Khutbah Jum'at
 

KH Abdusshomad Buchory (Imam Besar MAS)

Mengapa Syi'ah Bermasalah

13-02-2012 | 17:41:40

Mari kita bersyukur kepada Allah SWT karena kita sebagai bangsa Indonesia yang penduduk muslimnya terbesar di dunia. Walaupun ada Negara yang penduduknya terbesar, misalnya China, India dll, namun umat Islamnya minoritas. Umat Islam di Indonesia saat ini sekitar 87 % muslim. Kita ketahui, bahwa Islam ada beberapa faham di antaranya ; faham Sunnni, Mu’tazilah, Syi’ah, Khawarij, Jabariyah dan lain sebagainya. Islam di Indonesia adalah menganut faham Sunni, walaupun organisasi berbeda-beda, misalnya NU, Muhammadiyah, Alkhoiriyah, Al Irsyad, Alwashliyah, Mathla’ul Anwar, Tarbiyah Islamiyah, Persis, Al Bayyinaat, Al Khoiriyah dlsb. Masing-masing organisasi ini tentu mempunyai perbedaan, namun perbedaannya bukan furu’iyah (hal-hal cabang), tetapi hal-hal yang kecil. Dan di Indonesia dikumandangkan “ukhuwwah Islamiyah” dalam rangka meminimalisir benuturan-benturan yang terjadi karena perbedaan hal-hal furu’iyah ini. Misalnya berbeda dalam amalan qunut, adzan Jum’at, ada yang dua kali ada yang satu kali, ada yang pakai tongkat ada yang tidak. Semua itu perbedaan yang sangat kecil dan hanya hal-hal cabang saja. Terhadap perbedaan inilah yang terus didengungkan tentang ukhuwah Islamiyah, dan sudah tampak berhasil walupun belum sempurna. Sehingga ketenangan dan keharmonisan bisa dijaga sampai saat ini.

Bagaimana dengan Syi’ah? Syiah bukan Sunni. Syiah berbeda dengan Sunni. Dan perbedaannya adalah masalah ushuliyyah ( pokok), dan juga masalah furu’iyah. Misalnya; shalat Jum’at menurut Sunni adalah wajib ‘ain bagi setiap muslim laki-laki. Tetapi Syiah tidak mewajibkan. Dalam faham Syiah, Jumatan adalah termasuk ikhtiyaary (memilih). Kalau dia boleh memilih shalat Dhuhur apa shalat Jum’at. Shalat Jum’at belum wajib hingga datang Imam Muhtadhar (Imam Mahdi). Tentang Al-Qur’an mereka berkeyakinan bahwa Kitab Suci ini nanti akan ada takhrif (ada perubahan). Mereka berkeyakinan akan turun lagi Al Qur’an sekitar 17 ribu ayat yang sekarang masih tersimpan, dan nanti akan hadir ketika imam itu hadir. Sementara kalau Sunni meyakini bahwa Al-Qur’an dijaga kesuciannya oleh Allah, mulai zaman Rasulullah SAW hingga akhir zaman tidak ada perubahan. Mulai turun melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dihafal dan diajarkan kepada shahabat dan shahabat pun menghafal dan seterusnya hingga sampai kepada kita. Merka ragu terhadap Al-Qur’an, padahal Al-Qur’an menerangkan bahwa Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya. ( Q.S. Al Baqarah : 2). Yang maknanya : Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

Kemudian, orang Sunni mengakui Khulafaurrasyidiin (Abu Bakar, Umar bin KLhatab, Utman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib) sebagai pemimpin yang mengganti Rasulullah SAW. Tetapi orang Syiah menolak keberadaan Abu Bakar, Umar dan Utsman. Yang ketiganya dianggap meampok jabatan Ali. Oleh sebab itu, orang Syiah menolak hadits Kutubus Sitah tidak mau hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori, Imam Muslim, Nasa’I, Ibnu Majah, , Abu Hurairoh Aisya dlsb. Mereka mempunyai kitab sendiri namanya Al Kafi, Tahdzib al Ahkam, Al Istibshor, Man Laa Yahdhurul al Faqiih dll. Dari kitab tersebut dapat diketahui adanya perbedaan yang mendasar, di antaranya : Hadist menurut faham Syiah berbeda dengan pengertian ahlual sunnah. Menurut Syiah hadist meliputi af’al, aqwaal, dan taqrir yang disandarkan tidak hanya kepada Nabi Muhammad tetapi juga para imam-iman Syiah. Faham Syiah menyakini bahwa imam-imam adalah ma’sum seperti para nabi Faham Syiah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan (Imamah) termasuk masalah aqidah agama. Faham Syiah mengingkari otentisitas Al- Qur’an dengan mengimani adanya tahrif Al-Qur’an. Faham Syiah meyakini turunnya wahyu setelah Al-Qur’an yakni yang disebut mushhaf Fatimah. Faham Syiah orang yang tidak mengimani terhadap imam-imam Syiah adalah Syirik dan Murtad dan masih banyak yang lainnya.

Di samping itu Syiah juga menghalalkan nikah Muth’ah (nikah yang dibatasi oleh waktu). Misalnya nikah untuk satu jam, dua jam, satu hari dua hari, ini dibolehkan. Sementara Sunni mengharamkan. Disamping ada dasar hukum naqli yang mengharamkan, jika dibiarkan akan terjadi penyakit social, karena akan terjadi prostitusi terselubung. Padahal di Indonesia umumnya dan Jawa Timur khususnya lagi gencar-gencarnya menata kota bersih dari praktek asusila. Mereka sudah mulai banyak yang sadar dan bertaubat. Jika nikah Muth’ah diperbolehkan maka akan terjadi prostitusi terselubung, sehingga menghambat program pembangunan yang telah dicanangkan.

Untuk itu, MUI Jawa Timur sudah menyatakan bahwa Syiah adalah termasuk aliran sesat, terutama Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah. Ada yang lebih ekstrim lagi namanya Ghulat, yang menyatakan bahwa Imam-imam itu mempunyai sifat ketuhanan. Dan juga menuduh kepada Jibril yang membawa wahyu salah alamat, seharusnya kepada Ali bin Abi Tholib, tetapi diberikan kepada nabi Muhammad SAW. Aliran ini yang membawa adalah Abdullah bin Saba’, orang Yahudi yang sengaja ingin mengacaukan umat Islam. Sehingga Indonesia dalam rangka NKRI dibutuhkan orang-orang Sunni. Kalau tidak, maka Indonesia akan terjadi perang saudara seperti Irak, Libanon dll. Hal ini harus diperhatikan oleh penyelenggara pemerintahan, ulama’ politisi dll. Saya ingin mengingatkan mumpung aliran ini belum menjadi besar, walaupun kantong-kantingnya sudah banyak seperti di Jawa Timur berada di Bondowoso, Jember, Madura, Pasuruan, Bangil, Surabaya dll. Sedang di luar Jawa ada di Lampung, Makassar dsb.

Dalam kesempatan ini sekaligus meluruskan berita tentang kasus di Madura. Di banyak media diberikan kalau pondok pesantren Syiah dibakar. Kenyataannya tidak ada pondok pesantren yang dibakar, yang ada adalah langgar kecil yang terbuat dari bambu. Ada juga rumah yang dibakar yang antara satu dengan lain berjauhan jaraknya beberapa kilometer di antaranya. Dan kasus ini sudah berlangsung sejak tahun 2005, dan sudah ada komitmen, bahwa mereka diberitahu oleh ulama’ penduduk di situ yang menganut faham Sunni, dan memberi opsi, kalau mereka berada di sekitar situi harus kembali kepada Sunni, jika mereka ingin mengembangkan Syiah jangan di situ. Dan jika masih tetap di situ kemudian mengembangkan ajaran Syiah, tidak ditanggung keamanannya. Jadi penegak hukum jangan hanya bicara tentang anarkhisme. Memang orang membakar rumah, apalagi musholla secara pidana salah, tetapi perlu dibahas pula factor pemicu adanya kekerasan itu. Di negeri ini kurang diangkat oleh media bahwa ada sebab yang menimbulkan suatu akibat, ada aksi sebelum reaksi. Dan penyebabnya tentu propokator, yang tentu bisa dituntut menurut hukum. Dalam UU no 39 tahun 1999 tentang masalah HAM, dalam pasal 28 huruf c bahwa Hak Asasi Manusia tidak boleh merusak hak-hak orang lain. Ketika masyarakat sudah tenang tidak ada pertentangan apa-apa, kemudian ada faham baru masuk mempengaruhi, tentu saja menjadikan keresahan dan pada akhirnya terjadilah kemarahan itu. Nah, orang yang datang kemudian menimbulkan keresahan itulah yang dinamakan provokator sehingga bisa dituntut di pengadilan.

Dengan demikian jawaban atas tema di atas, kenapa Syiah bermasalah adalah karena berbeda dengan Sunni dalam masalah ushuliyah dan furu’iyah. Dan kalau dalam kontek Indonesia, bahwa mayoritas fahamnya adalah Sunni, jika faham Syiah dipaksakan berdiri dan berkembang di negeri ini, maka akan terjadi benturan-benturan yang sulit dicarika titik temu.

Ada pendapat yang menarik dari komisi VII RI yakni di Indonesia ini perlu payung hukum untuk melindungi kaum Sunni. Untuk itu, kalau Indonesia ingin NKRI dijaga, agar tidak dirongrong oleh orang lain, maka perlu payung hukum yang melindungi Sunni di Indonesia. Di Malaysia, Brunei Darussalam Syiah sudah dilarang, karena Islam adalah agama Negara dan mengikuti faham Sunni, sehingga ketika bertentangan dengan Negara, maka dilarang oleh Negara. Di Indonesia payung hukum seperti itu tidak ada. Hal ini menjadi bahan pertimbangan bagi para politisi, sebab memang ada upaya dari luar agar kerukunan umat di Indonesia kacau.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita