Khutbah Jum'at
 

Dr Muhammad Thohir, Sp.Kj

Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya

10-04-2012 | 16:13:49

Banyak yang mengira bahwa penyakit jiwa adalah bagian dari penyakit hati. Ada juga yang mengira bahwa penyakit hati itu adalah penyakit jiwa. Padahal sesungguhnya keduanya tidak sama. Karena berbeda jalur dan wilayahnya masing-masing. Kalau penyakit jiwa pada umumnya disebabkan oleh stressor-stressor lingkungan yang tak teratasi. Atau oleh satu gangguan keseimbangan neurotransmiter di pusat-pusat otak, atau secara genetic, atau karena daya adaptasi yang rendah. Tetapi penyakit hati tidak disebabkan oleh itu semua. Penyakit hati disebabkan oleh lemahnya iman seseorang. Kemunafikan, kemusyrikan bahkan puncaknya adalah kekafiran. Sehingga kalau penyakit jiwa bisa dideteksi melalui penelitian-penelitian sampai ke tingkat microanatomi maupun biokimiawi, tetapi penyakit hati tidak dapat dideteksi secara anatomis, maupun biokimiawi. Dan kalau penyakit jiwa sebagai bagian dari penyakit yang dampaknya di akhirat seperti penyakit yang lain, yakni diampuni dosa-dosanya sesuai berat ringannya penyakit, bahkan ditingkatkannya derajat di sisi Allah. Karena satu penyakit seperti ditusuk duri pun bisa menjadi sebab diampuninya dosa, atau ditingkatnya derajat di sisi Allah SWT, apalagi tertusuk jiwanya. Maka, orang-orang yang sakit jiwa, di hadapan Allah kelak. Sedangkan penyakit hati karena lemahnya iman, maka di akhirat nanti harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. (QS Al Zalzalah : 7-8, Al Qaari’ah 6-9).

Sehingga obat penyakit jiwa adalah psikoteraphy atau obat-obat penenangan, noeroleptic atau teraphy kerja. Sedangkan penyakit hati obatnya adalah Al-Qur’anul Kariim, dzikrullah (selalu ingat kepada Allah), bertaqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah), mauidhah hasanah (nasehat-nasehat kebajikan), dan ilmu. Ini semua adalah obat-obat penguat hati. Karena itu, jika kita ingin mengobati, maka harus bisa membedakan antara penyakit jiwa dengan penyakit hati, karena tidak sama jalur dan wilayahnya.

Baiklah, saya akan membahas sebagian saja dari penyakti hati yang memang banyak jenisnya.

Pertama, penyakit yang sering mengganggu adalah takabbur (sombong, tinggi hati). Penyakit ini sangat tinggi tingkatannya, karena penyakit ini merupakan titisan sifatnya iblis. (QS Ashaad : 74, Al Baqarah : 34). Adapun penawarnya adalah menuntut ilmu. Karena orang yang sombong itu terkadang karena ilmunya masih mentah, atau masih setengah matang. Dan sadar akan dirinya sendiri, siapa hakekat dirinya. Bahwa diri ini di antara alam semesta ini tidak ada apa-apanya. Keberadaan diri ini di bumi ini saja sudah terlalu kecil, bahkan bumipun kalau dibandingkan dengan matahari terlihat kecil, matahari dibanding galaksi, terlihat lebih kecil. Sehingga diri ini harus sadar, bahwa di jagad raya ini, diri ini tak lebih dari sebutir debu. Bumi ibarat sebutir pasir, matahari hanya sebutir kerikil dst. Maka diri ini sangat tidak layak kalau dalam diri yang sekecil ini merasa sombong, tinggi hati.

Kedua, dendam. Tidak pernah memberi maaf kepada orang lain. Kesalahan orang lain ditumbuhkembangkan dalam diri, sehingga hatinya sendiri dijadikan sebagai keranjang sampah. Di dalam interaksi dengan sesama manusia, pasti akan menemui sesuatu yang tidak sesuai dengan hati kita, karena tidak mungkin dalam hidup ini terdapat kesempurnaan. Kalau hati ini ditata untuk menerima kesalahan orang lain maka selanjutnya tentu akan bisa memaafkan. Sehingga jika kita ingin menghilangkan rasa dendam, maka kita harus mendalami dan mengamalkan makna taqwa. Karena bagian dari taqwa adalah wal ‘aafiina ‘anin naas (memaafkan dengan sesama manusia).

Ketiga, riya’. Berbuat sesuatu bukan mencari ridha Allah, tetapi mencari pujian dan sanjungan dari orang lain. Riya’ adalah termasuk syirik walaupun dalam kategori ringan. Penawarnya adalah pendalaman atas ibadah. Bagaimana bisa menjalani ihsan, yakni : “Menyembah Allah seakan-akan Dia melihatmu, jika tidak bisa maka seakan-akan Dia melihatmu”. Kita jalani kehidupan ini, sikap dan perilaku kita seluruhnya diniatkan sebagai ibadah kepada Allah SWT. Jika seluruh perilaku, sikap, tindakan kita diniatkan mencari ridha Allah SWT, maka yang muncul adalah sikap ikhlas.

Keempat, egois. Semua untuk dirinya. Mengambil sesuatu yang bukan haknya. Termasuk di dalamnya adalah koruptor, yang mengambil uang rakyat untuk kepentingan dirinya sendiri. Penyakit yang menjangkit terhadap para pejabat, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Mereka mencari enak untuk dirinya sendiri walaupun dengan cara yang tidak benar. Penyakit ini di samping merupakan penyakit hati, juga termasuk penyakit jiwa. Penawarnya adalah latihan untuk membiasakan berbuat sesuatu yang sehat. Yakni membiasakan untuk selalu memberi dan berbagi. Dan membiasakan untuk selalu mengasah kepedulian sosial. Karena pada hakekatnya, nikmat Allah yang diberikan kepada seseorang adalah tidak untuk dinikmati sendiri, tetapi diwajibkan untuk berbagi.

Kelima, merasa pandai. Orang seperti ini akan cenderung meremehkan orang lain. Tidak mau mendengar, tidak mau belajar, dan tidak mau membaca. Tidak mau menerima kebenaran yang berasal dari luar yang sudah terlebih dahulu difahaminya. Ibarat katak dalam tempurung. Orang pandai atau tidak, bukan diukur dari ijazah, tidak diukur dari pangkat, atau jabatan apapun. Layazaalu aliiman maa thalabul ilm, wa idza dhanna annau aliiman faqad jahilan (Siapa saja yang terus belajar, itulah orang yang pandai dan jika mengira bahwa dia pandai, maka sesungguhnya dia masih bodoh).

Keenam, dengki dan iri hati. Tidak terima atas nikmat yang diterima orang lain. Penyakit ini dimulai dari generasi manusia kedua, yakni Qabil terhadap Habil. Padahal saat itu dia hidup yang bersih, tidak ada polusi moral seperti yang terjadi era sekarang. Sehingga sifat ini tidak karena pengaruh lingkungan, tetapi karena letupan hawa nafsunya sendiri. Penawarnya adalah melatih untuk bisa menerima diri kita sendiri. Banyak orang yang tidak menerima dirinya sendiri. Maka, kita harus selalu member motivasi kepada diri sendiri, untuk bekerja dan berjuang lebih keras, istiqamah, disiplin dan ikhlas. Apa yang dicapai oleh orang lain, merupakan instrospeksi terhadap diri sendiri.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita