Khutbah Jum'at
 

Prof DR HM Ali Aziz, M.Ag

Singa dalam Senyap

27-09-2016 | 13:26:09

Kehebatan Umar bin Khattab di mata Allah dan Nabi SAW, khususnya ketika terjadi usaha sejumlah orang munafik untuk membusukkan nama baik keluarga Nabi SAW, Allah SWT berfirman yang maknanya : “Dan mengapa kamu tidak berkata, ketika mendengar berita bohong itu, "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita membicarakan hal ini. Maha Suci Engkau (Wahai Tuhan kami). Ini adalah dusta yang besar.” (QS. An Nur [24]:16).

Ayat di atas merupakan kelanjutan dari ayat-ayat sebelumnya tentang tuduhan busuk orang-orang munafik bahwa Aisyah, istri Nabi berselingkuh, berduaan dengan Sofwan bin Mu’aththil As Sulami dalam perjalanan pulang dari perang Bani Musthaliq. Tuduhan itu menyebar begitu cepat sehingga menggegerkan umat Islam. Nabi SAW juga gelisah dan meminta pendapat Umar bin Khattab r.a. Umar bertanya, “Wahai Nabi, siapakah yang menikahkan tuan dengan Aisyah?” “Allah,” jawab Nabi. Umar berkata, “Apakah Allah menipu tuan?” Nabi menjawab: “Maha suci Engkau, wahai Allah. Ini benar-benar sebuah kebohongan (inna hadza buhtanun adhim).” Lalu turunlah ayat di atas dengan redaksi dan isi yang mirip dengan dialog Nabi dan Umar bahwa tuduhan itu sebuah kebohongan besar (buhtanun ‘adhim).

Itulah salah satu kehebatan Umar ra. Ia seolah mengetahui bunyi wahyu yang akan diturunkan Allah. Tidak hanya itu, surat Al Maidah: 90, At Taubah: 84, Al Anfal: 67 dan At Tahrim: 4-5 juga turun dengan redaksi dan isi yang mirip dengan perkataan Umar. Apa rahasia di balik kehebatan Umar r.a?. Tidak lain karena ia pemimpin yang tegas dan berani dalam menegakkan keadilan di siang hari dan menunduk khusyuk penuh tangis di malam sunyi.

Dengan fisik yang tinggi besar, berkepala botak, bertelapak kaki lebar, bersenjata dua meter pedang di tangan kanannya, Umar benar-benar singa bagi siapapun yang merusak kehormatan umat Islam. Dialah yang menantang orang-orang kafir, “Malam nanti, saya dan Nabi berangkat hijrah ke Madinah. Silakan hadang saya jika kalian ingin menjadikan istri dan anak kalian janda dan yatim.” Ketika menjabat kepala negara, ia berpidato, “Saya tahu, banyak orang gelisah karena sikap keras saya. Untuk apa takut, jika ia tidak bersalah? Ketahuilah, sikap kerasku akan berlipat kepada siapapun yang zalim dan membuat rusuh di masyarakat. Aku akan menginjak kepala mereka sampai tunduk kepada kebenaran. Tapi, aku akan mencium kaki orang-orang yang berjiwa mulia dan hidup sederhana.”

Suatu hari Umar memasuki Syira, salah satu wilayah kekuasaannya. Rakyat sudah menunggu sang khalifah di gerbang kota. Tapi yang datang adalah penunggang onta berbaju rombeng, telanjang kaki dengan pelana murahan. Mereka bertanya kepada penunggang onta ini, “Manakah khalifah kami?” Ia menjawab, “Orang yang kalian cari sekarang berada di depan kalian.” Mereka terpana, histeris berlarian memberitahu penduduk kota bahwa Umar telah tiba. Para pejabat sudah menyiapkan kuda terbaik dengan pelana yang pantas untuk kepala Negara, tapi Umar menolaknya, “Singkirkan kendaraan setan ini.” Umar baru bersedia menggunakan kuda itu setelah semua asesori mewahnya dilepas. Di tengah kota, Umar melihat beberapa pejabat menunggang kuda dengan pelana berbalut sutra. Ia turun dari kudanya, mengambil batu dan melempari mereka sambil berteriak, “Begitu cepat kalian berubah. Apakah dengan kendaraan mewah dan makanan enak-enak sepert ini kalian menyambut Umar? Dua tahun yang lalu, kalian masih hidup sederhana dan masih siap menahan lapar.” Umar berani melakukan semua itu karena ia telah memberi tauladan kesederhanaan sampai akhir hayatnya. Ketika menjelang mati, ia meminta Abdullah, anaknya untuk mengambil bantalnya, “Jangan-jangan Allah tidak berkenan melihat saya menikmati pengganjal kepala ini ketika aku bersiap kembali kepada-Nya.” Umar juga hanya memiliki satu gamis dengan 21 tambalan. Karenanya, ia pernah datang khutbah Jumat terlambat karena menunggu gamisnya kering.

Ketika di mimbar khutbah pun, ia diprotes seseorang, ”Aku sama sekali tidak percaya khutbahmu. Kau tidak adil. Rakyatmu kamu beri sehelai kain, sedangkan sekarang engkau menggunakan dua helai.” Umar menoleh ke kanan dan kiri mencari anaknya, Abdullah. “Wahai anakku ini milik siapa?” “Milikku,” jawab sang anak. “Badanku besar, tidak cukup sehelai, maka saya minta jatah anakku,” lanjut Umar. Pemrotes itu kemudian melunak, “Kalau begitu, lanjutkan khutbahmu dan saya akan mendengarkannya.”

Umar r.a mengetuk pintu dari rumah ke rumah para tentara yang bertugas di luar kota dan berhasil merontokkan imperium Persia dan Romawi. Dari luar rumah, Umar meminta para istri tentara itu mendektekan semua keperluannya. “Jika ibu punya pembantu, suruhlah dia ikut saya ke pasar agar berbelanja sesuai dengan kebutuhan ibu dan tidak salah beli,” pesan Umar. Benarlah, Umar pergi ke pasar dengan beberapa pembantu rumah tangga berbaris di belakangnya. Mereka berbelanja sesuai dengan perintah majikan masing-masing dan Umar yang membayarnya.

Tengah malam, Umar dengan isterinya, Ummu Kultsum mengangkut sekarung tepung, samin, daging sekaligus periuk untuk menolong seorang ibu di daerah terpencil yang merintih sakit menjelang persalinan. Beberapa lembar selimut untuk si bayi, popok, pakaian untuk sang ibu dan beberapa perlengkapan lainnya juga disiapkan. Ketika sampai di tempat, Ummu Kultsum langsung masuk rumah membantu persalinan, sedangkan Umar memasak makanan di luar. Tidak lama kemudian, terdengarlah suara jeritan bayi dari gubuk. Umar memanggil si suami untuk membawakan makanan yang telah dimasaknya untuk istrinya. Ummu Kultsum menyuapkan makanan untuk ibu yang berbahagia itu sampai kenyang.

Umar yang segagah itu ternyata jiwanya amat lembut. Ia menunduk pasi ketika seseorang berkata kepadanya, “Tidak takutkah engkau kepada Allah?.” Setiap shalat tengah malam, air matanya membasahi jubahnya, badannya bergetar seperti anak burung yang tertiup angin. Lebih-lebih ketika membaca firman Allah, "Bacalah catatanmu. Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghitung perbuatanmu" (QS. Al Isra’ [17]: 14). Ia juga pernah roboh dari shalatnya, pingsan ketika membaca surat At Thur ayat 1-8. Berkali-kali ia mengatakan, “Jika aku tidur siang, aku kehilangan rakyatku dan jika tidur malam aku kehilangan diriku.”

Saya ingin menyebutkan satu pemimpin dunia yang tak kenal ampun terhadap perusak masa depan bangsanya. Saya sebutkan pemimpin di luar Indonesia agar khutbah ini tidak berbau politik. Ia adalah presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Setelah dilantik, dia berjanji akan membunuh 100.000 pengedar narkoba. Penggunapun akan ditembak di kepalanya, kecuali jika menyerahkan diri dan bertobat. Polisi, tentara, walikota, politikus atau siapa saja yang terbukti menjadi beking obat terlarang itu akan dilibas. Kepala kepolisianpun diancam bunuh jika tidak melaksanakan perintahnya. Benar, dalam dua bulan menjabat sebagai presiden (Juli dan Agustus 2016), ribuan orang sudah bergelimpangan merenggang nyawa dan sekitar 600.000 orang telah menyerahkan diri. Dia tahu tindakan ektrim itu melanggar HAM. Tapi, menurutnya, negara sudah benar-benar darurat, dan kejahatan narkoba sudah tidak bisa diatasi hanya dengan cara-cara konvensional.

Negara ini membutuhkan singa yang meraung di siang hari dan siap menerkam dan mengunyah leher para koruptor, pengedar miras, narkoba, pelaku kejahatan seksual anak-anak, penyedia wanita pelacur dan semua penghancur masa depan bangsa. Tapi, pemimpin itu juga harus seperti Umar bin Khattab yang bersujud panjang di malam senyap. Saya yakin, Andalah orangnya, insya Allah.

Sumber Bacaan:
(1) Khalid Muhammad Khalid, Ma’a Umar (Umar Ibnul Khattab Mukmin Perkasa), terj. Abu Syauqi Baya’syud dan Mustafa Mahdami, Penerbit Media Idaman, Surabaya, 1989, cet. II (2) Hamka, Tafsir Al Azhar, Pustaka Panjimas, Jakarta, 1985 (3) Abdullah bin Ibrahim Al Luhaidan, Al Buka-u ‘Inda Qira-atil Qur’an, Mirqat Publishing, Jakarta 2008 (4) Abdul Lathif Ahmad ‘Asyur, Al ‘Asyarotul Mubasysyaruna Bil-Jannah (Sepuluh Orang Dijamin Masuk Surga), Gema Insani Press, Jakarta 1996. (5) Nasy’at Al Masri, An Nabiyyu Zaujan (Nabi Suami Teladan) terj. Salim Basyarahil, Gema Insani Press, Jakarta, 1993 (6) Harian Jawa Pos 28 Agustus 2016.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita