Khutbah Jum'at
 

Prof. Dr. H. Syafiq. A. Mughni , MA

Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman

14-02-2012 | 15:40:29

Allah adalah Dzat yang Maha rahman dan rahim, yang senantiasa memberi karunia nikmat kepada kita. Tetapi Allah SWT juga tidak saja memberi nikmat dan karunia kepada kita, melainkan diikuti dengan cobaan dan ujian yang mengharuskan kita bersabar atas segala ujian dan cobaan tersebut. Al imaanu nisfaani, nisfuhuu syukrun, wa nisfuhu shobrun (iman itu dua bagian yang pertama syukur dan yang kedua sabar) dua kata kunci itu harus menjadi sikap batin kita dalam mengahdapi seluruh tantangan kehidupan. Sebab kalau kita kehilangan rasa syukur, berarti kita tidak menghargai, tidak merasakan nikmat Allah yang besar dan bermakna bagi kita. Kalau kita kehilangan rasa sabar, maka kita akan kehilangan orientasi; orang yang mudah putus asa, dan menempuh jalan pintas, tidak lagi beristiqomah atas kebenaran yang diajarkan oleh Allah SWT dan RasulNya. Oleh karena itu kita bentengi batin kita dengan iman yang kokoh dengan dua pilar itu, bersukur dan bersabar, selanjutnya kita berjuang dengan sekuat tenaga untuk meningkatkan kualitas hidup kita, dengan memperbanyak ibadah, bemunajat, berdzikir merenungkan kejadian-kejadian di alam semesta ini. Karena dengan itulah kita akan menjadi orang yang dekat kepada Allah SWT.

Kita tingkatkan kualitas hidup kita dengan beramal sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya, tidak hanya banyak secara kuantitatif, tetapi juga bermakna secara kuantitas. Karena dengan cara itulah kita akan dicintai oleh Allah. Nabi kita Muhammad SAW bersabda : khoirunnaas anfa`uhum linnaas

Salah satu nikmat yang kita terima dari Allah SWT adalah dengan diutusnya Rasulullah Muhammad SAW yang membawa kebenaran, yang akan mengeluarkan manusia dari alam kegelapan menuju alam terang benderang. Kita mencontoh Rasulullah SAW adalah hasil dari seluruh perenungan kita, termasuk mengambil hikmah dari peristiwa kelahiran Rasulullah, dan membawa risalah yang sangat bermakna dalam kehidupan kita. Dalam suasana memperingati kelahiran Rasulullah SAW, yang disebut dengan milad/maulid, kita melihat umat Islam melaksanakan berbagai upacara, ada yang merayakannya dengan festival, sangat ramai, bahkan di alun-alun dengan mengundang masa yang sangat banyak, tetapi belum tentu semua orang yang terlibat disana bertujuan mengambil ibrah (pelajaran) dari kelahiran Rasulullah SAW. Bahkan kebanyakan mereka hanyalah untuk meraih keuntungan-keuntugan ekonomis, ingin mendapatkan keuntungan dari dagangannya dan sebagian lagi mungkin anak-anak muda, hanya sekedar berhura-hura. Dan seseorang akan diberikan balasan Allah SWT ketika melakukan perbuatan sesuai dengan niatnya.

Karena itulah yang sangat penting dari peringatan maulid nabi Muhammad SAW adalah mengambil ibrah dari diutusnya Rasulullah SAW ke dunia ini. Dalam Al-Quran Allah SWT berfirman yang maknanya: Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata ( al –Jumu`ah :2). Masyarakat yang ummy (buta huruf) bukan saja buta huruf dari membaca dan menulis, tetapi juga masyarakat yang buta terhadap kebenaran, masyarakat yang tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, antara yang haq dan yang bathil, masyarakat yang tidak bisa membedakan mana keadilan dan mana kezhaliman, mana hal-hal yang membawa manfaat dan mana yang membawa madharat, semua bercampur karena tidak mempunyai pedoman yang autentik untuk membedakan itu semua.

Apalagi masyarakat ketika Nabi diutus, dikenal sebagai masyarakat jahliyah, masyarakat yang tidak memiliki kitab suci yang autentik, walaupun ada kita zabur, Taurat dan Injil. Tetapi sulit untuk dinyatakan yang original diwahyukan dari Allah SWT, dan mana yang sudah diubah dan dicampuri oleh tangan manusia. Manusia yang hidup dalam zaman kebodohan, bukan dalam arti intelektual, ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi yang lebih penting dari itu masyarakat yang bodoh dalam arti moral. Mereka menjadi orang yang berakhlak madzmumah (tercela) belum terhiasi dengan akhlakul karimah (mulia). Karena itu diutusnya Rasulullah SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Situasi seperti itulah Rasulullah diutus dengan risalah al kubro (misi yang besar) untuk mengeluarkan manusia dari alam kegelapan menuju alam yang terang- benderang.

Dari ayat diatas misi Rasulullah dijabarkan: pertama yatluu `alaihim ayaatihi (memabacakan ayat-ayat Allah) tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta ini. Kita telah menyaksikan betapa luar biasa ciptaan Allah di alam semesta ini. Maka tidak ada pilihan lain kecuali kita harus merenungkan itu semua sebagai tanda keagungan dan kekuasaan Allah dan kita tidak mungkin bisa memahaminya kalau kita tidak menguasai ilmu pengetahuan. Oleh karena itulah misi besar Rasulullah SAW, sesuangguhnya adalah sekaligus mendorong kita semua untuk menguasai sunnatullah, hukum-hukum alam ini supaya kita lebih mendalam menguasai ilmu pengetahuan, kemudian kita bisa merasakan keagungan dan kebesaran Allah SWT.

Kedua adalah wa yuzakkiihim, membersihkan masyarakat itu; masyarakat yang penuh dengan penyakit-penyakit sosial dan moral. Perbudakan yang penuh dengan kezhaliman, sistem perbudakan yang menjadikan manusia dieksploitasi oleh sebagian yang lain. Sistem riba yang menzhalimi orang-orang lemah dan menguntungkan masyarakat yang kuat ekonominya. Masyarakat yang menganut hukum rimba siapa yang kuat itulah yang akan menggilas orang yang lemah. Di masyarakat seperti itulah Rasulullah diutus. Dan mau tidak mau, kalau kita mengikuti sunnah Rasul, menjadikan beliau sebagai uswah hasanah, maka menjadi tugas kita untuk membangun masyarakat yang bermoral dan beradab. Masyarakat yang bersih, masyarakat yang bebas korupsi, manupulasi, kezhaliman, kebodohan dan ketidak-adilan. Karena itulah semangat maulid ini harus menggerakkan jiwa kita untuk berjuang membangun masyarakat yang bersih, adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah SWT.

etiga adalah wa yu`allimuhumul kitaab, mengajarkan kitab suci Al-Quran. Al-Quran adalah wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW untuk kita semua. Maka kalau kita ingin benar-benar meniru dan melanjutkan risalah Raulullah, maka kita harus menjadi orang-orang yang semakin akrab dengan Al-Quran. Bagi kita yang belum bisa membaca Al–Quran, maka lakukanlah apa yang bisa, walaupun kita belum mampu membaca dengan baik, dengan hukum-hukum tajwid, itu semua tidak menghalangi kita untuk melakukan shalat. Yang penting kita tidak berhenti dalam belajar membaca Al-Quran. Mungkin kita sudah bisa membaca, tetapi belum bisa menerjemahkannya, karena berbahasa Arab, maka kita bisa menggunakan terjemah Al-Quran yang ada. Tetapi jangan berhenti dengan membaca dari terjemahan, tetapi bagaimana kita bisa memahami langsung dai bahasa Arab itu. Kalau itu juga belum mampu, yang penting kita punya niat untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang Al-Quran Al-Karim. Tetapi sesunggunya yang jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana kita melaksanakan seluruh pedoman Al-Quran agar kita menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat.

Keempat adalah alhikmah, yaitu riasalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW berupa hikmah (wisdom) kearifan, karena kita sebagai muslim, diharuskan berjuang untuk menegakkan kalimah Allah; li i`laahikalimaatillah, dalam rangka menegakkan ridho Allah. tetapi dalam memperjuangkan ajaran Islam tidaklah cukup hanya berkeyakinan kebenaran Al-Quran, tidak cukup dengan hanya kita yakin bahwa yang kita perjuangkan adalah sebuah kebenaran, sekalipun itu adalah hal yang penting. Tetapi harus ada hikmah/kebijaksanaan, maka itulah mungkin yang disebut taktik dan strategi perjuangan. Tanpa taktik dan strategi perjuangan maka apa yang kita lakukan akan menjadi kontra produktif, tidak akan menghasilkan sesuatu yang kita inginkan. Sahabat Ali ra mengatakan al haqqu bilaa nizhoomin, yaghlibuhul baathil binnizhoomin; kebenaran yang kita perjuangkan, tanpa taktik dan strategi yang bagus, maka akan dikalahkan oleh kebatilan yang diperjuangkan dengan taktik dan strategi yang baik. Rasulullah SAW memberikan contoh, bagaimana berjuang menegakkan masyarakat qur’any, beliau mencurahkan seluruh tenaga, fikiran, waktu, seluruhnya untuk membangun umat baldatun thoyyibatun wa raobbun ghofuur. Maka itulah yang harus menjadi contoh kita, beliau menggambarkan pribadi yang seimbang, antara kebutuhan rohani dan jasmani, seimbang antara akal dan emosi, seimbang antara kasih sayang dan ketegasan, kegigihan dalam berjuang beliau adalah contoh dan teladan sepanjang masa. Kehidupan Rasulullah SAW yang membawa risalah yang besar (arrisalatul kubro), haruslah menjadi semangat kita semua yang hidup pada zaman ini kalau kita ingin meneladani kehidupannya.

Apa yang menggambarkan beliau sekarang ini sesungguhnya sangat tersedia dengan baik. Pertama riwayat Rasulullah SAW bisa diketahui melalui sirah nabawiyah, sejarah perjalanan Rasul yang telah ditulis sejak abad-abad pertama perkembangan Islam. Dijelaskan dari waktu-ke waktu, tahun ke tahun, proses perjuangan beliau dalam menegakkan agama Allah. Itu semua sudah tercantum dalam sirah nabawiyyah yang banyak ditulis oleh sejarawah dan bahkan sekarang ini menjadi bahan studi, yang sangat menarik bagi umat manusia. Tetapi tidak hanya tercantum dalam sirrah an-nabawiyyah, dalam al hadits an-nabawiyyah, yang telah diteliti, yang telah dikritik untuk memisahkan mana yang original, dan mana yang palsu, dan sekarang ini sudah ditulis secara sistimatik dan tematik dari bab satu ke bab yang lain dan itu menggambarkan aspek dari seluruh kehidupan Rasulullah yang menjadi pedoman kehidupan kita sebagai umatnya. Mudah-mudahan kita punya keasempatan yang luas untuk mempelajari itu semua, mempelajari sirah nabawiyyah dan al-hadits an-nabawiyyah, sehingga kita benar-benar meneladani Rasulullah SAW sehingga kita akan memperoleh janji yang diberikan Allah, bahwa barang siapa yang mencintai Rasul, dan meneladani akan menjadi orang yang berbahagia fiddunya wal akhirah. Amin !

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita