Khutbah Jum'at
 

Prof. DR. Ir. H. Abdulloh Shahab, M.Sc.

Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia

02-12-2015 | 15:46:04

Sesorang yang ingin membuktikan bahwa besi akan terbenam kalau dilempar ke air. Maka yang dia lakukan adalah membuat lempengan besi, kemudian dilempar ke air, dan yang terjadi besi akan tenggelam. Dan kesimpulannya, besi yang dilempar ke air akan tenggelam. Kesimpulan tersebut benar, karena telah dibuktikan, dan tidak ada seorangpun yang bisa menolak fakta tersebut. Namun, ada juga orang lain yang mengatakan bahwa besi tidak akan tenggelam bila dilempar ke air. Maka yang dilakukan adalah lempengan besi yang sama tadi akan dia bentuk menjadi seperti mangkok, lalu diletakkan di atas air, maka besi itu tidak akan tenggelam. Dan kenyataan tersebut juga tidak ada seorang pun yang membantahnya. Itulah paradigma berfikir yang berbeda. Seseorang yang paradigma berfikirnya ingin menguatkan keimanannya, maka akan merekonstruksi cara berfikir supaya menemukan kekuatan untuk keimanannya. Dan sebaliknya banyak di dunia ini yang cara berfikirnya jauh dari kita, tahu cara berfikir, namun cara berfikirnya tidak sampai kepada Allah SWT. Karena paradigma berfikirnya akan meniadakan Allah.

Dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT, para ulul albaab tidak hanya berdzikir dengan lisanya, yakni ber takbir, tahmid,dan tahlil saja, namun mereka punya sarana lain. Pertama, kehadiran Allah akan hadir pada semua aktifitasnya. Dalam Al Qur’an kata dzikir tidak semua dimaknai dengan membaca dzikir. Bahkan seringkali konteknya adalah “mengingat” seperti dalam surah Al Baqarah [2] : 152, al Anfaal [8] : 2.

Dengan demikian, para ulul albaab merasakan kehadiran Allah dalam semua aktifitasnya. Jangan sampai ada satu aktifitaspun dalam kehidupan ini yang melupakan kehadiran Allah. Kadang saya bertanya-tanya, bagaimana seseorang yang minum air, dengan kelezatan yang luar biasa dan lupa kepada Allah SWT. (Q.S al Waqiah [56] : 68-69). Air yang diminum manusia itu Allah yang memberi, maka seorang yang cerdik cendikia, akan ingat kepada Allah SWT yang telah memberi minum itu. Kedua, mampu membedakan antara potensi dan aktualisasi. Memang terminologi keduanya tampak jelas, namun pengertiannya seringkali dirancukan. Kalau tangan saya gerakkan sedemikian rupa, maka pada prinsipnya saya mengaktualisasi potensi. Jadi potensi saya, saya aktualisasikan. Kalau saya berbicara, maka saya mengaktualisasikan potensi saya untuk berbicara. Pertanyaan yang sangat penting, potensi itu dari mana asalnya? Kalau bicara potensi, maka wilayah manusia sama sekali tidak bisa ikut serta, sehingga manusia itu pada prinsipnya impotensi (tidak punya potensi). Kalau bicara kemampuan, manusia tidak punya kemampuan, karena kemampuan datangnya dari Allah SWT. Sehingga, kalau tangan saya gerakkan sedemikian rupa, maka saya tahu dengan pasti bahwa saya yang menggerakkan ini, namun potensinya diberikan oleh Allah SWT. Ketika saya berbicara, maka saya mengaktualisasi potensi yang diberikan Allah SWT. Ketika burung terbang di ruang angkasa, maka burung itu hanya mengaktualisasi potensi, dia tidak punya potensi untuk terbang, tetapi Allahlah yang memberinya potensi untuk terbang. (Q.S. Al Mulk [67] : 19).

Maka, seharusnya berhati-hati dalam mendefinisikan “karya”, karena seringkali salah dalam mendefinikan kata tersebut. Pada prinsipnya manusia tidak punya karya dan kreasi apapun, kecuali yang diberi Allah SWT. Ada orang yang pandai, kemudian ditanya kenapa anda pandai? Seringkali jawabanya karena saya belajar. Terminologi yang salah, karena orang yang pandai itu bukan karena dia belajar. Kalau belajar, lalu pandai, maka pertanyaan yang lebih jauh tingkatnya, mengapa seorang yang belajar itu bisa pandai. Orang yang belajar lalu pandai, itu hanya aktualisasi potensi, tetapi mengapa orang yang belajar bisa pandai, maka itu bukan wilayah manusia. Ketika saya melipat kertas, kemudian kertas itu terlipat, lalu saya bertanya kepada audien, kenapa kertas saya ini terlipat? Mayoritas menjawab dengan jawaban sama, dan betul, bahwa kertas itu terlipat, karena dilipat. Saya mengatakan, jawaban kalian betul, tetapi bukan jawaban kelas tinggi. Semua orang juga tahu kalau kertas terlipat itu karena dilipat, tetapi pertanyaan yang penting, kenapa kertas yang dilipat itu bisa terlipat? Jawabannya yang berkelas, adalah karena Allah SWT menentukan hukum di kertas itu, bahwa dia adalah jenis material yang bisa dilipat. Karena kalau saya melipat kayu, maka upaya apapun akan gagal untuk melipatnya, karena di dalam kayu tidak ada sifat inheren dalam kayu untuk bisa dilipat. Sehingga saya hanya mengaktualisasikan potensi. Dengan demikian, setiap saat saya melakukan sesuatu, setiap saat saya berkarya, dalam dunia apapun saya selalu ingat kepada Allah.

Ketiga, melihat bahwa di dalam hukum-hukum Allah, ada konsistensi yang harus dijaga. Terjaga karena memang ada yang menjaganya. Karena kalau ada orang mengatakan segala sesuatu itu karena hukum sebab akibat, maka pasti ada yang menjaga, agar hukum sebab akibat itu berlaku secara terus menerus.

Ketika Allah menentukan kepada matahari, orbit kamu di situ, maka matahari tetap di situ hingga yaumil qiyaamah, kecuali kalau Allah ingin merubahnya. Ketika Allah mengatakan kepada bumi, kamu berputar mengelilingi matahari dengan kecepatan tertentu dan percepatan tertentu demikian eksak sehingga bisa dirumuskan dengan rumusan-rumusan matematis. Kemudian semuanya kepada Allah mengatakan, kami tunduk. Maka, seorang yang cerdik cendikia melihat itu, dan bertanya kenapa dalam hukum yang ada di dunia ini semua bisa konsisten (tetap), jawabanya karena ada yang menjaganya. Keempat, selalu melihat adanya disign dalam kreasi. Kalau kita melihat sesuatu, kita menduga ada disign di dalamnya. Di tengah disign yang betul-betul ada di sekitar kita, namun ada yang mengatakan bahwa segala sesuatu itu terjadi secara kebetulan. Kalau dikatakan, masjid ini terjadi secara kebetulan, adakah manusia di dunia ini yang percaya? Kalau ada masjid ini, kemudian berarti ada yang mendisign (merancang). Namun, kalau manusia itu tidak mau beriman, akan tetap saja dia mencari jalan untuk membenarkan pendapatnya. Bahkan ada ayat Al-Qur’an yang menjelaskan kelakuan manusia seperti ini, yakni dalam surah Al Hijr [15] : 14-15.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita