Khutbah Jum'at
 

KH Saad Ibrahim

Masa dan Manusia

23-03-2016 | 15:29:50

Ada satu surat dalam Al-Qur’an, yang oleh Imam Syafi’i (150-204 H) dikomentari : “Andai kata Allah tidak menurunkan (surah-surah yang lain), kecuali surah ini, sebagai hujjah bagi hamba-hambaNya, sungguh cukuplah bagi hamba-hamba itu”. Bahkan ada dua orang sahabat Nabi ketika mereka bertemu, kemudian berpisah antara satu dengan yang lain, maka sebelum mereka berpisah, satu di antara dua orang itu pasti membaca surah ini. Satu surah tersebut adalah surah Al Ashr. >Wal Ashri (terj. demi masa) wa (wau qasam : sumpah) , makna ini bersumber dari Ibnu Abbas (yakni walAshr : waadahr). Sebagian para sahabat Nabi, memaknai kata al Ashr adalah sebagai saa’atun min aakhirin naahaari (waktu pada akhir siang). Ada juga yang memaknai : min zawaalisy syamsyi ilaa ghuruubihaa (dari tergelincirnya matahari, hingga terbenam). Ada juga yang memaknai dengan shalat Ashr. Sementara itu, orang Arab menggunakan kata al-Ashru untuk waktu ketika seseorang hidup, ada ungkapan ashrun nabiy. Orang Arab juga menggunakan kata ashru untuk mengungkapkan ketika suatu generasi hidup, misalnya ashru shohabah, ashrut taabi’iin. Tetapi, al ashru juga dimaknai : suatu waktu yang dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya yang sangat panjang, dan dibanding dengan waktu-waktu sesudahnya yang tidak pernah berakhir. Maka, waktu inilah yang disebut al-ashru. Dan waktu itu ialah ketika di bumi ini manusia ditampilkan oleh Allah, yang menurut para ahli saint. Mereka menyebutkan bahwa baru 209 ribu tahun yang lampaulah di bumi ini ada manusia. Dibanding dengan milyardan tahun yang sebelumnya hampir tidak ada artinya apa-apa. Kalau kemudian gambaran yang ada di surah al Ambiya’ : 30. Yang maknanya : Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

Para saintes menyimpulkan tentang alam semesta ini, yang dimulai dari materi awal yang sangat masif, padat, dan keras, kemudian meledak. Yang terkenal dengan Big Bang. Mereka menyebut hal itu terjadi pada 15 milyad tahun yang lampau. Sehingga, jika benar bahwa alam semseta ini dimulai sejak 15 milyad tahun yang lampau, maka waktu yang hanya 209 ribu tahun yang lampau dan sampai qiyamat nanti merupakan waktu yang sangat singkat. Kenapa Allah bersumpah dengan al Ashru, lalu langsung dihubungkan dengan manusia? Hal ini memberi makna kepada kita, bahwa alam semesta yang telah diciptakan oleh Allah milyardan tahun yang lampau inni, baru mempunyai makna yang sesungguhnya ketika ditampilkan manusia. Sebab manusia adalah makhluk yang dihormati dan dimulyakan oleh Allah. Q.S. Al Israa’ [17] 70. Yang maknanya : Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang Sempurna atas kebanyakan makhluk yang Telah kami ciptakan. Q.S. At Tiin [95] 4. Yang maknanya : Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . Q.S. Al Jaatsiyaat [45] 13. Yang maknanya : Dan dia Telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. Manusia adalah makhluk utama, sedang yang lainnya makhluk sarana. Semua makhluk sarana diciptakan di muka bumi ini, karena akan ditampilkan makhluk Allah yang mulia ini.

Al Ashr bisa dimaknai, bahwa setelah al Ashr yang sebentar lagi maghrib dihubungkan pada orang-orang secara perorangan. Maka kita akan mengalami dari ashr yang sebentar lagi maghrib (gelap) dan sebentar lagi selesai lah usia kita. Orang yang sudah tua pasti menyadari, bahwa waktu ashr nya telah datang. Padahal tidak selalu yang tua lebih dulu daripada yang muda. Bisa saja yang muda itu sebenarnya ketika Jum’atan seperti ini, waktunya sudah ashr, yang sebentar lagi akan dipanggil oleh Allah SWT. Maka dengan demikian itulah, Allah menjadikan Al-Ashru menjadikan obyek sumpahnya. Dan semua obyek yang oleh Allah jadikan obyek sumpahNya dimaksudkan untuk menjadikan manusia memahaminya. Maka, setelah sumpah tersebut, lalu Allah menjelaskan ; Innal insaana lafii khusr (Sesungguhnya semua manusia benar-benar dalam keadaan merugi). Mengapa merugi? Karena manusia diberikan modal yang begitu banyak oleh Allah SWT. Modal pertama adalah jasad, kemudian hayah (hidup), lalu harakah (bergerak), nasy’ah (berkembang), hawa, iradah (keinginan-keinginan). Namun, kalau manusia diciptakan dari itu saja, maka tidak ada bedanya dengan hewan. Kemudian ditiupkan ruh.

Dalam surah al Mu’minuun [23] : 14. Yang maknanya : Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. Dalam tafsir al Muyassar yang ditulis oleh sejumlah ulama’ di Saudi Arabia, tsumma ansya’naahu kholqan aakhar (Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain). Dengan cara ditiupkan ruh, min ruuhillah. Lalu disempurnakan oleh Allah SWT dengan fithrah. Fithrah pertama adalah potensi ketuhanan yang diberikan ketika manusia dalam proses penciptaan. ( Q.S. Al A’raf [7] 172. Maknanya : Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)",

Kemudian fithrah yang kedua, yakni haniif. Manusia adalah cenderung kepada kebenaran, kebaikan dan keindahan. Lalu oleh Allah diberikan modal berupa alam semesta ini untuk dikelola. Kemudian diberikan addiin (agama). Maka kalau potensi yang diberikan oleh Allah ini semuanya tidak digunakan sebaik-baiknya. Tidak kembali kepada fitrahnya, tidak tunduk pada agama, justeru tunduk kepada hawa nafsu, maka akan menjadi benar-benar orang yang merugi.

Jadi, manusia akan merugi, kecuali pertama orang yang beriman. Nash-nash yang menjelaskan tentang iman melalui beberapa hadits Nabi yakni iman kepada Allah dan Hari Akhir. Iman kepada Allah berarti kita sadar, bahwa ada kekuasaan yang Maha hebat yang dimiliki oleh Dzat yang bernama Allah, yang memiliki sifat Ar Rahmaan Ar Rohiim di satu sisi, tetapi di sisi lain juga Al Jabbar, Al Qahhaar, Al Qodiir. Kemudian manusia diberi waktu yang sangat singkat di muka bumi ini. Bersama dengan itu sifat Rahman diberikan tidak saja kepada yang mereka beriman kepada Allah, orang yang kafir pun juga diberikan anugerah ketika masih hidup di muka bumi ini. Bahkan, induk ayam yang mengangkat kakinya agar tidak menginjak anaknya yang masih kecil, ini sebagai implikasi sifat Ar Rahman. Tetapi di akhirat, kasih sayang Allah hanya akan diberikan kepada orang yang beriman. Karena itu, sebenarnya orang yang beriman pastilah orang yang menyadari dan memahami, lalu punya cara hidup yang optimistik (menyandarkan semuanya kepada Allah). Andai di bumi ini sengsara, menderita, didholimi dsb. maka, di Akhirat Allah siapkan surga, Allah siapkan ridhoNya. Akan dibawa Allah pada kehidupan yang tidak bisa tergambarkan di bumi ini.

Lalu ditunjukkan hidup yang optimistik itu dengan cara berbuat baik (amilush shoolihaat). Amal sholih adalah amal yang tidak menimbulkan dimensi-dimensi keburukan dan kemaksiyatan. (watawaashoubil haqq, watawaashaubish shobr) Kemudian mereka saling sharing, saling menasehati tentang kebenaran, dan saling menasehati dalam kontek kebenaran, agar seorang beriman istiqamah dalam beramal sholih hingga akhir hayat, sehingga menjadi husnul khotimah.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita