Khutbah Jum'at
 

Ir. H Misbahul Huda, MBA

Berteknologi Tanpa Iman

01-09-2016 | 10:09:43

Dengan ilmu dan teknologi hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah dan dengan uman hidup menjadi terarah. Maka, jika ilmu dan teknologi berkembang tanpa panduan iman, maka laksana orang buta. Perjalanannya akan menubruk dan menabrak tatanan iman dan aturan sosial dan agama. Sedangkan agama tanpa tanpa teknologi akan lumpuh.

Allah Swt telah beberapa kali mengingatkan dengan kisah al-Qur’an, tenang Firaun, Qarun, Bal’am dan Hamman lengkap dengan kisah kehancuran peradaban Mesir termaju kala itu. (Q.S. Al Ankabuut [29] : 39). Yang maknanya : “Dan (juga) Karun, Fir'aun dan Haman. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. akan tetapi mereka Berlaku sombong di (muka) bumi, dan Tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu)”.

Fir’aun sebagai simbolisasi kesombongan kekuasaan, Qarun simbol kesombongan harta, Bal’am dan Hamman irah keangkuhan ilmu dan teknologi. Belasan kali kisah tersebut, diulang-ulang –bukan karena lupa- tetapi hendak menegaskan akan pentingnya early warning kepada kita umat akhir zaman untuk tidak mengulang hal yang sama. Bahwa berteknologi tanpa iman itu bentuk kesombongan ilmu dan teknologi di akhir zaman.

Menurut Futurolog, Alvin Toffler dan John Naisbitt, dalam bukunya The Third Wave, kemajuan jaman ini disebut era teknologi informasi. Tidak mengherankan jika atmosfir kita penuh dengan antena (satelit) dan gelombang informasi (inforfer), baik dipancarkan oleh media televisi maupun komunikasi data dan suara lainnya. Teknologi informasi menjadi kampiun di hampir semua teknologi.

Kehadiran teknologi informasi, bagi sebagian besar masyarakat saat ini sangat memberikan nilai manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pentingnya teknologi informasi (IT) tidak hanya dirasakan oleh kaum akademis saja, namun sudah merambah ke semua sektor kehidupan. Hampir semua sektor, baik pendidikan, pemerintahan, ekonomi, bisnis, pariwisata, hiburan dll. Termasuk sektor agama banyak menggunakan teknologi IT ini untuk menunjang berbagai aktivitasnya. Fakta yang membuktikan lompatan pertumbuhan teknologi ini luar biasa. 

Jumlah domain di dunia lebih dari 500 juta nama domain 

Bertambahnya 70.000 nama domain di dunia setiap bulan 

Pada tahun 2012, menurut survey yang dilakukan oleh Yahoo, pengguna IT di tanah air tumbuh sebesar 57%. 

Penyalahgunaan Teknologi Informasi

Penggunaan IT bisa mengatasnamakan pribadi atau lembaga. Ada yang menggunakan IT sewajarnya. Namun banyak juga yang menyalahgunakannya. Berbagai kasus penyalahgunaan IT banyak kita temui di masyarakat kita. Pertama, pertumbuhan situs porno yang diperkirakan 1 juta situs baru pertahun, meskipun sudah diblokir pemerintah 2000-an. Kedua, munculnya berbagai 83 virus komputer yang lebih baru. Ketiga, 5% pengguna media sosial facebook, menggunakan akun mereka untuk kegiatan menyimpang, kebanyakan untuk aktivitas rekreatif dan konsumtif bukan untuk hal-hal yang produktif dan edukatif.

Banyak keluarga dan orang tua kuatir akan dominasi pengaruh media teknologi informasi bagi tumbuh kembang anak-anak, kekuatiran tersebut bisa dimaklumi, karena memang sedemikian kuatnya penetrasi tontonan tersbut dibanging tuntunan dari para dai, guru ngaji, pembimbing agama bahkan petuah dari orang tua sendiri.

Dalam memahami arus deras media teknologi informasi yang “memuntahkan” pelbagai informasi tersebut, respon masyarakat terbagi menjadi 4 kuadran.

Pertama, Tidak berteknologi dan tidak beriman

Kedua, Berteknologi tanpa iman. dan fenomena inilah yang paling merisaukan, karenanya menjadi tema khutbah ini. Penyalahgunaan IT bisa merugiakn banyak fihak, adapun bentuk penyalahgunaan IT bisa berupa :

1, Kejahatan yang memunculkan tindak pidana criminal, cyber crime, pornografi, penipuan, provokasi, pencemaran nama baik, dan sebagainya.
2, Penyalahgunaan Itini juga terjadi dalam bidang budaya (panutan bangsa), cyber prophetic. Tontonan jadi tuntunan. Sedangkan tuntunan jadi tontonan.
3, Bahkan IT bisa sebagai agama panutan baru, cyber religion. Fenomena inilah M Fauzil Adhim dalam bukunya Positive Parenting lebih ekstrim lagi. IT dan Televisi sekarang ini bukan lagi The Second God (Tuhan Kedua) , melainkan sudah menjadi The First God (Tuhan Pertama). Ia lebih ditaati manusia daripada Tuhan. Yang Maha Menciptakan, lihat fenomena Pokemon Go lebih exciting ketimbang perintah jamaah ke masjid.

Ketiga, Konsep sterilisasi (beriman tanpa teknologi). Galau dengan keadaan, tidak heran kalau masyarakat memilih kuadran ini. Maksudnya, mereka mereka sepakat dengan melakukan sterilisasi anak-anak dari pengaruh informasi, dengan cara tidak membeli PC, televisi, smartphone dan sejenisnya. Atau “melempar” anaknya ke pondok tradisional yang tidak pernah bersentuhan dengan IT. Eksperimen tersebut hanya berhasil sesaat, karena cepat atau lambat mereka akan berinteraksi dengan masyarakat informasi yang tanpa batas ini. Jika ekstrimitas (kuadaran 2-3) itu terus berkembang, maka ada sekelompok umat lain kebalikannya. Kalau dibiarkan, bisa diibaratkan seperti pernikahan sejoli, antara pangeran yang cerdas tapi buruk rupa kawin dengan sang putri yang cantik jelita tetapi bodoh. Dari perkawinan itu lahirlah seorang anak yang jeleknya seperti bapaknya dan bodohnya seperti ibunya. Sungguh itulah potret masa depan bangsa kita.

Keempat, berteknologi dengan iman. Tentunya inilah yang kita harapkan. Untuk itu, yang diperlukan adalah imunitas bukan sterilitas. Maksudnya dalam era informasi yang tanpa batas ini mustahil kita bisa sembunyi (baca: steril), dari teknologi informasi/televisi, karena sifat dari teknologi ini yang borderless (tanpa batas ruang), bahkan tak sengaja kita sering mengundang masuk ke rumah dan kamar tidur kita. Yang mungkin dilakukan adalah imunisasi. Konsep imunisasi mental ini menjadi sangat diperlukan, saat aneka tontonan dan hiburan sangat promotif menarik perhatian pemirsanya, bukan sterilisasi. Bukankah sebagaimana kata DR Quraish Shihab, bahwa hakikat IMAM itu implementasinya adala IMUNITAS?

Yang mungkin dan lebih pas dilakukan adalah gerakan immunisasi mental, yakni usaha menjadikan kebal (immun) terhadap penyakit mental bangsa dari pengaruh buruk IT dan televisi.

 Pemberian piranti IT (gadget, TV, dll) kepada anak-anak statusnya adalah pinjam pakai, itu amanah untuk dipakai hal-hal yang baik, produktif dan edukatif. Jika tidak bisa mengemban amanah maka gadget akan ditarik balik. 

Karena amanah/pinjam pakai, maka tidak boleh ada password, sehinga orang tua bisa akses kapan saja diperlukan, untuk mengawasi dan mengarahkan. 

Dengan langkah pendampingan, ayah –tidak cukup hanya ibu- memberikan arahan, visi, pencerahan dan mindset pembela pada anak-anak, mana yang boleh dan yang tidak boleh untuk ditonton, mana yang bisa ditiru atau harus dihindari. 

Ayah paling bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anak di era IT ini, karena nasab anak disandarkan pada ayah dan bukan ibu, menunjukkan kepada siapa Allah kelak akan meminta pertanggungjawaban atas masa depan anak generasi kita. (Ibnul Qoyyim). 

Ayah harus bertanggung jawab melahirkan generasi pemimpin umat yang amanah sebagaimana dalam doa-doa kita.

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Al Furqaan [25] 74).

Ya Tuhanku, Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku. (Q.S. Ibrahim [14] 40.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita