Khutbah Jum'at
 

KH Ali Maschan Moesa

Politik, Antara Norma Dan Realita

05-03-2012 | 15:39:53

Makna dasar politik adalah segala daya upaya orang untuk mewujudkan masyarakat yang baik. Namun saat ini para ahli membatasi makna politik dengan wujud upaya mencari kekuasaan dalam berbangsa dan bernegara (exercise of power). Oleh sebab itu, jika politik dimaknai mencari kekuasaan, maka terjadilah kondisi di mana tidak ada lawan dan kawan yang abadi. Yang abadi ya kepentingan dan kekuasaan itu sendiri. Untuk itu, yang melekat pada politik adalah terjadinya konflik. Sebabnya jumlah kekuasaan sedikit, sementara yang menginginkan banyak. Sehingga sering berbeda pendapat yang ujung-ujungnya berpangkal pada berbeda pendapatan. Sehingga konflik dalam politik tidak bisa dihindari, kecuali kalau bisa mengatur, dengan menyatukan pandangan bahwa perbedaan itu bisa dijadikan sebuah kekuatan bersama untuk membangun suatu bangsa. Sebagaimana perbedaan anggota tubuh manusia yang berfungsi sendiri-sendiri, namun bisa menciptakan suatu konfigurasi. Kalau berbicara konsep Islam, memang tidak hanya berbicara pada urusan dunia semata, tetapi segala urusan harus dikaitkan dengan masalah Akhirat. ( An Nisa’ : 59). Ulil amri ada yang menafsirkan hukumah (pemerintah). Ada juga yang menafsirkan gabungan antara eksekutif, legislative dan yudikatif (pemerintahan, DPR dan pengadilan). Jadi dalam hal ini kalau kita merujuk ayat di atas bahwa secara eksplisit Al-Qur’an juga bicara politik. Bagaimana sebuah pemerintahan, bagaimana menyelesaikan sebuah permasalahan, di mana Al-Qur’an memberi solusi setiap menghadapi permasalahan adalah dengan bermusyawarah. Banyak juga hadis yang menerangkan tentang kepemimpinan dlsb.

Ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, beliau sadar bahwa di kota ini, masyarakatnya majemuk, ada Yahudi, Nasrani, Majusi, dan sekitar 70% orang Madinah masih menyembah berhala. Juga terdiri bermacam-macam suku. Apa yang dilakukan Rasulullah SAW menghadapi kemajemukan itu? Beliau mengundang seluruh elemen masyarakat yang terdiri dari kepala suku dan tokoh agama untuk mengadakan perjanjian. Inilah yang dikenal dengan Perjanjian Madinah yang terdiri dari 47 pasal. Dalam perjanjian itu sebelum masuk pasal perpasal, di atasnya ditulis bismillahirrahmaanirahim dilanjutkan muqaddimah. Yang berbunyi : “Ini adalah perjanjian antara Muhammad SAW yang mewakili umat Islam, baik umat Islam Quraisy, maupun Madinah, bersama mereka yang bertemu hari ini, mengikuti perjanjian ini dan menandatangani, menyepakati, bahwa semuanya adalah satu bangsa”. Ini artinya, bahwa Rasulullah SAW memberi contoh kepada kita bahwa: Pertama, sebuah bangsa butuh wadah yang namanya Negara, dan apa yang dilakukan Rasulallah SAW adalah contoh bagaimana umat Islam berpolitik. Kedua, bahwa orang berbangsa menyatakan satu bangsa, walaupun tidak satu agama, tidak satu suku, dan tidak satu bahasa. Dari sinilah para ulama dan pakar politik menyatakan, bahwa Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 45 ini, diyakini sama dengan model yang dibangun oleh Rasulullah SAW di Madinah, maka mereka berani menyatakan bahwa bentuknya sudah final. Adapun isinya, dibangun bersama baik dari segi hukum, politik, hak-hak warga negara yang belum mendapat haknya dengan baik dlsb.

Dari perjanjian Madinah yang 47 pasal itu dapat kita simpulkan menjadi tiga. Pertama, bahwa sesama umat Islam itu saudara. Baik itu yang dari Muhajirin Makkah maupun Anshor Madinah. Yang dirumuskan dalam bentuk ukhuwah Islamiyah. Kedua, Walaupun lain agama dan suku, karena di tempat yang sama, tanah airnya sama, maka semuanya harus cinta Negara. Dalam pasal perjanjian Madinah disebutkan bahwa siapapun yang di Madinah apapun agama dan keyakinannya, dia harus bersama-sama melawan siapapun yang menyerang Madinah. Ketiga, mengatur masyarakat butuh wadah yang namanya negara, dan dalam pengelolaannya harus menggunakan akhlaqul karimah. Nilai- nilai moral harus diikuti. Makanya di dalam pasal tersebut juga dijelaskan bahwa siapa yang menyerang orang-orang non muslim, maka sama dengan menyerang saya (Rasulullah SAW), selama dia tidak menyerang dulu. Artinya bahwa Rasulullah SAW memberi suatu taushiyah tentang akhlak seorang muslim terhadap orang di luar muslim.

Dengan demikian hubungan politik dengan agama itu jelas, bahwa politik itu merupakan instrument atau alat untuk mencapai suatu tujuan bernegara yang baik, yang pada hakekatnya mencari ridha Allah (lillah). Sama halnya dengan pendidikan, ekonomi, budaya dlsb. Dalam setiap shalat kita diingatkan bahwa inna shalaatii wanusukii, wamahyaaya wa mamaatii lillahi robbil aalamiin. (shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah karena Allah ta’aala) maka, kalau terjadi pembalikan, yakni alat dijadikan tujuan dan tujuan dijadikan alat, ini akan menjadi problem.

Kita melihat fenomena sekarang bahwa kapitalisme yang dipegang negara-negara barat Amerika, Eropa tinggal menunggu kehancuran. Masing-masing negara Eropa sekarang sudah banyak hutang. Kapitalisme itu hanya hidup mulai perang dunia sampai sekarang saja. Dan sekarang yang ekonominya maju justeru yang tidak ikut kapitalis, yang sekarang sedang menyusun dunia baru, yang mereka menyebut dirinya BRICH (Brazilia, Rusia, India, China dan South of Africa). Ekonomi masing-masing negara ini maju dan tidak mengikuti kapitalisme. Memang jika suatu negara mengikuti kapitalisme, dan mulai bermewah-mewah, maka pertanda sudah mulai hancur. Jadi kalau ingin melihat kehancuran negara-negara Amerika dan Eropa yang menganut kapitalisme sebenarnya sama dengan kerajaan dahulu yang hancur yang pada umumnya mereka menempatkan ekonomi, politik menjadi tujuan. Ibnu Khaldun mengatakan kalau setiap orang jika kemewahan yang menjadi tujuan utamanya hancurlah bangsa itu. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai Bangunan-bangunan yang tinggi, 8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain, ( QS. AlFajr : 7-8 ).

Kota Iram di Syiria itu adalah kota yang maju luar biasa, bangunannya tinggi. Ahli tafsir menyebutkan bangunan yang tinggi di kota Iram itu adalah kira-kira 360 dhira’. Satu dhira’nya orang Indonesia 90 cm, kalau dhira’nya orang Arab bisa satu meter lebih. Apalagi orang-orang dulu, tentu lebih panjang. Nabi Ibrahim maqam (tempat pijakan)nya +9 meter dari Ka’bah. Artinya tangan Nabi Ibrahim kira-kira 9 meter, sehingga tinggi Nabi Ibrahim dua kali lipat lebih. Maka dari itu, ayat di atas menyebutkan lam yukhlaq mitsluhaa fil bilaad (yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain). Tetapi, setelah hebat seperti itu lanjutan yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,12. lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu. (Al Fajr : 11-12)

Ketika mulai makmur, mulai mewah mereka lalu membuat kerusakan dan lupa kepada Allah. Yang mestinya agama Allah menjadi tujuan, dan ekonomi, politik dll ini menjadi alat instrument, mereka balik. Maka yang terjadi adalah kerusakan di mana-mana, sehingga Allah menurunkan adzab. Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab. (al Fajr : 13) Mudah-mudahan negara kita bisa menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofuur. Amien,

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita