Khutbah Jum'at
 

KH Miftakhul Akhyar

Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa

13-03-2012 | 16:02:30

Islam mengikuti tarikh hijriyah yang dihitung sejak Nabi Muhammad SAW hijriyah dari Makah menuju Madinah pada tahun 622 Masehi. Perhitungan hari dan bulan Hijriyah didasarkan pada peredaran bulan tarikh hijrah yang mempunya 12 bulan. Namun di tengah-tengah masyarakat ada dua hal mengapa pada bulan pertama menurut kalender hijriyah ini dimulyakan, dan terjadi mitos di masyarakat. Pertama, karena bulan ini disandarkan kepada Allah SWT, atau disebut syahrullah (bulan Allah). Kedua, karena bulan ini termasuk salah satu dari keempat bulan yang terkemas dalam asyhurul hurum (bulan-bulan yang mulia). Dan keempat bulan yang mulia itu adalah Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharam dan Rajab. Bagi sebagian orang awam terutama orang Jawa hari atau bulan menjadi pertimbangan khusus untuk melakukan aktivitas. Padangan orang Islam mayoritas masyarakat Jawa terhadap bulan Suro, mengalahkan pandangan tentang bulan Muharram itu sendiri sebagai bulan yang dimulyakan. Mereka mendahulukan pemahaman perilaku-perilaku pada bulan Suro, bahkan ada yang berpendapat bahwa bulan Suro adalah bulan yang angker dan keramat. Sampai-sampai banyak orang yang tidak berani menyelenggarakan kegiatan hajatan pada bulan ini. Lebih tragis lagi, ada yang berkeyakinan bahwa hancurnya rumah tangga juga berawal dari penyelenggaraan pernikahan atau apapun pada bulan ini. Na’udhubillah min dzaalik. Jangan sampai ini menjadi keyakinan kita yang sedang menginginkan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Sebagai seorang yang beriman, selayaknya lebih mendahulukan Allah dan RasulNya daripada yang lainnya. Cukuplah berikhtiar sesuai petunjukNya, bertawakkal dan meyakini ketetapanNya. Memang ada suatu hadis yang menunjukkan : Aakhiru arbi’aa’ fi syahri yaumun nahishun mustamir. (Hari Rabu di setiap akhir bulan adalah hari naas dan terus-menerus). Naas yang dimaksud adalah bagi mereka yang meyakininya, bagi yang mempercayainya, tetapi bagi orang-orang yang beriman meyakini bahwa setiap waktu, hari, bulan, tahun, ada manfaat dan ada mafsadah, ada guna dan ada mamadharatnya. Hari bisa bermanfaat bagi seseorang, tetapi bisa juga naas bagi orang lain. Di setiap hari, bulan bahkan tahun ada yang merasakan manfaat, sebaliknya ada yang merasakan madharat. Artinya hadis ini jangan dianggap sebagai suatu pedoman, bahwa setiap hari Rabu akhir bulan adalah hari naas yang harus kita hindari, karena ternyata pada hari itu, ada yang beruntung, ada juga yang buntung. Tinggal kita berikhtiyar meyakini, bahwa semua itu adalah anugerah Allah SWT.

Anggapan masyarakat Jawa tentang bulan Suro adalah bulan tidak boleh melakukan hajatan, dan pada bulan sebelumnya yakni bulan Besar mereka rame-rame punya hajad, misalnya pernikahan, pindah rumah, sehingga hampir tiap hari di setiap desa minimal tiga sampai empat orang pengantin dalam setiap pekan. Belum lagi saudara, kolega, rekan kerja semua punya gawe bersamaan. Ini akan menyulitkan berbagai fihak.

Islam memberikan suatu penjelasan dan bangga dan membanggakan dengan bulan-bulan yang telah ditetapkan. Namun Islam juga memberi penjelasan terhadap kepercayaan yang keliru. Sehingga tidak salah dalam menghadapi waktu dan zaman. Kalau mereka menganggap bahwa bulan Suro adalah bulan yang penuh musibah, penuh bencana, kesialan, sekaligus bulan keramat, yang digunakan untuk ritual-rital tertentu, bahkan sampai mengadakan ruwatan, nanggap wayang semalam suntuk dlsb, yang bertujuan untuk terbebas dari yang mereka sebut sukerta, kekotoran dan malapetaka. Adapun umat Islam memandang bulan Muharam (Jawa : Suro), malah justeru bulan yang dimulyakan. Bahkan sebagai bulan awal penanggalan Islam, sedang pada bulan 10 nya, disunnahkan untuk berpuasa Asyura. Karena ada riwayat yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pada hari itu.

Bulan Muharram (Jawa : Suro) adalah merupakan salah satu dari 4 bulan yang dinamakan bulan haram, bulan di mana diharamkan untuk berperang, menganiaya diri dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang, seperti melanggar kehormatan dll. Allah berfirman dalam surah At Taubah : 36 yang maknanya : Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Bangsa Arab adalah bangsa yang hoby berperang, hampir setiap hari berperang, namun khusus 4 bulan yang mulia ini, mereka menghentikan pertikaian, mereka tahu bahwa 4 bulan itu adalah bulan yang mulia.

Rasulullah SAW bersabda : “Sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi, satu tahun ada 12 bulan di antaranya ada 4 bulan yang dimulyakan, yang disucikan, tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharam, satu bulan lagi adalah Rajab Mudhar, di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban”. HR Bukhori dan Muslim. Kenapa bulan-bulan itu disebut bulan yang dimulyakan? Syekh Qadi Abu Ya’la menyatakan : “Dinamakan bulan haram karena ada dua makna ; pertama, pada bulan tersebut diharamkan ada pembunuhan, peperangan. Orang-orang Jahiliyah pun menyakini demikian. Kedua, pada bulan tersebut, merupakan larangan untuk berbuat haram lebih ditekankan dari pada bulan-bulan yang lainnya, karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada bulan-bulan tersebut sangat baik untuk melakukan amalan-amalan ketaatan.

Jadi bagi muslimin khususnya yang berada di Jawa tidak ada halanganya untuk melakukan hajatan, misalnya pernikahan pada bulan Suro. Namun semua harus mengutamakan ketentuan-ketentuan syariat Islam daripada tradisi-tradisi yang bisa menyesatkan aqidah kita. Dengan berserah diri penuh tawakkal kepada Allah SWT.

Di samping itu bulan Muharram (Jawa : Suro) juga merupakan awal dari bulan hijriyah. Bulan ini pula merupakan titik tolak kemenangan Islam. Berkembangnya Islam bertitik tolak dari bulan Muharram (Jawa:Suro) ini, karena pada bulan ini Rasulullah SAW memulai niat berhijrah, walaupun sampai di kota Madinah sudah masuk bulan Rabiul Awal. Dengan demikian bulan Muharram (Jawa : Suro) mempunyai nilai-nilai yang strategis, nilai-nilai kebangkitan Islam, nilai-nilai yang seharusnya kita memperbanyak amal, nilai-nilai optimisme, bukan pesimisme seperti yang terjadi sekarang ini. Silakan anda semua melakukan hajatan apa saja yang baik pada bulan Muharram (Jawa:Suro), baik itu pernikahan, pindah rumah, dll, dengan niatan mengharap keutamaan dan kemulyaan di bulan Muharram (Jawa : Suro) itu, sebagaimana Rasulullah SAW memulai hijrah juga pada bulan itu. Semoga ini menghindarkan kesesatan yang kemungkinan terjadi pada diri kita semua. Dan akhirnya kita bisa menjadi orang-orang muttaqin, yang bersih dari tradisi khurafat yang banyak terjadi di masyarakat dewasa ini.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita