Khutbah Jum'at
 

Prof DR H M Ali Aziz, M.Ag

Kepemimpinan Rabbani

14-05-2012 | 09:48:40

Suatu ketika, datanglah Malaikat Jibril a.s kepada Nabi SAW dan berkata, ”Salam untukmu, wahai Rasulullah. Ini adalah terakhir kalinya aku turun ke bumi. Wahyu telah berhenti dan dunia telah dilipat. Aku tidak punya keperluan di dunia selain menemui engkau.” Nabi SAW menjawab salam Jibril a.s, lalu bertanya, ”Siapa yang mengurusi umatku sesudah aku mati?” Maka Allah SWT mewahyukan kepada Jibril, ”Beritakan kepada kekasihku bahwa Aku tidak menelantarkan umatnya. Beritahukan pula, ia adalah orang yang paling awal keluar dari bumi pada hari kebangkitan, sekaligus pemimpin mereka yang dibangkitkan itu. Katakan padanya, siapapun tidak diijinkan memasuki surga sebelum dimasuki umatnya”. Nabi SAW berkata,”Sekarang hatiku menjadi senang”. Setelah itu, beliau menggosok gigi dengan siwak, mengucapkan La ilaha illallah, lalu berdoa, ”(Jadikan aku) bersama dengan orang-orang yang Engkau beri nikmat, para nabi, para shiddiqin, para syuhada’ dan orang-orang yang shaleh (QS. An Nisa’: 69). Wahai Allah ampunilah aku, rahmatilah aku dan pertemukan aku dengan ”Ar-Rafiqul A’laa, Ar-Rafiqul A’laa” Rasulullah SAW benar-benar pemimpin sejati. Sepanjang hidupnya, yang ia fikirkan hanya satu yaitu keadaan umatnya. Nabi SAW menyintai umatnya bagaikan cinta seorang ibu kepada anaknya atau kasih seorang kakak kepada adiknya. Sampai detik terakhir hayatnya, baliau tiada henti memikirkan orang-orang yang dipimpinnya. Beliau baru tenang dan ikhlas meninggalkan umatnya setelah ada jaminan atas keselamatan mereka.

Penggalan kisah pendek ini disampaikan untuk menyindir siapapun pemimpin di negeri ini yang menomor-duakan rakyat dan menomor-satukan diri, keluarga, kelompok dan partainya. Waktu yang semestinya untuk mengurus rakyat terpecah untuk mengurus partai. Lebih-lebih untuk partai yang sedang bermasalah. Energi pemimpin bahkan telah habis untuk menyelesiakan permasalahan partai, dan energi untuk rakyat tinggal sisanya belaka.

Tidak sedikit pemimpin yang menguras energi untuk mengumpulkan dana dan dukungan demi pemenangannya untuk jabatan tertentu, bukan sibuk untuk menyusun program. Setelah berhasil menjadi penguasa, ia membayar hutang budi dengan membagi-bagi kue kekuasaan kepada tim sukses, lalu kerja keras mengembalikan modal yang digunakan untuk pemenangannya, dan menjelang berakhirnya masa jabatan, energi terkuras lagi untuk persiapan pemilihan berikutnya. Masih adakah sisa energi dan waktu untuk memikirkan rakyat?

Kisah berikutnya, adalah kisah Umar bin Khattab r.a. Sebagai kepala Negara, Umar r.a pernah bertindak cepat dan tegas: memberhentikan kepala daerah Khams Syria yang terbukti melakukan penyelewengan. Setelah memohon petunjuk Allah, maka dipilihlah Said bin Amir untuk memimpin daerah yang terkenal kemajuan ekonominya itu. Kota yang dijuluki Kufah kedua ini juga terkenal dengan temperamen penduduknya yang keras.

Mendapat kepercayaan sebagai kepala daerah, Said bin Amir tidak bersujud syukur seperti banyak dilakukan orang Indonesia sekarang. Ia justru menolak dengan halus, ”Tuan Kepala Negara yang mulia, saya berterima kasih atas kepercayaan tuan. Tapi, mohon saya tidak diberi posisi penuh fitnah ini!”. Umar menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan melepaskan saudara. Tegakah saudara, memberikan amanat kepemimpinan di pundakku, lalu engkau tinggalkan aku sebatangkara?”. Karena terus didesak, akhirnya Said menerima jabatan itu.

Belum lama menjabat, Said mulai mendapat ujian, bukan dari luar, tapi dari dalam keluarganya sendiri. Istrinya menuntut rumah, perabot dan fasilitas yang serba mewah. Said menolak keinginan istri itu dengan tegas. ”Wahai isteriku, mohon maaf, saya sudah berjanji. Apapun yang saya peroleh selama saya menjabat, saya sedekahkan kepada fakir miskin.” Sang isteri terkujut dan menangis penuh kekecewaan.

Ketika bersedih melihat sikap istri, Said mengarahkan pandangannya ke langit. Kemudian dia berkata, ”Wahai istriku, saya melihat di langit sana beberapa temanku yang telah wafat sebagai syuhada sedang bercengkerama dengan para bidadari yang amat cantik. Saya lebih suka memilih para bidadari itu daripada engkau.” Dengan berjalannya waktu, Said bersyukur, bahwa sang istri pelan-pelan bisa menyesuaikan pola hidup yang diinginkan.

Setelah mendapat laporan yang miring dari penduduk Kota Khams tentang kepimpinan Said bin Amir, Umar melakukan kunjungan mendadak ke Khams untuk mendengar secara langsung keluhan penduduk. Inilah keluhan-keluhan mereka yang dicatat oleh Umar. ”Kami menolak kepemimpinan Said karena empat alasan. Pertama, ia sering terlambat datang ke kantor. Kedua, setiap bulan selalu ada satu atau dua hari ia tidak masuk kantor. Ketiga, seringkali menolak kedatangan kami di malam hari. Keempat, dan ini paling prinsip, dia sering pingsan ketika sedang melaksanakan tugas.

Umar hanya diam. Lalu, dalam forum terbuka itu, Umar mempersilakan Said untuk klarifikasi. Inilah rekaman penjelasannya. “Saudara-saudara, saya sebenarnya tidak ingin membuka hal ini di hadapan saudara-saudara. Biarlah, apa yang saya alami cukup saya dan Allah yang mengetahuinya. Tapi, apa boleh buat. Karena saudara-saudara memintanya, maka secara terpaksa saya akan menjelaskan satu persatu keluhan saudara-saudara.”

”Pertama, benar saya sering terlambat sedikit ke kantor. Ketahuilah, saya tidak memiliki pembantu, sehingga mengaduk roti sendiri. Setelah shalat dluha, saya segera berangkat ke kantor. Kedua, benar saya absen ke kantor dua kali sebulan. Saya hanya memiliki baju yang menempel di badan. Saya perlu hari-hari tertentu setiap bulan untuk mencuci, mengeringkan dan kemudian saya pakai kembali. Ketiga, juga benar bahwa saya hanya menemui saudara-saudara di siang hari. Ketahuilah, siang hari saya maksimalkan mengurus rakyat dan malam hari saya khususkan untuk bersujud kepada Allah. Keempat, tidak salah, bahwa saya sering pingsan sewaktu melaksanakan tugas. Perlu saudara-saudara ketahui, saya memiliki pengalaman pahit, yang tidak akan pernah bisa terhapus dari memori saya.

Sebelum masuk Islam, saya melihat secara langsung seorang sahabat Nabi SAW, Hubaib Al Anshari disiksa secara keji oleh orang kafir, dan saya hanya diam saja. Sambil bersiap melakukan penyiksaan, orang-orang kafir berkata kasar kepada Hubaib, ”Bagaimana, jika kamu saya lepas dan diganti nabimu, Muhammad?” Hubaib menjawab, ”Aku tidak akan rela nabiku disiksa walaupun hanya dengan tusukan duri sekalipun”. Dengan sadis, mereka mencincang-cincang tubuh Hubaib dan saya hanya berpangku tangan. Saya takut kelak ditanya Allah mengapa saya diam dan tidak melakukan pembelaan sedikitpun. Setiap kali saya mengingat kejadian itu, saya lemas dan langsung pingsan.”

Umar bin Khattab tidak bisa menahan haru. Ia memeluk erat dan mencium kening Said bin Amir. Umar berkata, ”Saya bangga dan bersyukur, saya tidak salah memilihnya sebagai seorang pemimpin.” Umar bin Khattab memberi pelajaran: angkatlah pemimpin untuk semua jabatan secara profesional, bukan berdasar hubungan keluarga, setoran uang, politik dagang sapi, atau pertimbangan-pertimbangan non-profesional lainnya. Ke depankan pertimbangan kecerdasan, kecekatan, ketulusan dan kejujuran. Untuk apa memilih orang cerdas, kalau ternyata terhadap uang negara dia tukang kuras. Apa untungnya memilih orang dengan massa besar jika hanya bermulut besar. Tidak perlu harus bergelar doktor kalau ternyata ia adalah koruptor. Jangan menunjuk orang yang tidak berakhlakul karimah, sekalipun setiap bulan umrah ke Makkah dan Madinah.

Kisah Said bin Amir ini disampaikan kembali untuk menyindir para pemimpin yang tidak malu bernikmat ria di atas kendaraan bermilyar rupiah di depan rakyatnya yang kekurangan gizi dan tinggal di tengah onggokan sampah. Lebih mengerikan lagi adanya pemimpin yang tidak berprestasi, kecuali membuat video porno pribadi.

Kita berharap semua pemimpin kita – termasuk kita juga - menjadi pemimpin Rabbani: berilmu, bertakwa dan benar-benar fokus mengurus kesejahteraan dan keselamatan orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya, pemimpin yang hidup sederhana, bersih dari sumber penghasilan yang tidak halal, serta pemimpin yang menghabiskan siang hari untuk pengabdian kepada umat, dan malam hari untuk ibadat dan bertaubat.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita