Khutbah Jum'at
 

KH Umar Fanani

Keunggulan Syariat Allah Swt

31-01-2012 | 15:58:16

Rasulullah SAW bersabda : Islam itu (syariat) yang unggul, dan tidak diungguli (dari syarit lainnya)”. (HR Al Daraquthni)

Pernyataan Rasulullah SAW tersebut tentu bukan suatu apologik, bukan pula asbun (asal bunyi). Sabda beliau adalah kebenaran sejati, sesuai dengan kenyataannya. Semua sabda dan perilaku beliau senantiasa dibimbing wahyu Allah SWT. ( QS An Najm : 3).

Sebagaimana dimaklumi, sejatinya memperbandingkan syariat Allah SWT, yaitu Al Islam dengan undang-undang buatan manusia dari sudut pandang aqidah, tidak etis. Karena Allah SWT itu Sang Khaliq, yang maha dalam segalanya. Sementara manusia hanyalah sekedar makhluk danhambaNya belaka. ( QS Asy Syu’araa’ : 11).

Berbicara tentang keunggulan syariat Allah SWT dapat dijelaskan antara lain :

1. Bersumber dari wahyu Ilahi. Jadi sumber syariat Islam adalah wahyu yang turun dari Allah SWT. Baik yang berupa Al-Qur’an maupun al Sunnah. Al Qur’an merupakan sumber utama syariat Islam, yang terdiri dari kalam (firman-firman) Allah SWT. Sebagai kalam dari Dzat Yang Maha Sempurna, Maha Luas IlmuNya, Maha Adil, Maha Bijaksana, tentu Al-Qur’an bersih dari segala bentuk kelemahan dan kekurangan. Walhasil, Al-Qur’an sebagai sumber syariat yang sempurna dan paripurna dalam segenap ihwalnya dan dalam makna yang sebenarnya, bersih dari segala kekurangan dan kelemahan. (QS Al Maidah :3, Fushhilat : 41-42) Al-Qur’an sebagai wahyu dan kitab suci paling akhir. Keberadaan dan kelangsungannya dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT sampai hari akhir. ( Q.S. Al Hijr :9).

Sedang al Sunnah sebagai sumber kedua dari syariat Islam, merupakan ucapan-ucapan (al aqwaal), perbuatan (al Af’aal), dan pembenaran (at taqrir) Nabi Muhammad SAW. Dalam istilah lain disebut pula manhaj nabawi (pola dan perikehidupan Nabi SAW). Al Sunnah Al Nabawiyah berfungsi sebagai penjelasan dari sumber pertama, Al-Qur’an, baik teoritis maupun praktis. AL-Qur’an sebagai dustur (kitab undang-undang) yang berisi pokok-pokok dan dasar-dasar secara global. Sementara al sunnah yang menjelaskan secara rinci, memilah yang masih terlepas. (Q.S. An Nah :44, Ali Imron : 31-32, Al Hasyr :7).

Dengan demikian dari sisi sumbernya syariat Islam memiliki keunggulan yang amat tajam dibanding dengan undang-undang wadi’e yang buatan manusia. Karena, undang-undang pertama bersumber dari Sang Khaliq, Allah SWT, bersumber dari yan Maha Sempurna. Sementara kedua bersumber dari makhlukNya, manusia yang serba kekurangan dan penuh kelemahan.

2. Proses terbentuknya Syariat Allah SWT sudah dipersiapkan jauh sebelum manusia tinggal di planet bumi ini. Kemudian manusia diciptakan Allah SWT sesuai dengan kondisi syari’atNya itu. Dengan dibekali fitrah patuh dan tunduk kepadaNya. Dengan demikian kalau manusia ingin selamat dan sejahtera dalam hidupnya, maka harus bersedia patuh dan tunduk kepada Allah SWT dengan menjadikan syariat Allah sebagai petunjuk dan pedoman hidup. ( QS Ali Imran : 83). Akan halnya undang-undang buatan manusia, proses terbentuknya mengikuti pertumbuhan akal dan budayanya, yang amat dipengaruhi oleh selera dan syahwatnya. Semua itu menjerumuskan dirinya ke jurang kesesatan dan kenistaan. (QS Thaahaa : 124).

3. Syariat Allah SWT bersifat shumul li jami’ shu’uun al hayaat, mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik sebagai individu, keluarga maupun jamaah. Baik yang berkaitan dengan hablum minllaah (hubungan makhluk dengan Allah) maupun hablum minan naas (hubungan antar sesama), bahkan hubungan antar insan dengan alam sekitarnya. Jadi syariat Islam mengatur persoalan aqidah (pandangan hidup), ibadah (hubungan manusia dengan Allah SWT), soal akhlak, soal keluarga dan rumah tangga (al ahwaal asy syakhsyiyah), soal harta keuangan (muammalah maaliyah), soal peradialan dan pembelaan (qaanuun muraafa’aat), soal hubungan antara Negara muslim atau kafir (al qanuun ad daulie), dan juga tentang hukuman para pelanggar (al Qaanuun al junaa’ie). Dengan demikian syariat Islam bukan suatu undang-undang dan aturan semata, tetapi lebih luas dari itu. Dia adalah sebuah system hidup yang lengkap, sempurna, komprehensif sesuai dengan fitrah (tabiat asasi) manusia. (Q.S. Ar Ruum : 30).

dengan undang-undang yang dibuat manusia, disamping parsial dan temporer, juga sering benturan dengan fitrah manusia, karena didominasi oleh selera dan sahwat.

4. Syariat Allah SWT bersifat umum, terkena sepanjang zaman dan di sembarang tempat di permukaan bumi ini. Karena risalah Muhammad SAW ini adalah risalah terakhir, penutup dari segala risalah terdahulu. ( Al A’raaf : 158, Saba’ : 28, Al Ahzab : 40).

Meski pada awalnya syariat Allah SWT ini lahir dan berkembang di jazirah Arab, Rasul yang memperoleh amanah untuk mengajarkan dan menyebarluaskanya pun pertama kali juga masih keturunan Quraisy (suku termulia di kalangan bangsa Arab), dan bahkan bahasa pengantarnya juga bahasa Arab. Semua kitab (seruan dan panggilan) dalam Al Qur’an ditunjukkan kepada semua manusia ( yaa ayyuhan naas) ( wahai para manusai). Tidak tertuju pasa bangsa atau kelompok tertentu. Jadi syariat Allah SWT lebih unggul dan berbeda dengan undang-undang buatan manusia yang umumnya bersifat lokal, nasional maupun regional.

5. Keunggulan lain tentang balasan dan sanksi (al Jazaa’) Syariat Allah SWT bukan sekedar tuntunan dan tatanan yang tanpa sanksi dan balasan. Namun, di samping tuntunan dan tatanan hidup yang sempurna dan komprehensif, syariat Islam juga memberkan balasan pahala (surge) bagi mereka yang konsisten menaatinya dan sanksi azab (neraka) bagi para pembangkangnya. ( QS Ali Imran : 30, Al Bayinah : 6-8)

Balasan maupun sanksi yang mencakup semua perikehidupan itu tentu bertingkat-tingkat sesuai dengan tingkat dan bobot kebaikan maupun kejahatan yang dilakukannya. ( QS Al Zalzalah : 7-8).

Semua itu akan digelar dalam mahkamah yang adil dan transparan oleh Hakim Tunggal, Allah SWT. ( QS Al Mu’min : 16-17). Ada sejumlah pelanggaran yang hukumannya dilakukan di dunia, misalnya yang berkaitan dengan hak-hak manusia : mencuri, zina, qishash dll. Ini dilakukan demi kemaslahatan dalam kehidupan dunia. ( QS Al Baqarah : 85).

Dengan demikian dari aspek balasan dan hukuman, syariat Islam lebih unggul dan lebih berwibawa di hadapan manusia ketimbang undang-undang ataupun hukum buatan manusia. Undang-undang buatan manusia sanksi atau hukumannya hanya di dunia. Dan kenyataannya tebang pilih, tidak mampu mewujudkan keadilan yang sebenarnya. Apalagi kalau jajaran para penegak hukumnya telah didominasi syahwat duniawi, hasilnya antara lain adalah merembaknya praktek kosupsi, kolusi, nepotesme dan kejahatan yang lainnya. Demikian antara lain keunggulan syariat Allah SWT, yang tentu masih banyak keunggulan dari aspek yang lain.

Terakhir, Rasulullah SAW pernah membuat statement bahwa Islam itu unggul dan tidak satu ajaran/syariatpun yang bisa mengunggulinya. Pertanyaannya, bagaimana realitanya sekarang, apakah kaum muslimin dewasa ini sudah menjadi kaum unggulan sebagaimana para sahabat Rasulullah SAW pada generasi pertma yang memperoleh gelar khaira ummah ? ( QS Ali Imron : 110).

Jawabannya jelas “belum, belum menjadi umat unggulan”. Umat Islam dewasa ini malah menjadi umat yang terpuruk. Mengapa demikian? Mari kita muhasabah (renungkan) sembari bertaubat dan mohon pertolonganNya.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita