Khutbah Jum'at
 

Dr. H Moh. Sudjak, M.Ag

KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI

19-12-2016 | 16:49:50

Sebagai warga mayoritas di Indonesia, umat Islam menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia. Dari zaman perjuangan, sejak awal pendirian Republik ini, hingga saat ini. Dalam masa ini berbagai masalah dan tantangan telah dihadapi oleh umat Islam. Ajaran Islam mempunyai beberapa karakteristik, di antaranya yang pertama bahwa Islam sesuai dengan fitrah manusia. Kedua, ajaran Islam adalah ajaran yang sempurna. Ketiga, bahwa kebenaran ajaran Allah adalah bersifat mutlak adanya. Keempat, ajaran Islam mengajarkan tentang keseimbangan dalam hidup. Kelima, Ajaran Islam bersifat fleksibel. Keenam, ajaran Islam bersifat universal. Ketujuh, ajaran Islam sesuai dengan akal pikiran yang sehat. Kedelapan, bahwa inti ajaran Islam adalah Tauhid (mengesakan Allah). Kesembilan, ajaran Islam menciptakan rahmatan lil alamin (rahmat seluruh alam semesta).

Saya ingin mengambil salah satu dari karakteristik ajaran Islam tersebut, yaitu bahwa ajaran Islam adalah menciptakan rahmatan lil alamin. Terhadap negara kita tercinta Indonesia ini, tidak ada alternatif lain, kecuali menciptakan kerukunan umat beragama. Menciptakan kerukunan umat beragama bukan kerukunan agama. Sehingga umatnya yang rukun, bukan agamanya. Dan terhadap agama orang lain Allah SWT memberikan garis lakum dinukum waliyadin (untukmu agamamu dan untukku agamaku). Tidak bisa dicampuradukkan antara agama yang satu dengan yang lain, terutama dengan agama Islam. Jadi yang rukun adalah umatnya bukan agamanya.

Ada tiga hal yang perlu kita perhatikan dalam merangkai untuk memperkokoh pilar negara Indonesia yang kita cintai ini. Pertama, memupuk semangat ukhuwah (persaudaraan). Baik ukhuwah Islamiyah , ukhuwah insaniyah maupun ukhuwah Wathoniyah . Semangat persatuan ini diperintahkan oleh Allah SWT di dalam surat Al Anbiya [21] , 107 yang maknanya : dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Dan Surat Ali Imron ayat 103 yang maknanya : dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Dan surah Al Hujurah [49] 10. Yang maknannya : orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Kaitan ayat tersebut adalah kita diperintahkan untuk menjalin ukhuwah, dalam hal ini adalahukhuwah Islamiyah, peraudaraan intern antar umat Islam. Karena di dalam Islam sendiri terdapat khilafiyah (perbedaan pendapat), namun bersifat cabang (furu’iyah) bukan hal yang pokok (ushuliyah). Misalnya, shalat shubuh yang dua rakaat tidak boleh terjadi perbedaan, karena merupakan hal pokok (ushuliyah), tetapi kalau shalat subuh ada yang qunut ada ada yang tidak, perbedaan seperti itu dibolehkan, karena qunut adalah masalah cabang (furuiyah). Yang penting masing-masing punya argumentasi yang benar. Yang biasa qunut tidak usah mengolok-olok kan kepada orang yang qunut, begitu juga sebaliknya.

Ukhuwah basyariyah (persaudaraan antar manusia), baik persaudaraan antar sesama manusia warga negara Indonesia maupun warga negara luar Indonesia, warga negara yang beragama Islam maupun yang non agama Islam. Khusus warga negara Republik Indonesia yang beragama berbeda-beda, dimana Indonesia agama resmi yang diakui oleh negara ada enam agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu. Semua umat beragama harus menjunjung tinggi kebhinekaan antar umat beragama. Dilarang menghina terhadap agama lain. Kalau saling menghina, dan terus berlanjut, kemudian pemerintah tidak hadir di dalamnya, maka hal ini akan membahayakan terhadap keutuhan NKRI. Kemudian dilarang satu kelompok dengan kelompok lainnya. {Q.S Al Hujurat [49] 11).

KENDALA-KENDALA UKHUWAH
Prinsip Ukhuwah bukan sesuatu utopis, bukan pula suatu hal yang mustahil diwujudkan, meskipun mewujudkannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dalam kenyataannya, setiap yang bernilai agung dan berkualitas tinggi memerlukan usaha gigih, perjuangan dan pengorbanan; oleh sebab itu mewujudkan nilai-nilai ukhuwah islamiyah menghadapi kendala-kendala yang mesti dicermati dan ditangani secara jujur dan serius serta sabar. Setidaknya ada 3 kendala yang dihadapi setiap mukmin di dalam merealisasi nilai-nilai ukhuwah islamiyah, yaitu:

(1) Jiwa Yang Tidak Dirawat. Ukhuwah Islamiyah sangat erat dengan keimanan. Iman merupakan sentuhan hati dan gerakan jiwa; karenanya jiwa dan hati yang tidak diperhatikan atau jarang diperiksa atau tidak dibersihkan akan menjadi lahan subur bagi munculnya virus-virus jiwa yang membahayakan kalangsungan ukhuwah, seperti: takabur, hasud, dendam, cenderung menzholimi, kemunafikan dll. Virus jiwa memang sulit dideteksi sebagaimana virus-virus penyakit jasmani. Biasanya orang tidak merasa dengan adanya virus tersebut kecuali setelah muncul dampak serangan virus itu, kecuali mereka yang terawat hati dan jiwanya, karena ia memiliki sensitifitas terhadap virus-virus tersebut. Betapa banyak orang tidak memahami adanya virus ukhuwah pada dirinya, kecuali setelah ia merasakan bahwa orang-orang di sekitanya membencinya, tidak senang kepadanya. Oleh karenanya, proses pembersihan hati dan merawat jiwa hendaknya dilakukan secara intens dan kontinyu, agar nilai-nilai ukhuwah dapat terpatri pada diri setiap hamba Allah yang mukmin.

(2) Lidah Yang Tidak Dikendalikan. Menjaga lidah dengan berkata baik dan jujur serta menjaui kata-kata merusak dan tercela, merupakan salah satu indikasi takwa kepada Allah swt. Firman Allah swt : Wahai orang-orang beriman bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar (Q.S. al-Ahzab:70). Bahkan memelihara lidah merupakan tanda kesempurnaan iman, sabda Nabi saw : (Dan siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaknya ia berkata baik atau diam ). Karenanya lidah tidak boleh lepas kontrol, berfikir positif dan cermat sebelum berbicara dan bersikap merupakan sikap orang bijak. Seringkali lidah tanpa kontrol dan berbicara tanpa berfikir menyebabkan perselisihan dan permusuhan di masyarakat.

Suatu saat shahabat Abu Bakar r.a. lewat di depan 3 orang shahabat “non-Arab” ( Salman, Shuhaib dan Bilal) yang sedang asyik membincangkan kegagahan dan kepahlawanan para pedang Allah menghadapi Abu Sofyan (tokoh Quraisy sebelum masuk Islam) seraya mereka berkata: “Sungguh pedang-pedang Allah tak kan gentar menghadapi Abu Sofyan. Mendengar kata Abu Sofyan, langsung Abu Bakar menanggapi: Apakah kalian membincangkan seorang dari tokoh Quraisy ? Setelah Rasulullah saw mendengar berita tersebut, beliau meminta Abu Bakar untuk kembali menemui 3 shahabat tadi untuk meminta maaf, kata beliau: Barangkali engkau membuat merekmarah ( karena kata-katamu). Maksud pinta Rasulullah adalah agar setiap umat berhati-hati dalam berkata-kata dan tetap memelihara kebersihan hati dan keluhuran jiwa.

(3) Lingkungan Yang Kurang/Tidak Kondusif.

Kepribadian seseorang seringkali dibentuk dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Apalagi seseorang yang tidak memiliki kemampuan ta’tsir (mempengaruhi orang lain), sehingga dengan mudah ia dipengaruhi lingkungan dimana ia harus berinteraksi. Oleh sebab iotu Allah memerintahkan Nabi saw untuk senantiasa bersabar bersama orang-orang yang multazim (komitmen) dengan ajaran Allah, senantiasa taqorrub (mendekatkan diri) kepada Allah swt. (QS al-Kahfi: 28.)

Nabi Muhammad saw pun meninggalkan pesan-pesan berharga buat umatnya dalam sebuah hadits: Perumpamaan orang yang shalih dengan orang yang tidak shalih ibarat pembawa minyak wangi dan peniup bara, Pembawa minyak wangi bisa memberikan minyak itu kepadamu, atau kamu membeli darinya atau (minimal) kamu memperoleh harum wangi itu. Peniup bara api bisa membakar bajumu atau kamu memperoleh bau tak sedap (HR Muslim).

Suasana dan lingkungan yang tidak baik merupakan salah satu faktor utama keretakan hubungan persaudaraan orang-orang yang beriman. Lingkungan yang terdapat saling hasud, budaya pamer, sikap riya’ dan hedonis, materialistis, prilaku desturkti, senang menyebar fitnah, hobi bergunjing, menyebar gosip dan isu tidak benar. Semua itu adalah penyakit-penyakit lingkungan yang merusak dan mematikan keharmonisan hubungan personal dan komunal pada masyarakat muslim. Semoga, ukhuwah bisa ditegakkan di negeri yang tercinta ini sehingga menjadikan negeri yang aman, adil dan makmur.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita