Khutbah Jum'at
 

Prof DR H Syafiq A Mughni, MA

Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri

11-10-2011 | 08:57:49

Allah SWT telah memberi amanah kepada kita semua untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai hambaNya. Kita juga diberi amanah oleh Allah untuk membangun kehidupan di muka bumi ini, supaya dapat hidup bersama-sama dalam keadaan aman, damai, sejahtera, menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama manusia. Kita diberi amanah untuk mengatur kehidupan dengan hukum-hukum, peraturan-peraturan untuk mencegah kemungkaran dan mendorong ke arah kemakrufan. Allah SWT memberi agama untuk tujuan itu, supaya kita tahu mana yang haq dan mana yang bathil. Mana yang akan mengantarkan kita ke jalan kebenaran dan mana jalan yang mengantar kita ke jalan kesesatan. Itu semua secara terang benderang diberi oleh Allah SWT dalam bentuk agama yang diajarkan melalui Nabi Muhammad SAW.

Namun demikian kita jangan menyangka bahwa semua akan otomatis berjalan. Bahwa kebajikan yang diajarkan Allah SWT akan begitu saja diterima oleh seluruh umat manusia. Tetapi pasti ada kekuatan-kekuatan yang menghalangi kemauan umat Islam sesuai ajaran agamanya. Pasti ada orang yang tidak suka terhadap kebajikan dan keunggulan atas ajaran Islam ini. Bahkan Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surah Ar Ra’d ayat 31 yang maknanya :

31. dan Sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi Jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al Quran Itulah dia). sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. dan orang-orang yang kafir Senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

Dan nyatanya memang demikian, artinya pasti ada kelompok atau perorangan yang memiliki kekuatan yang ingin menghancurkan kebenaran ajaran Allah SWT. Karena itulah tugas kita adalah melawan itu semua.Persaingan dan perebutan pengaruh itulah yang kita kenal dengan ghazwul fikri (perang pemikiran). Karena itu, agar kita bisa mempertahankan predikat umat yang unggul, maka kita dituntut untuk bisa memenangi peperangan tersebut.

Ada tiga strategi yang sangat penting bagi kita, yang kalau tidak kita camkan dengan benar-benar, maka pastilah kita akan menjadi umat yang kalah. Ali bin Abi Tholib mengatakan : Alhaqqu bilaa nidhoom yaghlibuhul baathil bin nidhoom (kebenaran yang diperjuangkan tanpa strategi yang baik, pasti akan dikalahkan oleh kebathilan yang diperjuangkan dengan strategi yang rapi).

Pertama, mengokohkan ghiirah diiniyyah/ ruuhul jihad (semangat keagamaan). Ini adalah yang sangat penting, sebab kalau kita beragama kemudian tidak memiliki semangat keagamaan, maka kita akan menjadi umat yang lemah. Kalau kita tidak punya ambisi untuk mengunggulkan ajaran Allah, maka pasti kita akan tenggelam dan akan digilas oleh kekuatan-kekuatan yang lain. Dalam rangka ini, Rasulullah SAW mendorong kita untuk waspada, karena sering kali ada penyakit yang menimpa umat Islam, sehingga ruuhul jihad/ghiirah diiniyah, hilang. Penyakit itu disebut al wahn. Mendengar keterangan itu para sahabat bertanya : “Apa itu penyakit alwahn yaa Rasulullah ? “hubbud dunya wa karaahiyatul maut (cinta dunia dan takut mati)” jawab Rasulullah. Artinya, bahwa kehidupan kita disandera oleh kepentingan-kepentingan duniawiyah, kita menjadi orang yang sangat materialistis, kita menjadi orang yang selalu ingin mendapatkan kepuasan, kebahagiaan secara instan. Kita tidak ingin menjadi orang yang miskin, tetapi juga tidak ingin menjadi orang yang kaya, dengan menghalalkan dengan segala cara, karena orang yang seperti ini disebabkan terlalu cinta dunia dan takut mati. namun tidak berarti kita harus bunuh diri, tidak harus jadi orang yang miskin. Tetapi janganlah menjadi orang yang silau dengan kehidupan dunia ini, sehingga melupakan tugas-tugas yang harus kita siapkan untuk menjelang kematian kita nanti. Ini adalah sebuah gambaran bagaimana orang-orang yang tidak memiliki semangat keagamaan untuk memperjuangkan agama Allah SWT.

Kedua, memperluas wawasan keagamaan, yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Dalam memahami ajaran agama, janganlah kita menjadi orang yang sempit pemahaman, sehingga menganggap seolah-olah agama itu hanyalah ibadah maghdhah saja. Atau menganggap bahwa agama itu hanya diajarkan untuk sebuah keluarga saja. Tetapi sesungguhnya ajaran Allah SWT ini meliputi seluruh aspek kehidupan. Maka marilah kita pelajari dengan sungguh-sungguh ajaran Allah ini, dari sumber aslinya, sebab kalau tidak, maka kita akan menjadi orang-orang yang tersesat. Di banyak hal kita temukan, ada sebagian masyarakat atau kelompok yang menginginkan pemahaman kita menjadi pemahaman yang sesat. Misalnya mereka menganggap bahwa semua agama adalah sama benarnya. Mereka beralasan bahwa orang yang tidak beragamapun orang masih bisa berbahagia di dunia ini dan bahkan setelah nanti di alam akhirat. Mereka mengatakan agama Allah ini adalah agama yang sempit, yang tidak layak menjadi pedoman hidup orang-orang di abad modern ini. Hal ini terjadi karena mereka tidak memahami Islam yang sebenarnya. Untuk itu kita harus punya strategi untuk memahamkan Islam kepada masyarakat, dalam arti yang sebenar-benarnya.

Ketiga, as sulthoh (kekuatan). Sekalipun kita memiliki semangat yang luar biasa, atau memiliki pikiran yang sangat maju, tetapi kalau kita tidak mempunyai kekuatan, maka kita akan kalah dalam pertarungan pemikiran ini. Zaman sekarang adalah zaman kekuasaan media, baik media cetak maupun elektronik. Yang kadang menyudutkan ajaran Allah, dengan cara yang sangat halus mengajak manusia lengah dalam beribadah kepada Allah SWT. Dan itu terjadi karena kita adalah orang-orang yang tidak menguasai media massa, baik level nasional bahkan internasional. Di samping itu harus punya kekuatan yang berupa ilmu pengetahuan. Karena lembaga-lembaga pendidikan sekarang ini, bertumpu pada ilmu pengetahuan yang sedang berkembang. Kalau ilmu pengetahuan itu dirumuskan oleh orang-orang yang tidak punya iman, maka pastilah akan menyesatkan anak-anak didik kita. Kalau kita tidak unggul dalam ilmu pengetahuan, maka wacana ilmiyah internasional /universal ini pasti akan dikuasai oleh orang-orang yang anti Islam. Kalau kita tidak mempunyai ilmu pengetahuan dan tehnologi, maka kita pasti akan sekedar menjadi konsumen, menjadi tanah jajahan, bagi mereka yang telah menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi. Maka sekali lagi umat Islam harus mempunyai kekuatan untuk menghadapi pertarungan ini.

Ini semua harus kita lakukan dengan seksama, supaya kita terus mendakwahkan ajaran Allah SWT. Kalau kita tidak memiliki tiga strategi di atas, maka kita tidak mungkin bisa melakukan dakwah dengan baik. Orang tidak akan percaya dengan kita, orang tidak percaya akan keunggulan dan kebenaran ajaran Allah SWT. Orang tidak akan percaya bahwa Islam adalah yang akan mengantarkan ke arah kesejahteraan, kedamaian dan keselamatan di dunia maupun akhirat.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita