Khutbah Jum'at
 

Prof DR H Ahmad Zahro, M.Ag

Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)

19-12-2016 | 15:58:54

Menyaksikan kehidupan berkebangsaan hari-hari ini, pasti semua sampai pada kesimpulan bahwa kita umat Islam dalam keadaan tidak nyaman. Karena umat yang mayoritas ini terkesan dibuat permainan. Demi satu orang, jutaan orang harus seperti menjadi korban. Oleh karena itu, kita kembali merenung dan menengok sejarah pada masa Nabi SAW. Bahwa, dalam dakwah beliau selama 23 tahun, gangguannya luar biasa. Beliau perang berkali-kali, yang berarti banyak gangguan. Dengan mengambil ibrah dari sejarah Nabi tersebut, maka, kita juga harus menyadari bahwa dalam berdakwah mesti adanya gangguan.

Pertama, untuk menghadapi semua kemungkinan, kita wajib bersatu, berusaha untuk memperkokoh ukhuwah imaniyah, dan ukhuwah Islamiyah. Kalaupun kita ada di pos-pos organisasi tertentu, ada di aliran dan madzhab tertentu, kali ini kita hilangkan. Begitu kita sama iman, dan islamnya, maka kita bersaudara.

Allah berfirman dalam surah Al Hujurat [49] 10, yang maknanya : Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Sungguh orang-orang yang beriman itu bersaudara, apapun organisasinya. apapun partainya apapun alirannya, apapun madzhabnya, maka damikan dan berdamailah. Bertakwalah kalau ingin dirahmati oleh Allah SWT. Bersatunya umat Islam inilah modal untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi dalam kondisi apapun. Jangan lagi mempersoalkan remeh-temeh hal-hal kecil, masalah furu’iyah (cabang), khilafiyah (perbedaan). Tidak usah menyalahkan yang satu dan membenarkan diri sendiri, sudah cukup lama bergesekan tentang ini.

Kedua, menyadari, bahwa dalam ukhuwah ini, yang kita pertahankan adalah martabat , harga diri. Harga diri adalah termasuk lima termasuk hak asasi. Karena hak asasi manusia ada 5 : hifdhuddiin (menjaga agama), hifdhun nafs (menjaga diri), hifdhul aql (menjaga akan), hifdhul maal (menjaga harta), hifdhun nasl wal ilm (menjaga keluarga dan ilmu). Menjaga martabat agama jauh di atas martabat diri diri sendiri. Maka kalau harga diri saja dalam keadaan terancam boleh menggunakan kaidah darurat. Adhdharuuraatu tubihul mahdhuuraat (keadaan darurat membolehkan yang mestinya dilarang). Maka, jika yang terusik adalah martabat agama kita, martabat kitab Suci kita, martabat umala’ kita, tentu harus lebih peduli, lebih waspada, lebih perhatian, dan apapun keadannya, kita harus menghadapinya. Sekali lagi, persatuan kita adalah untuk menjaga iman. Ukhuwah kita adalah untuk menjaga agama. Kekompakan kita untuk menjaga kitab suci kita, dari hinaan, pelecehan, penistaan dari gangguan siapapun.

Ketiga, dalam menghadapi semua ini, kita bersyukur pada Allah SWT, MUI (Majelis Ulama Indonesia) sudah mengeluarkan fatwa jelas, tegas, dan dalilnya shorikh, qath’i, sehingga tidak perlu ditafsiri lagi. Dan sebenarnya, IPIM (Ikatan Persaudaraan Imam Masjid) seluruh Indonesia sudah mengeluarkan fatwa yang maknanya sama. Dan masalah pelecehan terhadap kitab suci, terhadap ulama kita, bukan hanya issu nasional, tetapi sudah merupakan masalah global. Oleh karena itu, kita tidak boleh menganggap enteng masalah ini. Kemudian kepada yang punya otoritas mendapat amanat rakyat untuk memimpin negeri ini harus perhatian bahwa umat Islam sudah bersuara, maka jangan abaikan. Jangan demi satu atau dua orang, lalu mengabaikan masalah ini. Kita tentu tidak melupakan sejarah lengsernya para penguasa baik di negeri ini, dan negara lain, karena mengabaikan suara umat.

Untuk mengekspresikan kegundahan dan kegalauan kita. Kita harus menjaga martabat Islam itu sendiri. Kalau inginunjuk rasa silakan. Tetapi harus tetap menjaga martabat, nama baik agama, dan umat Islam, jangan ada caci-maki, jangan adak ungkapan kebencian, jangan ada kekerasan, jangan ada anarkisme. Karena sekali kita melakukan itu, maka Islam dan umat Islam yang akan mendapat cap buruk. Dan saya peringatkan, bahwa Polisi bukan musuh kita, mereka sahabat kita, maka jangan sampai ada bentrok dengan mereka. Amat sangat salah, jika ada demo kemudian bentrok dengan polisi, karena pekerjaan mereka menjaga keamanan.

Di negeri ini, islam adalah umat mayoritas. Indonesia merdeka, andil yang terbesar juga umat Islam. Bahkan pengorbanan terbesar adalah umat Islam, ketika piagam Jakarta dilengserkan. “Kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” ini dilengserkan, tetapi umat Islam rela, demi NKRI. Ini merupakan pengorbanan terbesar, toleransi tingkat tinggi umat Islam. Setelah 70 tahun kemerdekaan, seolah umat Islam menjadi penonton di negeri sendiri. Untuk itu, kewibawaan kaum muslimin di negeri ini harus diperjuangkan.

Kita bisa menengok peristiwa-peristiwa demontrasi di negeri manapun, tidak ada yang mengangkat tema anti agama lain. Tidak ada. Tetapi justeri kita saksikan, di negara-negara lain seperti Amerika, Jerman, Inggris, Prancis dll ada demo anti Islam. Ini terbukti bahwa mereka ingin melemahkan kaum muslimin yang menurut hadis yang shohih, jika mendekati kiamat akan menguasai dunia.

Keempat, ada kisah inspiratif dari peristiwa dibakarnya Nabi Ibrahim oleh raja Namruz. Saat itu ada burung pipit. Demi peduli kepada Nabi Ibrahim dibakar, dia bolak-balik mengambil air dengan paruhnya, lalu diteteskan di tengah kobaran api yang membakar Nabi Ibrahim. Melihat tingkah laku burung pipit ini, cicak yang melihat menertawakanya, apa gunanya kamu menetesi kobaran api yang begitu membara dengan tetesan air dari paruhmu itu?. Burung pipit menjawab : “Saya tau, tetesan air ini tidak akan berpengaruh terhadap padamnya api, tetapi apa yang saya lakukan ini ada maknanya di hadapan Allah, dan saya mempunyai jawaban jika nanti ditanya oleh Allah, apa sikap empatimu terhadap orang yang Aku cintai, Ibrahim”. Sementara cicak justeru menghembus-hembuskan, agar api menjadi besar. Sekarang terjadi di negeri ini, kitab Suci kita dihina, ulama’ kita direndahkan. Apakah kita menjadi burung pipit yang bisa menjawab kalau ditanya oleh Allah tentang tindakan, partisipasi yang dilakukan untuk membela agama Allah, atau seperti cicak yang justeru menghembus-hembuskan supaya umat Islam kacau.

Kalau demonstrasi menjadi onar, maka akan beritanya akan booming, menjadi dagangan laris mass media. Dan ke seluruh dunia akan dikobarkan bahwa umat Islam Indonesia tidak toleran. Dan inilah misi mereka yang ingin menghancurkan umat Islam. Maka pesan saya, Jika diperlukan untuk berunjuk rasa silakan asal seijin ulama’ setempat, dan lalukan dengan cara tertib, damai, santun dan tanpa caci maki, tanpa ungkapan kebencian, tanpa kekerasan dan anarkhisme.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita