Khutbah Jum'at
 

Syekh DR Mus’id bin Musa’id AlHusaini, MA
(Do

Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat

09-07-2012 | 13:38:07

Allah SWT telah menganugerahkan nikmat yang banyak kepada kita semua, hingga tidak dapat menghitungnya. Di antara nikmat itu, adalah nikmat hidayah, yakni mengikuti petunjuk Allah SWT. Dan nikmat itu adalah Islam, yang dengannya Allah mengutus RasulNya yang termulia. Allah menurunkan kitabNya yang terbaik. Allah menjadikan Islam sebagai agama yang diridhoiNya di muka bumi ini. Rasulullah SAW telah menyampaikan risalah Allah SWT dengan sempurna. (Q S An Nisa’ :113) yang maknanya : Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. dan (juga karena) Allah telah menurunkan kitab dan Hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.

Allah SWT menyebutkan tentang nikmat yang besar ini pada manusia, yakni kepada orang-orang beriman. Tatkala Dia mengutus kepada mereka seorang Rasul yang menyampaikan ayat-ayat Allah, mengajarkan kitab dan hikmah, membersihkan dan mensucikan jiwa-jiwa mereka.

Islam adalah agama yang lurus yang diridhoi Allah SWT. Yang dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasullah SAW itu, Allah menunjuki manusia menuju jalan yang lurus. Orang yang mengikutinya dengan istiqamah, maka dia akan menemukan kebahagiaan. Karena dengan mengikutinya, dia akan menemukan ketenangan hati, istiqamah dalam berbagai perbuatan, dan bisa memperbaiki berbagai situasi dan kondisi. Maka dengan agama Allah ini, dan dengan jalanNya yang lurus ini, Allah menurunkan Wahyu Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW sebagai petunjuk menuju jalan yang lurus tersebut.

Kemudian di antara nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kita adalah dengan disempurnakan agama Islam ini. Dan kesempurnaan agama itu disebutkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’anul kariim. (Q.S Al Maidah : 03). Yang maknanya :……….pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu…..

Allah menjelaskan tentang agama tersebut dalam Al-Qur’an dan begitu pula Rasulullah SAW telah menjelaskan tentang jalan yang lurus itu, melalui hadis-hadisnya. Di antaranya adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Mas’ud Radhiyallahu’anhu. bahwa Rasulullah SAW pernah suatu ketika beliau membuat suatu garis lurus, kemudian beliau mengatakan bahwa ini adalah jalan menuju Allah yang lurus. Kemudian beliau membuat garis-garis yang lain di sisi garis yang lurus tersebut, kemudian beliau bersabda bahwa ini adalah jalan yang banyak, dan pada setiap jalan ada syetan yang mengajak manusia menuju jalan-jalan itu. Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman Allah SWT surah Al An’am : 153. Yang maknanya : dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan, karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.

Seorang muslim seharusnya mengenal dan mengetahui jalan yang lurus itu. Dan jalan yang lurus itu adalah Islam yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dengan wahyu Allah Al-Qur’anul Kariim, dan Sunnah Rasulullah SAW. Kebutuhan seorang hamba terhadap ilmu untuk mengetahui jalan yang lurus itu, lebih dari kebutuhan seorang hamba terhadap makan dan minum. Allah SWT telah menjelaskan tentang jalan tersebut di dalam surah Al Fatihah, yakni surah yang terbesar, yang diturunkan kepada Rasulullah SAW,dan tidak pernah diturunkan dalam Taurat dan Injil, yaitu pada ayat 7 yang maknanya : yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Jalan itu adalah jalan yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Yang merupakan suatu kewajiban bagi seorang hamba untuk mempelajarinya. Maka dari itu Rasulullah SAW telah bersabda : Tholabul ilmi fariidhotun alaa muslim (bahwa menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim. Maka merupakan kewajiban bagi kita untuk mempelajari ilmu yang dengan ilmu itu, dia bisa memperbaiki aqidahnya, dan dengan ilmu itu dia bisa memperbaiki ibadahnya. Dan inilah jalan yang dipanggil oleh Allah SWT kepadanya.

Ciri dari jalan tersebut adalah dengan cara menuntut ilmu yang benar dan melakukan amal yang sholih, amal yang dibangun di atas ilmu, amal yang dibangun di atas dalil, sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Sebagai muslim, hendaknya kita melaksanakan kewajiban kita kepada Allah SWT, yang dalam menempuh jalan tersebut kita memberikan hak Allah yaitu dengan mentauhidkan Allah SWT, dan kita melaksanakan hak, atau memberikan hak nabiNya, dengan beriman dan mengikuti jalan beliau.

Jalan yang lurus yang telah diajarkan oleh Allah melalui RasulNya, yakni dengan beriIslam yang benar. Di antara keistimewaan jalan yang benar itu adalah jalan yang tetap, jalan yang tidak bengkok, jalan yang lurus di atas tuntunan Allah SWT dan RasuluNya. Kemudian jalan ini menunjuki manusia dan orang-orang yang menempuhnya, kepada tujuannya, yakni menuju kepada Allah SWT, untuk mendapatkan cinta Allah dan keridhoanNya.

Jalan ini adalah jalan yang dekat, tidak jauh. Apabila seorang menempuhnya maka dia akan bertemu dengan apa yang dicita-citakan, yakni bertemu dengan Allah dengan keridhoanNya. Dan jalan tersebut adalah jalan yang luas, yang menampung siapa saja yang mengikutinya, maka hendaknya kita tetap tegar di atas jalan yang lurus ini. Karena Allah telah menjanjikan di akhirat yakni (Ash Shiraath (jalan) yang akan ditempuh oleh manusia. Dan Allah meletakkan jalan tersebut di atas neraka Jahannam. Yang mana di atas shirath (jalan) itu, ada orang yang menyeberangnya dengan begitu cepat, ibarat kilat. Ada pula yang menyeberangnya dengan cepat, ibarat angin yang kencang. Ada pula orang yang menyebrang di jalan tersebut secepat kuda yang lari dengan kencang. Ada pula yang menyeberangnya dengan berjalan, adapula yang dengan berlari dan seterusnya. Dan adapula di antara manusia yang mereka akan disambar, kemudian dilemparkan ke dalam neraka, sewaktu melewati jalan tersebut.

Sebagaimana di dunia ini Allah telah menetapkan shiratul mustaqiim, (jalan yang lurus) yakni Al-Qur’an dan As Sunnah, mengikuti Allah dan RasulNya. Namun di sana banyak tantangan-tantangan, di sana ada hal-hal yang bisa menyesatkan manusia dari jalan yang lurus tersebut, ada hal yang sangat berbahaya. Hal-hal yang menyesatkan tersebut adalah syahwat, yang menyimpangkan manusia dari jalan yang lurus, dan subhaat , hal-hal yang rancu, sesuatu hal yang menjadikan dia ragu terhadap agamanya. Sebab apabila seorang yang ada di dunia ini mampu untuk melindungi dirinya dari ajakan syahwaat dan subhaat, dan dia istiqamah di atas jalan yang lurus, dengan mengikuti tuntunan Allah dan RasulNya, maka Insyaallah di akhirat kelak, dia akan menempuh jalan yang lurus itu di atas neraka Jahannam dengan cepat, dan dia selamat dari adzab Allah SWT.

Semoga kita semua mendapat hidayah Allah SWT untuk tetap (istiqamah) berjalan di jalan yang lurus, sampai akhir hayat, sehingga kita akan selamat di dunia dan selamat di akhirat. Amin.

Khutbah sebelumnya :

  • Menjadi Umat yang Terbaik
  • Urgensi Pemurnian Aqidah Dalam Membangun Bangsa
  • Kejujuran Kunci Kesuksesan
  • Menjadi Umat Nabi Muhammad yang Hakiki
  • KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, PILAR NEGARA RI
  • Menyelesaikan Perbedaan
  • Mengukur Kadar Keimanan
  • KH Agoes Ali Masyhuri
  • Ukhuwah Demi Muruu’ah (Martabat)
  • Kecerdasan Spiritual
  • Hijrah, Momentum Mempererat Persaudaraan
  • Refleksi 51 Tahun Pemberontakan G-30-S/PKI
  • Urgensi Tauhid dalam Mengangkat Derajat & Martabat Muslimin
  • Kecintaan Sesama, Bukti Cinta Kepada Allah
  • Syukur dan Bahagia
  • Singa dalam Senyap
  • Berteknologi Tanpa Iman
  • Hakekat Pahlawan
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
  • Menggapai Bahagia, Hubungkan Bumi dengan Langit
  • Kehidupan Dunia Sementara
  • Takabbur dan Tawadhu’
  • Pasar dalam Islam
  • Memberi Tanpa Menyakiti
  • Ramadhan, Bulan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Hakikat Ibadah
  • Meraih Derajat Muttaqiin
  • Merindukan Ramadhan
  • Jihad Akbar Bukan Sembarang Jihad
  • Merajut Ukhuwah Islamiyah
  • Debu Takwa Pembebas Derita
  • Isra’ Mi’raj Momentum Evaluasi Shalat
  • Keutamaan Shadaqah
  • Ikhtiar, Do’a dan Tawakkal
  • Qanaah Bukti Keimanan Seseorang Kepada Allah
  • Mengemban Amanat Agama
  • Ujian, Bukti Cinta Allah kepada Hambanya
  • Menuju Kecintaan Kepada Allah Swt
  • Masa dan Manusia
  • Segera Bertaubat sebelum Terlambat
  • Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Memaafkan dan Mendamaikan
  • Mengungkap Hikmah Shabar
  • Membangun Bangsa dengan Imtaq dan Iptek
  • Meningkatkan Iman Dan Taqwa di Tahun 2016
  • Fadhilah Membahagiakan Orang Lain
  • Bukti Cinta Rasulullah Kepada Umatnya
  • Strategi Umat Islam Menghadapi Tantangan Global
  • Lemah Lembut dan Murah Hati
  • Keserasian Aqidah, Syariah dan Akhlak
  • Dzikirnya Orang yang Cerdik Cendikia
  • Budi Pekerti yang Luhur
  • Persatuan, Modal Kesuksesan Bangsa
  • Pentingnya Belajar dari Sejarah
  • Mewaspadai Golongan Ekstrim
  • Menemukan “Ibrahim” Era Baru
  • Amalan Subtansional
  • Bermuamalah dengan Non Muslim
  • Merdeka dalam Perspektif Islam
  • Mempertahankan Persaudaraan dalam Bingkai Iman
  • Petunjuk Allah dalam Menghadapi Cobaan Hidup
  • Amalan Penting Pasca Ramadhan
  • Wakaf dan Kesejahteraan Umat
  • Jiwa Yang Fitrah, Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat
  • 5 Wasiat Menuju Pribadi Unggul
  • Syawwal, Bulan Peningkatan
  • Puasa, Makna dan Filosofinya
  • Berbenah Diri Menyambut Bulan Suci
  • Konsep Beragama dalam Bingkai Nkri
  • Pedoman Pergaulan dalam Rumah Tangga
  • Makna Shalat, Historis dan Filosofis
  • Essensi Shalat dalam Kehidupan
  • Penghargaan untuk Merubah Masa Depan
  • Beri Upah Pekerja, Sebelum Keringat Menetes
  • Keseimbangan Materi dan Nurani
  • Orang-Orang yang Jauh dari Hidayah Allah
  • Ayat-ayat Allah di Alam Semesta
  • Islam Kaafah dalam Berbangsa dan Bernegara
  • Muslim yang Ikhlas
  • Ancaman Orang yang Mengabaikan Zakat
  • Dampak Kesehatan Jiwa Terhadap Kesehatan Jasmani
  • Urgensi Musyawarah dalam Setiap Urusan
  • Pedoman Memilih Pemimpin Menurut Pandangan Islam
  • Keluhuran Akhlak Jaminan Kejayaan Bangsa
  • Empat Pilar Akhlaq Mulia
  • Jihad Melawan Hawa Nafsu
  • Sifat Orang Kafir
  • Berhati-Hati dengan Tipudaya Dunia
  • Unjuk Rasa dalam Islam
  • Refleksi di Tahun Baru
  • Mengenal Hadis-Hadis Israiliyaat
  • Fleksibelitas dalam Hukum Islam
  • Teladan Rasulullah dalam Intrepreneurship
  • Mewujudkan Islam Kaaffah (Menyeluruh)
  • Membangun Masyarakat Bermartabat, Mewujudkan Negara Damai Sejahtera
  • Hidup Mulia dengan Islam
  • Haji dan Perbaikan Moral Umat
  • Urgensi Bersahabat dengan Orang yang Shalih
  • Menyongsong Era Baru Kepemimpinan Nasional
  • Ekonomi Islam dan Konvensional
  • Menegakkan dan Memelihara Keutamaan Islam
  • Memupuk Jiwa Berkurban
  • Dunia Adalah Ladang Akhirat
  • Kemerdekaan yang Hakiki
  • Urgensi Mengajak Kepada Kebaikan
  • Manusia Adalah Makhluk Fitri
  • Dusta Merupakan Sumber Malapetaka
  • Mempersiapkan Diri Menghadapi Bulan Suci
  • Menjaga Diri Dengan Yang Halal
  • Menimba Hikmah Kisah Nabi Isa a.s.
  • Akibat Orang Yang Menukar Ayat-Ayat Allah
  • Manajemen Dakwah Efektif Aplikatif
  • Kedekatan Manusia di Sisi Allah Swt
  • Membangun Karakter Asmaul Husna
  • Keutamaan Jihad Dengan Harta
  • Keteladanan Rasulullah Saw
  • Kearifan Lokal Dalam Perspektif Islam
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Peran Ulama’ Dalam Kehidupan Bernegara
  • Islam Agama Universal
  • Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an
  • Tugas Rasul Penyempurna Akhlak Manusia
  • Meneladani Figur Rosulullah SAW
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Petunjuk Rasulullah Tentang Alam Kubur
  • Islam Dan Terjaganya Perilaku
  • Membentuk Muslim Unggul
  • Ilmu Waris, Bagian Dari Agama dan Setengah Dari Ilmu
  • Menggapai Derajat Dengan Ilmu Pengetahuan
  • Upaya Mewujudkan Khoira Ummat (Umat Tebaik)
  • Amalan-Amalan Dalam Rangka Mengisi Tahun Baru Hijriyah
  • Syukur Menjadi Bangsa Indonesia
  • Spirit Tahun Baru Hijriyah
  • Indikator Haji yang Mabrur
  • Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Peradaban Masa Kini
  • Problematika Umat
  • Seputar Ibadah Haji dan Umrah
  • Kemiskinan dalam Pandangan Islam
  • Muslim Selektif Produktif
  • Syahadat, Makna dan Konsekuensinya
  • Menata Hidup dan Kehidupan Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mempertahankan Kualitas Ibadah
  • Tasamuh, Ta’awun dan Tadlomun
  • Sillaturrahim Dalam Lebaran
  • Kewajiban Dakwah Dalam Berbagai Situasi dan Kondisi
  • Keluh Kesah Manusia Dalam Hidup
  • Amalan-Amalan Penguat Iman
  • Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
  • Antara Hak dan Tanggung Jawab
  • Meyakini Kebenaran Ayat-Ayat Al Qur’an
  • Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka
  • Nilai Kehidupan
  • Konsep Islam Mengikis Korupsi
  • Shalat Kematian
  • Mempertanyakan Ukhuwah Kita
  • Tiga Faktor Utama Kebahagiaan
  • Menyelaraskan Perkataan Dengan Perbuatan
  • Mengenal Penyakit Hati
  • Pentingnya Menuntut Ilmu dan Kewajiban Mengamalkannya
  • Lezatnya Iman
  • Prinsip-Prinsip Universal Toleransi Antar Umat Beragama
  • Islam, Ya'luu Walaa Yu'laa 'Alaih
  • Islam, dan Ajaran Jihad
  • Kisah Teladan Sahabat Nabi Muhammad Saw
  • Membumikan Akhlak Mulia Dalam Kehidupan
  • Nabi Isa, Kisah dan Hikmahnya
  • Antara Iman dan Amal Sholih
  • Nabi Muhammad Saw, Figur Teladan Umat
  • Menggapai Derajat Siddiqin
  • Dahsyatnya Kiamat dan Tanda Kedatangannya
  • Makna Muhasabah (Evaluasi Diri)
  • Amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah
  • Berinvestasi Dengan Wakaf
  • Ilmu, Simbol Kejayaan Umat
  • Ijabah Do’a
  • Islam Dan Sistem Ekonomi
  • Menggapai Hidup Berkualitas
  • Muhasabah dan Muroqobah, Jalan Menuju Taqwa
  • Hikmah Memperingati Hari Pahlawan
  • Yang Diridhoi Dan Yang Dimurkai Allah
  • Hikmah Ibadah Haji
  • Esensi Haji Mabrur
  • Pola Hidup Sehat Menurut AlQur'an
  • Berdakwah Dengan Hikmah
  • Komunisme dan Bahaya Komunis
  • Cinta Allah Kepada Hambanya
  • Menjaga Diri Dari Makanan Dan Minuman Yang Haram
  • Wibawa Umat
  • Menuntut Ilmu Tanpa Batas
  • Rahasia Keberkahan Ramadhan
  • Menggapai Puncak Keimanan
  • Mendalami Makna Ukhuwah
  • Amalan Penting Menyambut Bulan Ramadhan
  • Memurnikan Niat, Menyongsong Bulan Ramadhan
  • Menempuh Jalan Lurus, Dunia Hingga Akhirat
  • Makna Isra’ Mi’raj Dalam Kehidupan
  • Kiat Memperbaiki Moralitas Bangsa
  • Membumikan Akhlak Rasulullah Saw
  • Membangun Generasi Rabbany
  • Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Dan Injil
  • Kepemimpinan Rabbani
  • Sufi Dan Sufisme Di Era Global
  • Menggapai Hidup Bahagia
  • Penyakit Hati Dan Obat Penawarnya
  • Peranan Masjid Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat
  • Batas-Batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Bulan Kemuliaan Antara Islam Dan Jawa
  • Politik, Antara Norma Dan Realita
  • Aqidah Dan Akhlaq Seorang Pemimpin
  • Rasulullah Tauladan Sepanjang Zaman
  • Mengapa Syi'ah Bermasalah
  • Keunggulan Syariat Allah Swt
  • Hikmah Dzikrul Maut
  • Kiat Mengikis Tradisi Khurofat
  • Istiqomah Tahun 2012
  • Membangun Surga Dalam Keluarga
  • Menggapai Rahmat Allah
  • Hijrah, Upaya Mempertahankan Aqidah
  • Kewajiban Dakwah Bagi Setiap Muslim
  • Dakwah di Tengah Kemajemukan Umat
  • Islam Mengutamakan Kualitas Bukan Kuantitas
  • Menuju Arah Pendidikan Yang Ideal
  • Sucikan Harta Dengan Berderma
  • Terapi Penyakit Hati
  • Strategi Menghadapi Ghozwul Fikri
  • Hakekat Konsep Jihad Dalam Perspektif Islam
  • Urgensi Mengenal Produk Halal dan Baik
  • Mempertahankan Fithrah Manusia
  • Kembali Kepada Allah
  • Merenungi Alam Raya
  • Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah
  • Merefleksikan Puasa Ramadhan
  • Tantangan Da'wah di Era Global
  • Kewajiban Memberantas Kemungkaran
  • Persiapan Menghadapi Puasa Ramadhan
  • Islam Agama Nasehat
  • Hak Terhadap Allah, Terhadap Diri Sendiri Dan Terhadap Sesama
  • Kontektualisasi Pemahaman Isra’ Mi’raj
  • Hidup Damai Dengan Islam
  • Doa, Senjata Orang Beriman
  • Kedudukan Wanita Dalam Perspektif Islam
  • Mengikis Budaya Korupsi
  • Cuci Otak
  • Menggapai Rahmat Dengan Taubat
  • Keseimbangan Investasi Dunia Akhirat
  • Urgensi Mendahulukan Kualitas Atas Kuantitas Dalam Beramal
  • Manusia-Manusia Unik Dalam Alqur’an
  • Amar Makruf Nahi Mungkar
  • Memupuk Kepedulian Sosial
  • Pilar-Pilar Kejayaan Islam
  • Keunggulan Ajaran Islam
  • Keagungan Akhlak Rasulullah Saw
  • Rasululloh Sebagai Uswah
  • Keteladanan Kisah Nabi Nuh As
  • Keutamaan Shalat Lail
  • Niat Pangkal Seluruh Aktivitas
  • Membentuk Keshalihan Ritual dan Sosial
  • Dunia Sebagai Ladang Akhirat
  • Muhasabah Tahun Baru
  • Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama
  • Do’a, Perisai Mukmin
  • Islam Agama Seluruh Nabi dan Rasul
  • Mengenang Kembali Makna Hijriyah
  • Risywah, Macam dan Bahayanya
  • Iman Sebagai Kekuatan Moral
  • Bahagia Saat Orang Lain Bahagia
  • Islam Kenikmatan Yang Agung dan Sempurna
  • Penyakit Sosial dalam Sorotan Syariat
  • Manusia Makhluk Fitri
  • Kiat Mencapai Derajat Taqwa
  • Riya’, Penyakit Amal Kebajikan
  • Membentuk Kesehatan Jasmani dan Rohani
  • Mengantisipasi Aliran Sesat
  • Urgensi Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
  • Musik Bata
  • Sedekah yang Barakah
  • Nilai Pendidikan Ramadhan
  • Dr. H. Imam Mawardi, MA
  • Nikah, Hakikat dan Urgensinya
  • Pengendalian Hawa Nafsu
  • Memberantas Kebodohan
  • Menggapai Hidup Barakah
  • Profil Manusia Bertaqwa
  • Akhlaq Mahmudah dan Akhlaq Madzmumah
  • Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Urgensi Ukhuwah Islamiyah
  • Syirik, Macam dan Bahayanya
  • Bersihkan Harta dan Hati untuk Bangun Negeri
  • Menghadapi Ujian Tahta Harta Dan Wanita