Khutbah Jum'at
 

Prof. DR H Akhwan Mukarom, M.Ag

Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan

20-10-2016 | 13:22:59

Peristiwa hijrah, yang dimulai setiap satu Muharram adalah peristiwa yang begitu besar, yang sampai sekarang diperingati setiap tahun oleh umat Islam. Namun, di balik peristiwa besar itu ada satu peristiwa kecil yang hampir terlupakan. Seorang yang kita anggap barangkali sangat kecil statusnya di hadapan masyarakat. Dia adalah Amir bin Fuhairah, seorang dari penggembala kambingnya Saidina Abu Bakar.

Ketika Rasulullah SAW keluar dari rumahnya menuju rumah Sayyidina Abu Bakar untuk diajak bersama-sama hijrah ke Yatsrib, maka kemudian Saidina Abu Bakar bersama Rasulullah berangkat pada tanggal 27 Shafar untuk menuju ke ruang di goa Tsur. Di goa ini selama tiga hari. Beliau berdua tidak membawa makanan apapun, sehingga tiap hari Putra dan putrinya Abdurrahman bin Abu Bakar maupun Aisyah bin Asma binti Abu Bakar senantiasa mengirimi beliau mendua makanan dan minuman. Suatu pekerjaan yang sangat berat, sebab kalau sampai ketahuan orang-orang musyrik Mekah, maka akibat yang diderita akan sangat fatal.

Begitu tiap saat Apakah Abdurrahman Bin Abu Bakar atau asma dan bersama-sama dengan Aisyah binti Abu Bakar mengantarkan makanan, maka segera pulang Amir bin Fuhairah menggembalakan kambingnya di sekitar itu untuk menghilangkan jejak Abdurrahman maupun Aisyah binti Abu Bakar. Dengan demikian maka tindakan Amir bin Fuhairah telah mengambil peran atau minimal berpartisipasi dalam peran dalam peristiwa yang sangat besar ini.

Kita ingat, ketika suatu saat api yang akan membakar Ibrahim mulai berkobar, terlihat di sana ada seekor burung yang kecil di atas api yang membara itu mondarr mandir terbang menuju ke sungai untuk mengambil air dengan paruhnya yang kecil itu. Berkali-kali pula burung kecil itu mengambil air, kemudian dia tuangkan air yang ada diparuhnya itu di atas kobaran api yang besar tersebut. Kalau kita nalar, mana mungkin air yang diserap dari mulut atau dari paruh burung yang kecil ini, untuk memadamkan api yang begitu besar. Kelihatan kecil, tapi dia telah berperan untuk memadamkan api yang besar walaupun tidak tercapai. Artinya dia telah berpartisipasi dalam perbuatan itu.

Ketika bangsa Indonesia di nusantara masih belum merdeka, masih berbentuk kerajaan kerajaan atau kesultanan Islam, semuanya tidak satupun yang tidak terlibat atau melawan para penjajah. Semuanya bertekad berjuang mencurahkan seluruh kekuatannya, baik materi bahkan nyawanya untuk mengusir penjajah, mempertahankan tiap jengkal tanah di nusantara ini dari cengkraman penjajah. Apakah penjajah Portugis, Belanda, Spanyol maupun Inggris. Mereka seluruhnya mulai kerajaan kesultanan Islam di nusantara ini mulai Banjar, Sulu, Ternate, Ambon kemudian sampai pada periode masa kemerdekaan yaitu kesultanan kesultanan seperti di Palembang maupun di Nusa Tenggara Barat. Artinya, umat Islam di nusantara ini telah memiliki jasa yang cukup besar dalam rangka mengusir penjajah. Pengorbanan-pengorbanan yang kami sampaikan di atas, burung saat Ibrahim dibakar, Amir bin Fuhairah, dan pejuang-pejuang sebelum kemerdekaan itu barangkali patut dicatat, meskipun dalam sejarah tidak muncul di permukaan.

Kita sekarang berada pada tahun 1438 Hijriah. Berarti sudah 38 tahun yang lalu saya ikut bersama-sama dengan bapak-bapak, kawan-kawan ikut bergembira kesana-kemari merasa atau memperkirakan bahwa abad 15 adalah kebangkitan Islam. Pertanyaannya adalah apanya yang bangkit? Sudah 38 tahun tidak ada tanda-tanda kebangkitan. Justeru kehancuran islam terlihat di mana-mana. Khususnya yang terkait dengan ukhuwah (persaudaraan). Kita lihat baik secara regional, nasional maupun internasional. Ukhuwah islamiyah tetap menjadi persoalan yang besar. Bagaimana ukhuwah Islamiyah di Syiria, di Saudi Arabia selatan dengan Yaman, Afganistan, Palestina dlsb. Apa yang telah kita lakukan dengan problem ukhuwah ini? Jangan-jangan kita justeru menambah runcingnya problem. Kadang kita masih merasa menjadi orang yang paling baik, sementara saudaranya dianggap tidak baik, ini yang justeru secara tidak sadar akan membesarkan problem ukhuwah islamiyah itu. Kita memang belum tuntas mengidentifikasi problem apa saja yang terjadi mulai abad 15 ini yang terjadi pada umat Islam. Problem ekonomi, alhamdulillah dengan program dan pelaksanaan pembangunan, setidak-tidaknya dalam skala nasional banyak umat Islam yang ikut menikmati hasil pembangunan itu.

Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim pernah bersabda : Aku meminta tiga (hal) pada Rabbku, Ia mengabulkan dua (hal) & menolakku satu (hal). Aku meminta Rabbku agar tak membinasakan ummatku dgn kekeringan, Ia mengabulkannya untukku, aku memintaNya agar tak membinasakan ummatku dgn banjir, Ia mengabulkannya untukku & aku memintaNya agar tak membuat penyerangan diantara sesama mereka lalu Ia menolaknya. Telah menceritakannya kepada kami Ibnu Abi Umar telah menceritakan kepada kami Marwan bin Mu'awiyah telah menceritakan kepada kami Utsman bin Hakim Al Anshari telah mengkhabarkan kepadaku Amir bin Sa'ad dari ayahnya ia pulang bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam dalam sekelompok sahabat-sahabat beliau, beliau melintasi masjid bani Mu'awiyah, seperti hadits Ibnu Numair. [HR. Muslim].

Apakah memang realisasi dan aktualisasi yang terjadi sekarang, konflik berkepanjangan di Timur Tengah di Asia Tengah, di Afrika dlsb. Sepertinya ada fihak-fihak yang terus menginginkan umat Islam terus berkonflik, mereka punya kepentingan di balik konfliknya umat Islam. Maka, sudah seharusnya kita waspada.

Mari kita mencoba melihat bagaimana Rasulullah SAW membangun ukhuwah. Rasulullah SAW saat datang ke Yasrib, yang dilalukan adalah pertama, membangun masjid, sebagai tempat bertemunya umat Islam, bukan semata-mata tempat shalat. Kemudian yang kedua, mempersatukan antara kaum muhajirin dan kaum anshor. Kaum Muhajirin adalah yang berhijrah dari Makkah ke Madinah, mereka tidak membawa harta, sehingga mereka miskin, maka ketika Rasulullah SAW dipersaudarakan, maka kemiskinan itu terhindar.

Suatu ketika Rasulullah mempersaudarakan Abdurrahman bin Auf dengan Sa’id bin Ziyad seorang yang sangat kaya raya di Madinah. Abdurrahman bin Auf tidak terlalu miskin, walaupun tidak terlalu kaya, tetapi karena dia tidak membawa harta sedikitpun, maka dia jatuh miskin ketika di Madinah, tapi dia adalah ahli dagang. Karena kebaikan Sa’id bin Ziyad ini, maka dia membagi hartanya dengan Abdurrahman bin Auf bahkan salah satu riwayat menceritakan, bahwa Said bin Ziyad rela istrinya untuk dinikahi oleh Abdurrahman bin Auf yang memang tidak membawa istri dari Makkah. Apa reaksi dari Abdurrahman bin Auf ? Dia tidak mau menerima pemberian itu, namun dia hanya ingin ditunjukkan dimana letak pasar di Madinah, karena dia ahli dagang. Maka, Sa’id bin Ziyad tidak jadi menceraikan istrinya dan tidak jadi membagi hartanya menjadi dua bagian untuk Abdurrahman bin Auf. Ini adalah salah satu bentuk dan wujud keberhasilah Rasulullah SAW mempersaudarakan antara kaum muhajirin dengan kaum anshor.

Tidak hanya itu, suatu ketika kaum Muhajirin memberikan apresiasi yang luar biasa kepada kaum Anshor, namun kaum Anshor mengembalikan itu dengan sesuatu yang pernah disindir oleh ayat (Q.S. Al Hasyr [59] ; 10) yang maknanya :

10. dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."

Ketika Kaum Anshor disanjung, maka mereka menjawab, tidak, kaum muhajirinlah yang terbaik karena mereka sabaquuna bil iimaan (orang yang beriman lebih dulu). Begitulah yang terjadi, antara kaum Muhajirin dan Anshor terjadi ukhuwah yang luar biasa. Sehingga, Rasulullah SAW berhasil menciptakan situasi dan kondisi sosial yang sangat kondusif untuk terwujudnya masyarakat islam. Orang-orang Anshor sadar betul bahwa mereka adalah orang yang menjadi tuan rumah. (Q.S. Al hasyr [59] : 9).

Dalam riwayat sejarah, tidak kurang dari 80/90 orang yang muakhkhah (dipersaudarakan) oleh Rasulullah SAW ini. Sehingga, terwujud betul masyarakat yang diidamkan yang barangkali dapat kita lihat efek perjuangan mereka hingga sekarang. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa hijrah ini.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita