wada’ (haji perpisahan). Beliau menjelaskan : “Tidak ada perbedaan antara Arab dan non Arab, dan tidak ada perbedaan antara kulit hitam dan kulit putih. Setiap kita semua dari anak turun Adam, dan Adam berasal dari tanah. Tetapi yang membedakan adalah taqwanya kepada Allah SWT.

Jadi hanya posisi nasib dan maqamlah yang membedakan kita. Sehingga, sangat dhalim bagi seorang yang mungkin mempunyai posisi yang strategis dalam kehidupan ini, kemudian mendhalimi orang lain yang lebih lemah. Salah satu bentuk kedhaliman itu adalah ketika ada seorang yang mungkin mempunyai nasib yang baik, mempunyai uang yang berlebih, sehingga dia mempekerjakan orang lain untuk membantu. Maka, sadarilah! Bahwa orang lain yang membantu di rumah kita, orang lain yang bekerja di perusahaan kita, mereka itu adalah hamba-hamba Allah, yang mempunyai kedudukan di sisi Allah sama, dan mereka dikirim oleh Allah, untuk meringankan beban dan membantu kita. Jadi, sangat dhalim sekali jika berbuat semena-mena terhadap mereka.

Ketika ada mental yang saling menyenangkan antara seorang dengan orang lain, maka akan timbul kebahagiaan. Seorang tuan/juragan, tidak perlu memberi peraturan yang macem-macem kepada pekerjanya, cukuplah senangkanlah mereka, ditunaikan hak mereka. Dijalankan kewajiban sebagai tuan/juragan, maka yakin, mereka akan taat bekerja dengan baik. Itulah hukum Allah, yang hingga kiamat tidak akan berubah. (Q.S. Al Fath [48] : 23, Al-Isra’ [17] 77).

Dalam hadis Qudsy dijelaskan, Hadis dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda : Allah SWT berfirman : Ada tiga golongan yang Aku akan menjadi musuhnya kelak di hari kiamat. Pertama, seseorang yang memberi atas namaKu, kemudian dia berkhianat. Kedua, seseorang yang menjual orang yang merdeka, kemudian dia memakan gajinya. Ketiga, seseorang yang memperkerjakan pekerja, yang telah selesai dengan pekerjaannya, tetapi tidak memberikan upahnya. HR Bukhori. Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda : “Berilah upah kepada pekerja, sebelum keringatnya kering”. HR Imam Ibnu Majah.

Taushiyah Syaifullah Yusuf (Gus Ipul)

1. Bekerja adalah ibadah. Dan yang bekerja bukan kita saja, alambiyaa wal mursaliin (para Nabi dan Rasul) mereka semua bekerja. Rasulullah SAW bekerja. Tidak ada yang tidak bekerja. Bekerja juga merupakan rahmat dari Allah SWT. Oleh karena itu, kalau bekerja ditempatkan pada kontek ibadah, semua akan ada catatannya di hadapan Allah SWT. Bagi pengusaha yang memernuhi kewajibannya, memenuhi hak-hak pekerjanya dijanjikan akan masuk surga terlebih dahulu. Doanya maqbul (diterima), dan di saat akan masuk surga, dia dipersilakan malaikat untuk masuk surga lebih dahulu. Tetapi sebaliknya, para pengusaha yang tidak memenuhi hak-haknya, akan menjadi salah satu musuh Allah. Oleh karena itu, dalam kesempatan yang baik ini perlu kita menyadari posisi kita masing-masing baik sebagai pengusaha atau sebagai pekerja.

2. Tidak boleh saling merugikan. Antar umat dengan yang dipimpin, antara pekerja dengan pengusaha. Laa dharaara walaa dhiraaran (tidak berbuat bahaya dan tidak membahayakan). Allah berfirman dalam surah Al Baqarah [2] : 279 : yang maknanya : “ Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”.

Antara pengusaha dan pekerja tidak boleh saling mendholimi, tidak boleh saling merugikan. Oleh karena itu, dalam hubungan antara pengusaha dengan pekerja harus diletakkan dalam kontek yang tepat. Saya mengucapkan terima kasih, karena dalam rangka memperjuangkan hak-haknya dan sekaligus menyampaikan aspirasinya dilakukan dengan tertib menjaga keamanan. Kalau kondisinya seperti ini, kepentingan pengusaha akan tetap terjaga, dan juga aspirasi dan kepentingan para karyawan akan bisa dipenuhi secara bertahap.

3. Hari Jumat itu sesungguhnya hari yang sangat luar biasa. Menurut Rasulullah SAW adalah syyidul ayyam, hari yang sangat baik. Bahkan disebut hari yang sangat mustajab untuk berdoa. Pada suatu kesempatan Rasulullah SAW bersabda : hijjul fuqaraa’ wal masaakin (hajinya orang-orang fakir dan miskin). Untuk itu, kita bersyukur bisa memanfaatkan hari Jumat dengan banyak berdzikir dan beribadah kepada Allah SWT. Dan perintah shalat Jum’at itu sebenarnya juga perintah untuk bekerja. Ketika kita sedang bekerja, ketika masuk waktu shalat Jum’at diinstruksi oleh Allah untuk mengikuti shalat Jum’at, dan setelah itu diperintahkan untuk segera menyebar ke tempat bekerja masing-masing untuk mencari nafkah sebagai bagian ibadah kepada Allah SWT. (Q.S. Al Jumuah [62] : 9 ), yang maknanya : “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita