Khutbah Jum'at
 

H. Joko Subagio, MM

Pasar dalam Islam

30-08-2016 | 14:09:43

Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, permintaan dan penawaran, konsumen dan produsen, pendapatan dan total biaya produksi, harga dan nilai guna, semuanya yang disebut itu adalah indikator perkembangan kehidupan manusia, dan manusialah sebagai pemain dibalik pasar.

Dari pasarlah itulah Allah swt membagikan rejeki kepada hambaNya, sehingga manusia mempunyai kekayaan, dan Allah mengajarkan agar hambaNya membagi sebagian kekayaan tersebut untuk hambaNya yang tidak beruntung, karena tidak mampu berpartisipasi dalam pasar, dengan demikian ada aliran cash flow yang menuju kepada kalangan yang kurang beruntung, para dhuafa’ fuqara dan masakin serta lembaga ibadah, masjid dan lembaga pendidikan serta lembaga sosial masyarakat.

Disamping itu ada pengalihan kekayaan dan cash flow yang terpanggil untuk beribadah, dalam bentuk infaq dan sodaqah serta waqaf serta hibah selain sebagaimana tersebut diatas. Semuanya itu memiliki multiplier effect yang luar biasa didalam pembangunan ekonomi dan kemanusiaan.

Zakat, infaq dan sodaqah menciptakan tambahan permintaan di pasar dalam jumlah yang besar terutama untuk kebutuhan konsumsi, sedangkan waqaf dan hibah memperkuat faktor produksi terutama dibidang kualitas sumberdaya manusia dan hasil produksi. Keduanya bergerak menuju kepada memperkuat kualitas pasar, baik dari segi pemain pasar dan komoditas yang diperjual belikan dalam pasar.

Adapun pajak yang dibebankan kepada product dan pendapatan secara merata dengan tarif yang mahal seperti sekarang ini mengurangi kekuatan pasar, bahkan cenderung merusak pasar, sehingga banyak yang menghindar dari pajak, model kebijakan pengampunan pajak yang diterapkan berulangkali sebetulnya adalah kegagalan kebijakan fiscal yang diterapkan oleh pemerintah, sehingga pemain pasar sebagian besar cenderung kurang memiliki etika pasar.

Pasar di dunia nyata ini sangat beragam selain pasar ekonomi yang disebutkan diatas, ada pasar politik, pasar sosial, pasar kekuatan dan kekuasaan, dan mungkin juga ada pasar uang haram, pasar – pasar tersebut sekarang sedang berlangsung disekitar kita dan pada umumnya relative tidak mengenal agama, tidak mengenal etika dan dosa, dan tidak mengenal pancasila, dan saat ini Indonesia sedang sakit akibat ulah para pemain pasar yang disebutkan terakhir.

Saudaraku muslim Indonesia, mari kita semuanya sadar, dengan berkah Romadhon 1437 H, dan dengan keheningan malam – malam Romadhon utamanya Malam Kemulian atau Malam Lailatul Qodar, mari kita bersihkan pasar – pasar tersebut diatas, dengan upaya dan munajah sehingga menjadi Clean free perfect market Competition, pasar yang bersih dalam kompetisi bebas yang sempurna, tidak mengandung permainan dosa yang menimbulkan uang haram, karena akan merusak seluruh tatanan pasar – pasar tersebut diatas.

Sehingga pasar menjadi sumber rejeki yang halal, dan rejeki halal yang dimanfaatkan dalam kerangka syukur kepada Allah itulah adalah misi hidup sukses beribadah yang sesungguhnya ditetapkan oleh Allah swt.(QS Al Baqarah 2:172). (QS An Nahl 16:114)

Pesan yang terkandung dalam dua ayat tersebut adalah agar ummat Islam menciptakan 1. Pasar Halal sebagai sumber rejeki, 2. Menciptakan aktivitas bersyukur dalam kehidupan, atau hidup penuh dengan syukur, itulah yang menjamin kebahagiaan kehidupan didunia ini, sehingga wajiblah Rakyat dan Pemerintah Indonesia yang 85% adalah rakyatnya Muslim, agar dapat membangun pasar yang halal yang menjadi sumber rejeki halal, yang dapat menjamin manusia yang mengkonsumsinya terinisisasi doktrin ibadah.

Semua Para Nabi Dan Rasul Adalah Pemimpin Pasar
Pemimpin yang diutus oleh Allah swt kepada manusia, yaitu para nabi dan rasul adalah professional yang ahli pasar dan pemimpin yang mampu menciptakan pasar yang halal, tersebut dalam Al Qur’an;(QS Al Furqon 25:7,20 dan An Nisa’ 4:29)

Ini menunjukan bahwa karakter pasar adalah ;

1. Pasar dipimpin oleh orang yang baik, yang memiliki nilai spiritual yaitu para ulama’ yang merupakan pewaris para nabi dan rasul, sehingga kita ummat Islam harus reorientasi sesuai dengan pesan ayat Al Qur’an tersebut diatas, ahli dakwah sekaligus ahli pasar, baik disisi demand maupun disisi supply.

2. Pasar harus menjamin barang kebutuhan pokok konsumsi terjamin mudah didapat dengan harga yang terjangkau daya beli orang banyak, artinya murah. Bagi rakyat yang lemah terjamin mendapatkannya dengan social payment yang disebut Zakat, Infaq dan Sodaqah.

3. Pasar bukan invisible hand atau anglehand (tangan malaikat) seperti doktrin ekonomi konvensional, merupakan semata kekuatan tarik menarik antara demand dan supply, tetapi itu merupakan ujian para pemain pasar, agar menerapkan etika spiritual Islam didalam bertransaksi didalam pasar, yaitu an taradhin minkum, yaitu pasar kesetimbangan dan kesepadanan.

4. Pemain pasar harus memiliki kesabaran tidak memanfaatkan kemampuan dan kekuatan untuk mengambil keuntungan yang besar, sehingga memberatkan lawan transaksinya didalam pasar, sehingga ada pihak transaksi yang kalah dan menang, tetapi para pihak transaksi menjadi menang dan beruntung.

5. Dan bagi yang belum beruntung dalam pasar karena menderita kerugian dalam kompetisi, agar introspeksi dan evaluasi secara total, melihat proses produksi mana yang inefisiensi dengan melakukan benchmarking kepada yang telah sukses.

Pasar dalam Kondisi Krisis
Semua manusia akan menjadi lemah ketika dalam kondisi krisis, baik krisis dari sektor riil maupun krisis dari sektor moneter, dan krisis selalu datang dari sektor moneter, yang mengakui kapitalisasi lebih besar dari sektor riil, karena transaksi spekulatif, terutama yang tidak memiliki capital outlays, atau yang lebih dikenal dengan transaksi derivative.
Pada suatu hari Madina dilanda krisis, harga pangan melambung tinggi, sehingga tidak terbeli oleh rakyat pada kalangan bawah, maka banyak orang datang kepada Rasulullah untuk menurunkan harga, Rasulullah menyatakan bahwa pasar dikendalikan oleh sistim permintaan dan penawaran secara jujur atau an taradin ; يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ غَلاَ السِّعْرُ فَسَعِّرْ لَنَا فَقَالَ :« إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ وَإِنِّى لأَرْجُو أَنْ أَلْقَى رَبِّى وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يَطْلُبُنِى بِمَظْلَمَةٍ فِى دَمٍ وَلاَ مَالٍ

Para sahabat datang kepada Rasulullah, mereka berkata “ wahai Rasulullah harga – harga membubung tinggi, maka turunkan harga untuk kami “ maka bersabda Rasulullah “ sesungguhnya Allah lah yang menentukan harga melalui mekanisme permintaan dan penawaran yang jujur, Dial ah yang menahan, melepas, member rizki, dan Aku tidak ingin ketika bertemu dengan Allah, aku dituntut oleh seseorang dengan perbuatan dholim dalam hal darah dan harta.

Nah ketika pada saat terjadi krisis tersebut datanglah seorang sahabat yang professional ahli pasar yang kaya raya, dari golongan muhajirin yang sukses di pasar Madina, dialah Abdurrahman bin auf, dia datang dengan 700 ekor onta yang dimuati masing – masing onta dengan sekitar 300 kg bahan pangan dari Syams, semua barang dagangan tersebut disedekahkan kepada penduduk Madinah yang dilanda krisis pangan.

Ini adalah merupakan contoh menghidupkan dan me-recovery pasar yang krisis dengan konsep spiritual dengan sodaqah yang bernilai sangat besar, dan kebijakan fiscal dalam bentuk subsidi, pengurangan pajak, serta infaq dan sodaqah dari para produsen yang kaya raya, sebagai kompensasi selama ini mereka menikmati keuntungan yang besar dari para konsumen. Pedagang / Pengusaha / Produsen yang jujur dan muslim, adalah berderajad tinggi dengan para nabi, para shidiqin, dan syuhadak. (Hadits Nabi)

Sesuai dengan keterangan diatas segala bentuk social payment yaitu zakat, infaq, sodaqah, waqaf dan hibah, akan meng-akselerasi pasar, bekerja mekanisme kurva permintaan, sehingga kurva penawaran juga ikut bergerak secara positif mencapai kesejahteraan rakyat. Income naik dan produksi mengalami peningkatan serta pasar menjadi likuid.

Inilah pesan Islam kepada ummatnya agar meningkatkan sodaqah secara agregat ketika dalam kondisi krisis ekonomi untuk market recovery, dan inilah resep yang paling rasional dalam menghadapi krisis. Disamping mengurangi transaksi bersifat spekulatif, sehingga rizki yang terdistribusi kepada masyarakat adalah halal, yang dapat menjamin kesejahteraan hidup dan tercapainya misi hidup manusia adalah ibadah kepada Allah swt.

Islam pernah melakukan perang ekonomi, adalah perang terhadap sistem riba, dan perang terhadap orang islam yang tidak mau membayar zakat, inilah perang monumental yang belum pernah terjadi secara realita setelah pemerintahan Islam dibawah Rasulullah saw dan para Khulafaur Rasyidin, dan ini harus menjadi inspirasi bagi para pemimpin Negara di dunia dan pemegang kebijakan ekonomi, agar dapat menciptakan ekonomi yang berkeadilan dan pasar yang halal, mendapatkan keridhoan Allah swt.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita